Hasil Balap dan Ragam Cerita Besar di Balik MotoGP Mandalika

Hasil Balap dan Ragam Cerita Besar di Balik MotoGP Mandalika
info gambar utama

Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika telah sukses melalui acara puncak dengan empat rangkaian sesi balap di kelas yang, berbeda pada hari Minggu (20/3/2022) kemarin.

Namun, euforia penyelenggaraan terlebih kemenangan bagi sejumlah tim yang berhasil naik podium masih sangat terasa hingga saat ini.

Bukan hanya itu, kemeriahan MotoGP Mandalika dirasa masih belum bisa dilupakan mengingat ada cukup beragam peristiwa tak terduga yang menyisakan kesan tersendiri bagi berbagai pihak baik penyelenggara, penonton, masyarakat Indonesia, hingga jajaran pebalap dunia yang berpartisipasi.

Mulai dari tercetaknya sejarah baru bagi pebalap asal Asia yang melenggang di podium tertinggi, absennya aksi pebalap dunia paling dinanti, hingga beberapa kondisi tak terduga yang memengaruhi jalannya tahap balap MotoGP, berikut GNFI rangkum hasil balap sekaligus acara puncak MotoGP yang berlangsung pada hari Minggu kemarin.

Euforia MotoGP Mandalika, Keramaian Parade Seremonial dan Berkah Bagi Masyarakat Lokal

Hasil IATC, Moto3, dan Moto2

Podium MotoGP Mandalika
info gambar

Seperti yang sudah diketahui, dalam gelaran MotoGP ada empat kelas yang diselenggarakan dan menyertakan berbagai pebalap dari seluruh penjuru dunia, yakni kelas IATC, Moto3, Moto2, dan kelas tertinggi MotoGP itu sendiri.

Sementara itu dari Indonesia secara keseluruhan ada lima orang pebalap yang berpatisipasi. Adapun nama-nama dari lima pebalap tersebut di antaranya Mario Suryo Aji (Moto3), Veda Ega Pratama, Aan Riswanto, Muhammad Diandra Trihardika, dan Reykat Yusuf Fadillah, sebagai deretan pebalap muda yang berlaga di IATC.

Lebih dulu membahas mengenai hasil dari IATC, kelas ini menyelenggarakan dua sesi balap yang masing-masing berlangsung di dua hari berbeda yakni Sabtu dan Minggu.

Pebalap asal Malaysia, yakni Hakim Danish berhasil mempertahankan gelar juara di podium tertinggi dengan menjadi yang tercepat untuk kedua sesi sekaligus.

Sementara itu salah satu pebalap Indonesia yakni Reykat Yusuf Fadillah, berhasil meraih podium ke-3 pada sesi balap pertama, meski harus menurun dengan finis di peringkat ke-7 pada sesi balap kedua.

Selain Reykat, ada juga dua pebalap Indonesia lain yang berhasil masuk ke peringkat 10 besar yakni Diandra Trihardika yang meraih finis di peringkat ke-9 (race 2), dan Aan riswanto di peringkat finis ke-8 (race 1).

Adapun detail peringkat tiga besar IATC adalah sebagai berikut:

Race 1:

  1. Hakim Danish - Malaysia
  2. Shinya Ezawa - Jepang
  3. Reykat Yusuf Fadillah - Indonesia

Race 2:

  1. Hakim Danish - Malaysia
  2. Gun Mie - Jepang
  3. Shinya Ezawa - Jepang

Setelah IATC, kelas yang mengikutsertakaan pebalap Indonesia Mario Aji dalam penyelenggaraannya yakni Moto3.

Memulai sesi balap dari posisi ketiga, sayangnya Mario melorot ke posisi ke-7 pada lap pembuka, hingga akhirnya harus puas menerima finis di peringkat ke-14 setelah menjalani 23 lap penuh, dan pulang dengan membawa dua poin.

Dennis Foggia, pebalap dari tim Leopard Racing berhasil memimpin dan menaiki podium tertinggi, dengan kemenangan yang diikuti oleh jajaran pebalap lewat pemeringkatan berikut:

  1. Dennis Foggia - Leopard Racing
  2. Izan Guevara - GASGAS Aspar Team
  3. Carlos Tatay - CFMOTO Racing PrustelGP
  4. Sergio Garcia - GASGAS Aspar Team
  5. Deniz Oncu - Red Bull KTM Tech 3

Naik ke tingkat yang lebih tinggi yakni Moto2, kelas di ajang MotoGP ini jadi salah satu sesi yang menarik perhatian karena beberapa kondisi sekaligus fakta tercetaknya sejarah baru. Awalnya, deretan pebalap di kelas Moto2 akan beradu kecepatan dengan jarak tempuh sebanyak 25 lap.

Namun, sebagaimana banyak pihak yang melaporkan jika pada hari Minggu kemarin cuaca pagi hingga siang hari di Mandalika benar-benar panas menyengat, hal tersebut berpengaruh pada kondisi aspal lintasan yang oleh para pebalap dinilai sangat panas dan abrasif.

Hal tersebut jelas berbahaya karena berpotensi mencelakai para pebalap dengan kemungkinan ban pada sepeda motor yang sewaktu-waktu dapat meledak. Akhirnya, jarak tempuh balapan dipangkas menjadi 16 lap.

Di saat bersamaan, sirkuit Mandalika juga menjadi saksi dari terciptanya sejarah baru berupa keberhasilan pebalap Asia yakni Somkiat Chantra asal Thailand, yang untuk pertama kalinya berhasil naik ke podium tertinggi, setelah memulai balapan dari urutan ke-4 dan berhasil finis di urutan pertama.

Padahal, dalam seri sebelumnya yang berlangsung di Qatar, Somkiat harus berpuas diri saat hanya berhasil finis di peringkat ke-18.

Adapun peringkat detail 5 besar dari hasil kelas Moto2 di MotoGP Mandalika adalah sebagai berikut:

  1. Somkiat Chantra - Idemitsu Honda Team Asia
  2. Celestino Vietti - Mooney VR46 Racing Team
  3. Aron Canet - Flexbox HP40
  4. Sam Lowes - Elf Marc VDS Racing
  5. Augusto Fernandez - Red Bull KTM Ajo
MotoGP dalam Balutan Kehadiran Putri Mandalika yang Tak Pernah Ingkar Janji

Secuil drama dan hasil race MotoGP

Penonton yang bersorak di ajang MotoGP Mandalika
info gambar

Sampai di kelas tertinggi dan bisa dibilang jadi sesi balap yang paling dinanti, MotoGP memiliki rentetan kejadian yang menghadirkan beberapa cerita tersendiri.

Pertama adalah mengenai penundaan race yang berlangsung selama kurang lebih 75 menit, akibat kondisi hujan yang tiba-tiba turun dan membahasi lintasan sirkuit.

Padahal, cuaca sebelumnya dilaporkan sangat panas bahkan sampai membuat penyelenggara MotoGP ikut mengambil keputusan yang sama layaknya sesi Moto2, yakni berupa pemangkasan jarak tempuh.

Awalnya balapan MotoGP akan dilakukan seperti biasa yakni berlangsung dengan jarak tempuh sekitar 100-130 kilometer atau sebanyak 27 lap, yang normalnya berlangsung selama 40-45 menit.

Namun karena pengamatan dan keluhan dari para pebalap, yang mengungkap kekhawatiran hanya sanggup bertahan sampai putaran ke-15 akibat temperatur lintasan yang tinggi, penanggung jawab regulasi MotoGP (FIM) akhirnya memutuskan jika jumlah putaran ikut dipangkas dari 27 menjadi 20.

Hal lain yang juga menjadi perhatian besar dalam penyelenggaraan MotoGP adalah keputusan absen dari salah satu pebalap unggul yang paling dinanti aksinya, yakni Marc Marquez.

Seperti yang diketahui, sejak sesi free practice pebalap dari tim Repsol Honda ini memang kerap mengalami crash, hingga puncaknya pada saat sesi pemasanan Marquez mengalami kecelakaan yang bisa dibilang paling parah setelah ia terpental dari motornya.

Marquez saat mengalami crashing
info gambar

Meski Marquez menyampaikan pernyataan jika ia baik-baik saja, namun dirinya dilaporkan mengalami gegar otak. Dibarengi dengan riwayat cedera yang dimiliki, Marquez akhirnya terpaksa harus absen dalam sesi balap sesungguhnya di Mandalika dan harus diterbangkan angsung ke Barcelona untuk dilakukan observasi.

Pertunjukan tetap berlangsung, Miguel Oliveira sebagai pebalap dari tim Red Bull KTM akhirnya menjadi pemenang dan naik ke podium tertinggi setelah berhasil finis dengan catatan waktu tercepat yakni 33 menit 27,223 detik.

Setelahnya, Fabio Quartararo dari tim Monster Yamaha mengikuti di peringkat kedua dengan selisih waktu finis +2,205 detik, dan Johann Zarco dari tim Pramac Ducati yang menduduki peringkat ketiga dengan selisih waktu tempuh +3,158 detik lebih lambat dibanding Oliveira.

Adapun peringkat detail 5 besar dari hasil balap seri 2 MotoGP di Mandalika adalah sebagai berikut:

  1. Miguel Oliveira (Red Bull KTM) 33 menit 27,223 detik
  2. Fabio Quartararo (Monster Yamaha) +2,205 detik
  3. Johann Zarco (Pramac Ducati) +3,158 detik
  4. Jack Miller (Ducati Lenovo) +5,663 detik
  5. Alex Rins (Suzuki Ecstar) +7,044 detik

Lain itu penyerahan trofi kepada para peraih podium dari sesi balap MotoGP Mandalika kemarin, dilakukan oleh Presiden Joko Widodo yang di saat bersamaan juga menyaksikan berjalannya kompetisi balap secara langsung.

Meski berhasil meraih podium di Pertamina Grand Prix of Indonesia, Oliveira masih harus berupaya lebih keras lagi dalam seri lanjutan untuk MotoGP 2022 jika ingin keluar sebagai pemenang di musim ini.

Karena jika dilihat dari posisi klasemen sementara, dirinya masih ada di peringkat ke-4 dengan perolehan 25 poin, satu tingkat di bawah Quartararo yang ada di posisi ke-3 dengan peroleh 27 poin.

Adapun pebalap yang untuk sementara ini masih memimpin klasemen adalah Enea Bastianini, dari tim Gresini Ducati yang saat ini memiliki 30 poin.

Kilas Balik Progres Pembangunan Pertamina Mandalika International Street Circuit

Cerita di balik hari puncak MotoGP

Bicara MotoGP yang berlangsung di Mandalika belum lengkap rasanya jika tidak membahas ragam cerita sampingan, yang nyatanya juga tidak kalah menyita perhatian di jagat maya pada waktu bersamaan.

Dalam beberapa kondisi, cerita-cerita yang dimaksud juga menghadirkan kesan positif tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Cerita pertama datang dari sang peraih podium tertinggi yakni Miguel Oliveira, tak disangka jika dalam ucapan terima kasihnya pebalap asal Portugis itu mendedikasikan kemenangan yang diraih untuk orang Indonesia, yang bertugas sebagai staf hotel di tempat ia tinggal selama berada di Lombok, yakni Risman.

Di mata Oliveira, Risman ternyata menjadi sosok yang berkesan karena sikap ramah dan selalu mendukungnya sepanjang minggu selama berada di Lombok. Risman juga meyakinkan Oliveira jika dirinya pasti akan meraih podium pertama. Tak disangka, ungkapan tersebut rupanya menjadi kenyataan.

“Saya ingin mendedikasikan pencapaian podium ini kepada Risman, seorang staf di hotel tempat saya menginap. Dia sangat suportif sepanjang pekan, dia adalah orang yang sangat baik dan ramah. Saya berjanji jika naik podium akan mendedikasikan ini untuk dirinya. Jadi Risman, inilah dia,” ujar Oliveira dalam wawancara podiumnya.

Jika dilihat dari akun instagram pribadi Risman dengan nama @richman_taye, dirinya memang sempat mengunggah momen kedekatan dengan Oliveira, disertai kapsi yang menyebut jika pebalap berusia 27 tahun tersebut adalah kandidat juara MotoGP 2022.

Hingga saat ini, Risman juga mendapat banyak pujian dan ucapan terima kasih dari masyarakat karena dirasa sudah memberikan kesan terbaik hingga dapat diingat oleh seorang pebalap dunia MotoGP.

Sementara itu di lain sisi, cerita membanggakan juga datang dari bagian yang memegang peran penting atas terselenggaranya MotoGP, yakni jajaran tim marshal di Mandalika. Pihak FIM sekaligus Race Director MotoGP yakni Mike Webb, disebut cukup puas dan memuji kinerja tim marshal yang ada di Indonesia.

Mike menilai jika Para marshal sangat cakap dan cekatan dalam membersihkan permukaan lintasan, serta menunjukkan peningkatan kemampuan yang pesat sejak pertama dipekerjakan.

Salah satu kinerja cakap yang dimaksud adalah saat salah satu insiden besar terjadi, lebih tepatnya ketika bagian bawah motor pebalap Alex Rins mengeluarkan api.

Insiden tersebut meninggalkan cukup banyak oli di lintasan sehingga sesi red flag terpaksa dikibarkan. Namun, para marshal yang mayoritas diketahui sudah bertugas sejak World Superbike (WSBK) langsung bergerak cepat untuk menormalkan lintasan sirkuit.

“Mike Webb puas dengan kecakapan dan kecepatan marshal dalam memadamkan api, dan membersihkan permukaan lintasan dari bekas-bekas bensin dan oli,” jelas Priandhi Satria selaku Direktur Utama MGPA, dalam keterangan resminya.

Tim Balap Gresini Racing Jadi Duta Wonderful Indonesia di MotoGP 2022

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini