Masyarakat Indonesia Semakin Peduli Lingkungan dan Praktik Hidup Berkelanjutan

Masyarakat Indonesia Semakin Peduli Lingkungan dan Praktik Hidup Berkelanjutan
info gambar utama

Sebagai mesin pencari yang paling diandalkan hampir di seluruh belahan dunia, bukan lagi menjadi hal baru apabila Google memiliki riwayat pencarian dari jutaan bahkan miliaran penggunanya.

Tiap akhir tahun, Google memang biasa merilis laporan mengenai data yang telah mereka himpun dan olah, sebagai bahan referensi untuk berbagai pihak. Baik untuk memahami seperti apa karakter pengguna selama berselancar di internet, atau sekadar mengetahui pertumbuhan apa saja yang dialami oleh suatu penduduk di satu negara, salah satunya Indonesia.

Di akhir tahun 2021 lalu, perusahaan yang pertama kali didirikan pada tahun 1998 tersebut sebenarnya sudah merilis laporan pendahulu mengenai pola pencarian di Indonesia lewat Year in Search 2021. Namun, laporan tersebut baru menyorot jenis pencarian secara sederhana dan belum memberikan gambaran lebih mendalam.

Terbaru, Google kembali merilis laporan Year in Search dengan pembahasan lebih detail, dengan menyorot seberapa besar pertumbuhan akan minat pencarian yang dilakukan masyarakat Indonesia akan topik tertentu.

Menariknya dari sekian banyak topik yang diketahui mengalami pertumbuhan minat pencarian, ada satu hal yang juga menunjukkan peningkatan secara signifikan, yakni bidang lingkungan.

Deretan Topik Paling Banyak Dicari Masyarakat Indonesia di Google Sepanjang Tahun 2021

Kepedulian akan hemat energi hingga bebas uji coba hewan

Ilustrasi hemat energi
info gambar

Jika dilihat secara keseluruhan, sub-topik dari bidang lingkungan yang mengundang rasa keingintahuan akan informasi lebih lengkap bagi masyarakat nyatanya cukup beragam.

Misalnya saja, Google mencatat jika minat penelusuran terhadap kata kunci biodegradable atau jenis komponen yang dapat terurai secara hayati meningkat sebesar 19 persen.

Selain itu, banyak juga masyarakat yang mulai memiliki rasa penasaran mengenai topik jejak karbon, hemat energi, dan sejenisnya. Hal tersebut terbukti lewat adanya pertumbuhan pencarian akan informasi penghematan listrik dan tenaga surya sebesar 30 persen.

Berdasarkan penelusuran, mereka yang mencari informasi tersebut diyakini ingin mengetahui bagaimana cara jangka panjang untuk mengurangi beban tagihan listrik yang timbul akibat aktivitas bekerja dari rumah.

Bukan hanya itu, wujud akan tumbuhnya kepedulian juga muncul dari pembahasan lingkungan dengan cakupan yang lebih luas, yakni paham keberlanjutan dan jenis fasilitas penunjangnya.

Disebutkan jika pencarian terhadap konsep hidup ramah lingkungan meningkat sebesar 33 persen, kemudian penelusuran terhadap kata kunci hemat energi serta mobil listrik juga meningkat dengan persentase yang sama yakni sebesar 41 persen.

Selain itu, Google juga mencatat jika masyarakat Indonesia banyak yang mulai menelusuri informasi mengenai ragam produk beredar dengan kepastian sudah bebas uji coba terhadap hewan, lewat peningkatan pencarian sebesar 65 persen.

Google Rilis Laporan Tentang Minat Pariwisata Orang Indonesia Sepanjang 2021

Meroketnya topik pencarian jejak karbon

Hal lain yang menjadi pertanda baik akan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap lingkungan adalah meningkatnya rasa keingintahuan banyak orang akan persoalan iklim.

Klaim tersebut terbukti, setelah terpantau jika minat penelurusan terhadap topik terkait carbon footprint atau jejak karbon meningkat sebesar 114 persen.

Bukan hanya dari sisi masyarakat, menurut Google kepedulian akan isu iklim juga mulai menjadi perhatian yang diutamakan bagi sejumlah perusahaan dalam, mempertanggungjawabkan perannya terhadap keberlangsungan lingkungan.

Sepanjang 2021 disebut telah ada beberapa perusahaan yang sudah mencantumkan laporan mengenai jejak karbon dari aktivitas yang mereka lakukan, melalui laman atau situs resmi perusahaannya masing-masing.

Salah dua yang telah menerapkan kebijakan tersebut adalah perusahaan di bidang F&B bernama SaladStop, dan layanan ride-hailing Gojek.

Pencetus layanan transportasi ojek online di Indonesia tersebut diketahui telah meluncurkan fitur bernama GoGreener Carbon Offset dalam platformnya, dengan tujuan untuk memprioritaskan kompensasi karbon yang dijalankan oleh perusahaan.

Terakhir, sejumlah data mengenai meningkatnya kepedulian akan lingkungan dari masyarakat Indonesia ini, seakan didukung dengan pernyataan Chashif Syadzali selaku CTO LindungiHutan, salah satu platform crowdplanting yang menjembatani keinginan masyarakat Indonesia dalam melakukan aksi perawatan lingkungan berupa kegiatan penanaman pohon.

“Dulu itu buat meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan dan pohon kita sampai harus memberikan masalah yang akan terjadi 10-20 tahun lagi ke depan mata mereka (masyarakat), Alhamdulillah dua sampai tiga tahun terakhir ini orang sudah mulai aware soal pola hidup hijau atau green lifestyle, imbasnya orang-orang mulai peduli ke keberadaan pohon dan hutan,” jelasnya.

Misi Lindungi Hutan, Chashif Syadzali: Kami Ingin Tanam Pohon Sejumlah Penduduk Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini