SBM ITB dan Prestasi Sekolah Bisnis dengan Akreditasi Tingkat Dunia

SBM ITB dan Prestasi Sekolah Bisnis dengan Akreditasi Tingkat Dunia
info gambar utama

Institut Teknologi Bandung (ITB) selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik yang dimiliki Indonesia, dan kerap menjadi pilihan favorit bagi sejumlah kalangan pelajar lulusan setara SMA.

Tapi sayangnya, dalam beberapa hari ini nama institusi pendidikan tersebut sedang ramai menjadi bahan perbincangan masyarakat. Bukan berupa kabar pencapaian gemilang atau prestasi seperti biasanya, namun kabar yang menyeruak ke publik justru mengenai konflik internal pada salah satu anak institusinya, yakni Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB.

Memberikan dampak besar kepada para mahasiswa, konflik yang terjadi disebut sampai menghentikan aktivitas pembelajaran secara penuh, per hari Selasa (8/3/2022) kemarin. Tak hanya itu, bahkan sampai memunculkan kabar penghentian penerimaan mahasiswa baru dari forum dosen SBM ITB.

Padahal, saat ini Indonesia sedang menjalani masa penerimaan peserta didik (mahasiswa) baru, di mana rangkaian SNMPTN baru ditutup pada tanggal 28 Februari kemarin, kemudian akan dilanjut dengan UTBK (SBMPTN) pada tanggal 23 Maret mendatang. Sementara itu SBM ITB sendiri diketahui merupakan salah satu pilihan perguruan tinggi favorit yang banyak diincar kalangan pelajar di Indonesia selama ini.

Ada apa sebenarnya dengan SBM-ITB?

Fasilitasi Akses Pendidikan Pariwisata, Kemenparekraf Luncurkan SBMPTNP

Pencabutan swakelola otonom dan rancangan sistem baru

Tidak seperti universitas atau institut pendidikan tinggi lain di Indonesia, yang kebanyakan mengelola langsung program studi (prodi) bisnis dan manajemen dalam bentuk jurusan atau fakultas sehingga berkedudukan sama dengan prodi lainnya, di ITB sendiri pengelolaannya memang berbeda.

Bisa dibilang berjalan secara otonom, sejak tahun 2003 prodi bisnis dan manajemen berdiri dalam bentuk ‘Sekolah’ yang punya kewenangan penuh untuk mengatur berbagai operasional mulai dari keuangan, pengembangan kurikulum, pengelolaan program akademik, perekrutan tenaga pengajar, dan hal-hal lain yang membuat program studi ini tidak sepenuhnya terikat secara langsung dengan kebijakan ITB.

Swakelola (pengelolaan sendiri) pun diberikan melalui SK yang dikeluarkan oleh Rektor ITB terdahulu, kepada 10 orang pendiri SBM ITB.

Tapi di tahun 2022 ini konflik muncul ketika rektor terkini ITB dikabarkan mencabut swakelola SBM ITB, yang menurut pemberitaan dilakukan tanpa pemberitahuan dan kesepakatan dari pihak-pihak yang berkepentingan.

Alasannya, pihak rektor disebut sedang membuat sistem terintegrasi yang seragam dan berlaku bagi semua Fakultas/Sekolah di ITB, walaupun faktanya masing-masing Fakultas/Sekolah punya karakteristik dan potensi yang berbeda.

Saat sistem tersebut masih disusun dan belum selesai, tapi di saat bersamaan peraturan lama yang mengatur operasional akademi SBM ITB sudah lebih dulu dicabut. Hal tersebut yang oleh forum dosen SBM ITB dianggap membuat pelaksanaan operasional akademi tidak bisa berjalan dengan baik karena banyak menimbulkan kerugian baik dari segi material, moral, maupun psikis bagi dosen, tendik, dan para mahasiswa.

Akibatnya, forum dosen SBM ITB melakukan penghentian operasi dengan menghentikan aktivitas pelajaran baik secara luring atau daring, dan mahasiswa diminta belajar secara mandiri. Jann Hidayat selaku perwakilan forum dosen SBM ITB, dengan berbagai pertimbangan juga menyatakan tidak akan menerima mahasiswa baru sampai sistem kembali normal.

"Ini karena kebijakan Rektor ITB saat ini tidak memungkinkan SBM ITB untuk beroperasi melayani mahasiswa sesuai standar internasional yang selama ini diterapkan," ujar Hidayat dalam keterangan resmi, mengutip Kontan.

Punya Kurikulum Berbeda, Bagaimana Sistem Pendidikan Sekolah Internasional di Indonesia?

Tanggapan kampus dan Gubernur yang angkat bicara

Keputusan FD SBM ITB untuk menghentikan pembelajaran dan menutup penerimaan mahasiswa baru otomatis menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat, terutama bagi mereka yang mendaftar ke institusi tersebut pada saat seleksi SNMPTN kemarin, dan para mahasiswa yang mengaku tertekan karena tidak adanya kejelasan.

Menanggapi hal ini, Naomi Haswanto selaku Kepala Biro Komunikasi dan Humas ITB memberikan pernyataan. Menurutnya, informasi atau berita tentang SBM ITB tidak menerima mahasiswa baru untuk sementara adalah tidak tepat.

"Keputusan penerimaan mahasiswa baru adalah kewenangan Rektorat ITB," tegas Naomi,

Dirinya menyatakan, penerimaan mahasiswa baru ITB untuk seluruh program pendidikan, baik Sarjana (SNMPTN, SBMPTN, SM-ITB, dan Internasional Undergraduate Program), Pascasarjana, serta Program Profesi, tetap berlangsung secara normal sesuai rencana. Dan bagi mereka yang sudah memilih ITB termasuk memilih SBM ITB pada SNMPTN 2022, dipastikan tetap diproses sebagaimana mestinya.

Di lain sisi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diketahui juga menjabat sebagai ex officio Majelis Wali Amanat (MWA) ITB, menyarankan agar konflik dosen SBM dan Rektor ITB diselesaikan dengan cara musyawarah.

Tim ITB Berhasil Kembangkan Bensin dari Minyak Sawit dan Sukses Uji Coba

SBM ITB dan prestasi kampus bisnis internasional

ITB yang terakreditasi AACSB
info gambar

Sementara itu jika melihat berdasarkan situasinya, alasan dari ketegasan jajaran dosen SBM-ITB untuk mempertahankan swakelola sebagai prodi yang otonom juga dapat dimaklumi. Pasalnya, sejak pertama kali didirikan untuk menjadi mandiri, SBM ITB memang terbukti berhasil menghadirkan pertumbuhan yang gesit dalam bidang akademik.

Menurut salah satu perwakilan FD dosen SBM ITB lainnya, yakni Achmad Ghazali, sistem swakelola yang selama hampir 19 tahun dijalankan dinilai membuat SBM ITB bisa berkembang pesat seperti saat ini, mereka bisa melakukan perekrutan tenaga pengajar atau dosen secara lebih leluasa, termasuk mendatangkan praktisi dan dosen ternama dari luar.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan SBM-ITB meraih prestasi dengan menjadi salah satu institut/sekolah bisnis berstandar internasional, yang mendapatkan akreditasi dari AACSB.

Sekadar informasi, AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business) sendiri merupakan lembaga akreditasi sekolah bisnis tertua di dunia yang berbasis di Amerika Serikat, dan saat ini diketahui hanya sekitar 5 persen dari ribuan sekolah bisnis di seluruh dunia yang berhasil mendapatkan akreditasi AACSB.

Adapun di Indonesia, setidaknya baru ada 3 sekolah bisnis yang mendapatkan akreditasi tersebut, yang terdiri dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, BINUS Business School, dan SBM-ITB sendiri.

Melihat pencapaian SBM-ITB dan menanggapi keputusan pencabutan swakelola yang dilakukan secara sepihak, forum dosen terkait menganggap keputusan tersebut telah meruntuhkan alasan kehidupan atau dasar eksistensi SBM ITB sebagai sekolah yang inovatif dan gesit atau lincah.

”Kami bukan antiperubahan. Tapi harus dibicarakan betul bagaimana dampak perubahan ini terhadap kesejahteraan hingga pada rekrutmen dosen maupun rencana strategis SBM (ITB) ke depannya,” tegas Achmad.

Kampus Bisnis ITB Raih The Best Business School dari UK

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini