Danau Gunung Tujuh, Pesona Danau Sakti yang Terselubung Misteri di Kerinci

Danau Gunung Tujuh, Pesona Danau Sakti yang Terselubung Misteri di Kerinci
info gambar utama

Danau Gunung Tujuh merupakan danau yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi, tepatnya di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro. Danau ini berada di kawasan Gunung Tujuh, sebuah gunung yang berada tepat di belakang Gunung Kerinci.

Di Kerinci, Gunung Kerinci dan Danau Kerinci memang lebih menterang. Dua objek wisata itu akrab di telinga pelancong. Namun Danau Gunung Tujuh tak kalah istimewa. Danau ini berada di ketinggian 1.996 mdpl, layaknnya mangkuk yang tertancap di puncak gunung.

“Danau Gunung Tujuh unik sebagai danau vulkanik air tawar tertinggi di Asia Tenggara,” kata Hendrimon Syadri, peneliti hutan dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat yang disadur dari buku Hikayat 45 Danau Indonesia yang diterbitkan Tempo.

Danau ini masih termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Seperti namanya, danau ini dikelilingi tujuh puncak gunung di Jambi. Tidak heran tempat ini menawarkan panorama keindahan.

Danau ini dikelilingi oleh Gunung Tujuh (2.735 mdpl), berjajar di kanan-kirinya, Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), dan Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl).

Danau-danau Penuh Pesona di Atas Gunung

Menurut Hendrimon, Danau Gunung Tujuh berasal dari danau kaldera yang terbentuk akibat letusan gunung api purba. Bahkan Gunung Tujuh, cikal bakal Danau Gunung Tujuh disebutkan lebih tinggi daripada gunung tetangganya, Kerinci,

Bedasarkan cerita orang tua, awalnya tempat itu bukanlah sebuah danau tetapi dahulunya adalah gunung. Namun, gunung tersebut kemudian pecah, lalu kawahnya menjadi danau. Air Danau Gunung Tujuh berasal dari hujan dan aliran sungai-sungai kecil dari gunung sekitarnya.

Dengan panjang 4,5 kilometer dan lebar 3 kilometer, luas danau mencapai 960 hektare. Menurut Mawardi, Kepala Adat Dusun Ulu Jernih Desa Pelompek, dirinya perlu 12 jam untuk mengitari Danau Gunung Tujuh ini menggunakan sampan. Selain luas danau ini juga dalam.

Danau Gunung Tujuh juga merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia, dan merupakan danau yang berada di ketinggian nomor dua di Indonesia setelah 13 danau-danau kecil yang terdapat di Gunung Talamau Sumatra Barat di ketinggian 2.750 mdpl.

Dengan ketinggian 1.950 mdpl itu bisa dibayangkan betapa dinginnya air Danau Gunung Tujuh di pagi hari. Meskipun begitu, berendam di Danau Gunung Tujuh dengan air yang sangat dingin menjadi tantangan sendiri bagi para pendaki.

Kisah tentang orang pendek

Keberadaan danau ini beriring dengan cerita rakyat setempat sebagai tempat berdiamnya kekuatan supranatural dari dua mahkluk halus yang menjaganya yaitu Lbei Sakti dan Saleh Sri Menanti yang pengikutnya berwujud harimau.

Selain itu ada cerita yang mempercayai bahwa danau ini dihuni sepasang naga. Naga jantan menghuni danau dan naga betina menghuni hulu sungai. Masyarakat memang mengenal Danau Gunung Tujuh sebagai danau sakti.

Hal ini terkait dengan air danau yang senantiasa bersih, di mana dedaunan dari pohon yang ada di pinggir danau tidak tampak di airnya. Sering pula diceritakan terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba di danau ini.

Danau Gunung Tujuh memang punya daya tarik yang kuat. Danau ini juga menyimpan misteri “Orang Pendek”. Makhluk ini memiliki tinggi 1 meter yang berjalan tegak dan berbulu, tidak berekor. Beberapa penduduk mengaku pernah melihatnya, tetapi makhluk itu menghilang secepat kilat.

Sahril, pria yang berprofesi sebagai nelayan ini masih ingat dia bertemu dengan Orang Pendek di Pasir Putih. Dirinya yang tinggal di kawasan danau sejak tahun 1974 mengaku pernah dua kali berjumpa dengan makhluk misterius ini.

Pesona Danau, Teluk, dan Sungai di Indonesia dengan Perairan Jernih Sebening Cermin

“Dikatakan hewan bisa. Dikatakan dewa bisa,” jelasnya.

Menurut Sahril, Orang Pendek berwujud seperti kera. Kaki Orang Pendek terbalik, dengan telapak menghadap ke belakang, tetapi cara berjalannya seperti manusia normal. Sedangkan larinya cepat, tubuhnya diselimuti rambut abu-abu.

Orang Pendek tidak setiap saat muncul di Pasir Putih. Biasanya baru turun bila ada babi hutan, pasalnya itu makanannya. Biasanya akan sulit bertemu Orang Pendek, karena makhluk ini takut dengan manusia.

Di Kerinci, kisah tenang Orang Pendek sangat melegenda. Penduduk lokal mengenal makhluk misterius itu sebagai Uhang Pandak. Orang sekitar Pasir Putih percaya bahwa Uhang Pandak adalah makhluk jadi-jadian.

Ayah Mawardi yang pernah bertemu dengan Orang Pendek menggambarkannya seperti manusia. Bertubuh besar tetapi pendek, Tidak seperti cerita-cerita yang beredar, ayah Mawardi menyebut kaki Orang Pendek tidak terbalik.

Menurutnya, makhluk gaib berkaki terbalik adalah tirau. Berwujud seperti kuda, tirau disebut lebih kuat daripada harimau. Kisah tentang Orang Pendek juga menyedot perhatian Debbie Martyr dan Jeremy Holden.

Dua peneliti asal Inggris ini bertahun-tahun berburu bukti Orang Pendek. Puluhan kamera perangkap mereka pasang di hutan. Namun, kamera tak pernah sekali pun menjepret gambar Orang Pendek.

“Hanya ada harimau dan binatang lain,” ujar Mawardi.

Pemandangan indah di Danau Tujuh Gunung

Perjalanan menuju Danau Gunung Tujuh akan memberikan pengalaman berkesan karena adannya keragaman flora dan fauna. Hamparan gunung terlihat indah dari kejauhan yang akan memuaskan batin setelah pendakian.

Di pinggir danau terdapat hamparan pasir putih yang menyerupai pasir pantai. Biasanya pengunjung mendirikan tenda untuk berkemah di sini. Saat pagi hari kadang ada yang berkumpul di pinggir danau untuk menyaksikan matahari terbit.

Apabila datang secara berkelompok, berkemah bisa menjadi kegiatan yang sempurna untuk merasakan suasana alam yang hening. Di sini juga disediakan fasilitas memancing atau menyewa perahu untuk berkeliling danau.

Danau Gunung Tujuh masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Semblat sehingga memberi kesempatan untuk menjelajahi hutan sekitarnya. Berbagai jenis satwa khas di bisa dijumpai di wilayah ini.

Seperti harimau sumatra, siamang, beruang madu, babi hutan, tapir, bermacam burung dan berbagai jenis kupu-kupu. Tumbuhannya pun beragam dengan primadonanya adalah jenis anggrek alam dan bunga kantong semar.

Ketika Kecantikan Berujung Kutukan, Danau Satonda Buktinya

Tempat menarik lain di sekitar Danau Gunung Tujuh adalah Air Terjun Gunung Tujuh. Air terjun ini berasal dari mata air Danau Gunung Tujuh. Agar bisa mencapai lokasi, bisa menggunakan jalur setapak yang tidak jauh dari wisma peristirahatan di dekat pos jaga di kaki gunung.

Namun pesona alam Danau Gunung Tujuh tidak diimbangi dengan tata kelolanya. Hendrimon yang sudah meriset tentang pengembangan ekowisata danau itu menyebut banyak turis yang kurang puas dengan fasilitas di tempat wisata ini.

Sementara pemberdayaan warga sekitar danau dalam bisnis ekowisata juga terbilang rendah. Begitu pula promosi yang belum gencar, sehingga masih banyak yang harus diperbaiki.

Salah satu yang dicatat oleh Tempo adalah minimnya jaket pelampung untuk penumpang yang ingin naik sampan. Menurut Kepala Resor Kerinci Utara TNKS Evaraizal Mirza menyatakan pihaknya menunggu izin untuk menyiapkan pelampung.

Tetapi dengan minimnya fasilitas tidak mengerem laju pelancong mendatangi Danau Gunung Tujuh. Evaraizal mengatakan wisatawan banyak berkunjung pada 17 Agustus, malam pergantian tahun, atau akhir pekan.

Pada hari biasa, jumlah turis hanya puluhan orang, namun pada perayaan kemerdekaan, misalnya, bisa mencapai 1.500 pengunjung. Bahkan hanya dengan karcis, TNKS bisa meraup untung Rp80 juta pada September 2016.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini