Tanaman Layu? Kenali Hara Makro dan Manfaatnya!

Tanaman Layu? Kenali Hara Makro dan Manfaatnya!
info gambar utama

#FutureSkillsGNFI

Halo GoodMates, beberapa dari kita pasti punya tanaman di rumah. Ada yang punya untuk koleksi (hiasan) atau memang suka merawat tanaman. Apapun alasannya, yang pasti punya tanaman di rumah bisa menghibur dan membuat kita fresh. TAPI, ada kalanya tanaman kita terlihat kurang segar dan kurang cantik. Biasanya, ini disebabkan tanaman kekurangan unsur hara.

Apa sih unsur hara itu? Menurut KBBI, unsur hara adalah zat yang diperlukan tumbuhan dan hewan untuk pertumbuhan dan kegiatan hidup lainnya. Jadi, unsur hara itu seperti modal untuk tanaman bisa tumbuh dengan baik. Unsur hara juga mempengaruhi penampilan tanaman, jadi semacam skincare-nya tanaman.

Apa saja macam unsur hara? Apa peran setiap unsur hara bagi tanaman?

Terdapat total 16 unsur hara yang diperlukan tumbuhan yang dibagi 2 menjadi unsur hara makro dan mikro. 

 

1. Unsur Hara Mikro

Mikro artinya besar, maka unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil. Peran hara mikro tidak memberikan dampak sebesar hara makro, tetapi tetap harus diperhatikan dan dicukupi. Unsur hara mikro terdiri dari boron (B), besi (Fe), tembaga (Cu), mangan (Mn), seng (Zn), molibdenum (Mo), dan Klor (Cl).

2.2.fmk2

2. Unsur Hara Makro

Makro artinya besar, maka unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar. Hara makro berdampak besar bagi pertumbuhan tanaman. Kekurangan hara makro akan berakibat fatal bagi kehidupan tanaman. Hara makro terdiri dari

- Nitrogen (N)

Nitrogen membentuk klorofil untuk proses fotosintesis, serta merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. Tanaman yang kekurangan unsur N akan menguning, keriput, dan kerdil. Tetapi, kelebihan hara N juga merugikan karena tanaman menjadi rimbun dan rentan terhadap hama dan penyakit. Tanaman rimbun menambah berat tanaman sehingga rentan roboh.

- Fosfor (P)

Fosfor menyusun enzim, protein, ATP (transfer energi), dan materi genetik (DNA/RNA - penentu sifat). Unsur P merangsang pertumbuhan akar, serta pemasakan biji dan buah. Kekurangan unsur P menyebabkan tanaman kekurangan protein, transfer enrergi terganggu, dan merusak sifat tanaman. Akibatnya, tanaman cenderung bermutu buruk, terutama pada buahnya. Ciri tanaman kekurangan fosfor yaitu pada tepi daun dan batang berwarna merah keunguan lalu menguning.

- Kalium (K)

Kalium berperan untuk memperkuat tanaman, baik dari segi daya tahan maupun kekokohan tanaman. Kalium juga pengatur fisiologi tanaman (fotosintesis, distribusi air dalam sel, buka-tutup stomata, dll.). Kekurangan Kalium menimbulkan bercak merah kecoklatan pada daun (seperti terbakar) lalu daun menggulung dan gugur.

- Karbon (C)

Karbon merupakan pembentuk tubuh fisik tanaman. Karbon didapatkan tanaman dari CO2 melalui udara. Karbon dibutuhkan untuk fotosintesis. Tanaman yang kekurangan karbon mengalami gangguan fotosintesis sehingga kesulitan menghasilkan oksigen, memasak makanannya, dan menurunkan kualitas hasil tanaman.

- Hidrogen (H)

Hidrogen dimanfaatkan dalam bentuk air, kation asam (H+), dan anion basa (OH-). Unsur H berperan membentuk senyawa organik dan membangun jaringan tanaman. Tanaman yang kekurangan ari (H2O) akan mengering dan fotosintesis terganggu.

- Oksigen (O)

Oksigen, karbon, dan hidrogen ketiganya saling berkaitan dalam proses fotosintesis. Oksigen adalah pembentuk seluruh senyawa organik. Oksigen diserap tanaman dalam karbon dioksida (CO2) bersamaan dengan karbon. Kurangnya oksigen mengurangi kandungan karbon dioksida sehingga fotosintesis terganggu.

- Kalsium (Ca)

Kalsium berfungsi untuk menguatkan, mengatur daya tembus, merawat dinding sel, serta membantu penyerapan nitrogen dan pertumbuhan bulu akar. Kalsium juga meningkatkan pH karena digunakan untuk pengapuran (CaCO3). Kekurangan kaslium mengganggu penyerapan nitrogen dan dinding sel melemah (tidak keras). Dinding sel yang lemah membuat tanaman tidak mampu menahan tubuhnya sehingga roboh.

- Magnesium (Mg)

Magnesium berperan sebagai penyusun klorofil, penunjang penyerapan dan pengangkutan fosfor, dan aktivator enzim. Kekurangan magnesium membuat turunnya enzim proses fisiologis tanaman lambat dan tidak dapat terjadi fotosintesis. Kekurangan kalsium memberikan gejala bercak kuning di permukaan daun tua.

- Belerang (S).

Belereang berperan sebagai penyusun protein dan vitamin, pembentuk lemak dan minyak, zat gula, atau karbohidrat. aktivator, kofaktor atau regulator enzim. Defisiensi (kekurangan) belerang membuat pertumbuhan melambat dan terganggu. Gejalanya dapat dilihat pada urat daun berwarna hijau muda.

 

GoogMates, penting untuk kita memberi takaran hara yang tepat supaya tanaman tetap cantik dan tumbuh optimal. Untuk mengatasi masalah kekurangan hara, dapat dilakukan pemberian pupuk sesuai kadar hara yang dibutuhkan. Tanaman terawat, sehat, dan cantik membuat kita tenang dan fresh.

 

Referensi: Situs Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara | Situs Kementan Balitbang | Situs Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak | Situs Bumikita

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini