Ajang MotoGP Resmi Berakhir, Bagaimana Pengelolaan Sampah di Sirkuit Mandalika?

Ajang MotoGP Resmi Berakhir, Bagaimana Pengelolaan Sampah di Sirkuit Mandalika?
info gambar utama

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika yang diselenggarakan pada 18-20 Maret 2022 telah resmi berakhir. Pergelaran yang melibatkan para pembalap dari berbagai negara tersebut telah selesai merampungkan empat kelas, mulai dari IATC, Moto3, Moto2, dan MotoGp sebagai kelas tertinggi.

Nama Miguel Oliveira, pembalap dari tim Red Bull KTM keluar sebagai juara dengan catatan waktu tercepat yakni 33 menit 27,223 detik. Pada posisi kedua ada Fabio Quartararo dari tim Monster Yamaha dengan selisih waktu finis +2,205 detik dan di peringkat ketiga diraih oleh Johann Zarco dari tim Pramac Ducati dengan selisih waktu +3,158 detik dari Oliveira.

Meski ajang balap bergengsi tersebut telah rampung, masih ada beragam kisah yang tersisa dari Sirkuit Mandalika, salah satunya soal sampah yang ditinggalkan penonton begitu saja di berbagai area.

Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @memomedsos tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya, di dalam video tersebut memperlihatkan bagaimana kondisi bangku penonton yang penuh sampah berserakan, mulai dari bungkus makanan, sisa makanan, tisu, hingga botol air minum plastik.

Sebenarnya, seperti apa pengelolaan sampah di Sirkuit Mandalika selama ajang MotoGP Mandalika berlangsung?

Cuma di Indonesia, Nonton MotoGP Mandalika Bisa Sambil ‘Piknik’ Gelar Tikar

Persiapan pengelolaan sampah di ajang MotoGP

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan total sampah yang dihasilkan selama ajang MotoGP Mandalika hampir 100 ton, limbah B3 oli bekas diperkirakan 2.000 liter, dan limbah medis diperkirakan 200 kg.

Pada kunjungannya ke kawasan Mandalika untuk mengecek kesiapan pengelolaan sampah selama MotoGP, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien, mengatakan bahwa beberapa hal teknis yang jadi perhatian dari penyelenggaran WSBK sebelumnya penting, juga mengenai upaya menurunkan residu karena saat WSBK residunya masih tinggi.

Menurut penjelasan Rosa, ada beberapa informasi offtaker (titik pengumpulan sampah) yang disiapkan dalam pengelolaan sampah pada acara MotoGp, yaitu pusat daur ulang, black soldier fly (BSF), pengolah organik, tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah, serta pengelolaan limbah B3.

KLHK juga telah berkoordinasi dengan Dinas LHK NTB dan Lombok Tengah, kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali Nusra, Kemenko Marves, Kemenparekraf, dan pihak ITDC terkait kesiapan dalam pengelolaan sampah sebelum acara, saat acara, dan setelah acara.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup NTB sebelumnya memprediksi ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika akan menghasilkan sampah sebesar 26 ton per hari dengan perhitungan jumlah penonton 50 ribu orang. Untuk mengantisipasinya, telah disiapkan 10 truk sampah dan dua TPA.

Di sisi lain, pihak ITDC sebagai penyelenggara juga telah memberikan pelatihan kepada 350 orang. Mereka akan bekerja untuk memungut sampah dari titik-titik yang telah ditentukan, setelah itu juga dilakukan pemilahan sampah. Residu sampah akan didistribusikan ke TPA Pengengat, Lombok Tengah, sedangkan limbah B3 akan dikirim ke TPA Lemer Sekotong, Lombok Barat.

Euforia MotoGP Mandalika, Keramaian Parade Seremonial dan Berkah Bagi Masyarakat Lokal

Bersih-bersih sampah di Sirkuit Mandalika

Area UMKM di Sirkuit Mandalika | Febriansyah TP/GNFI
info gambar

10 orang pemotor dari rombongan Mandalika Wonderful Ride 2022 tak hanya ikut memeriahkan acara MotoGP. Setelah menempuh jarak sekitar 1.500 kilometer dari Jakarta, rombongan ini juga melakukan aksi pungut sampah di tribun penonton Zona J dan Zona Biru, termasuk toilet di dekat area tersebut.

Perjalanan touring rombongan tersebut juga didukung oleh Kemenparekraf dengan tujuan untuk mempromosikan jalur-jalur wisata bermotor sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan, khususnya pada penonton MotoGP.

“Gerakan ini kami buat mengingat antusias tinggi dari penonton yang hadir di Sirkuit Mandalika untuk melihat ajang MotoGP yang baru kembali ke Indonesia setelah 25 tahun. Terlebih Mandalika sebagai salah satu aset berharga untuk dunia motorsport dan pariwisata Indonesia yang pasti menjadi tujuan untuk berwisata. Untuk itu kita harus bisa menjaga sirkuit ini agar bisa terawat dan nyaman untuk dikunjungi khususnya bagian tribun dan kebersihan toilet,” ujar Deny Wajonk selaku ketua rombongan.

Sementara itu menurut pantauan Tribunnews.com, pada Senin (21/3/2022), sampah-sampah yang berserakan mulai dibersihkan dan dikumpulkan dalam satu titik penampungan. Para petugas kebersihan di area sirkuit pun telah membersihkan sampahh dari tempat parkir dan paddock tim MotoGP. Tim kebersihan pun sedang mengebut pembersihan sampah di area UMKM, kemudian para pekerja lain pun tampak sedang membongkar stand serta panggung bekas festival.

Mansyur Dinadin, seorang petugas bersih-bersih di Sirkuit Mandalika mengaku bangga meski hanya bekerja untuk membersihkan trek. Ia mengaku sudah bekerja di Sirkuit Mandalika sejak gelaran WSBK tahun lalu. Mansyur pun mengatakan kepada Bola.com bahwa honornya naik saat ajang MotoGP, dari Rp180 ribu per hari menjadi Rp250 ribu per hari.

Hasil Balap dan Ragam Cerita Besar di Balik MotoGP Mandalika

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini