Keistimewaan Anoa Sebagai Hewan Endemik Berstatus Spesies Kunci di Alam Sulawesi

Keistimewaan Anoa Sebagai Hewan Endemik Berstatus Spesies Kunci di Alam Sulawesi
info gambar utama

Sebagai hewan yang masuk dalam ordo dan spesies sama dengan kerbau, yakni Bubalus sp., belum banyak tahu jika anoa adalah jenis kerbau terkecil di dunia. Bahkan karena ukurannya yang terbilang kecil, anoa kerap disebut sebagai kerbau kerdil atau kerbau cebol.

Dalam spesies Bubalus, diketahui jika hanya tersisa 5 spesies keluarga kerbau yang masih hidup di dunia. Di mana dua spesies Anoa yang bersifat endemik di Indonesia tepatnya Sulawesi dan saat ini berstatus terancam punah (endangered), termasuk dua di antara 5 spesies tersebut.

Awalnya tak banyak informasi yang dimiliki dari anoa, karena jika dilihat dari morfologi bentuknya tidak menarik dan hanya serupa kerbau dengan ukuran yang kecil.

Namun berkat penelitian yang dilakukan oleh Abdul Haris Mustari selaku dosen sekaligus peneliti konservasi Sumber daya Hutan dari KLHK, terungkap bahwa anoa merupakan hewan yang memegang peran penting bagi kelangsungan ekosistem di alam bebas Sulawesi.

Diyakini Bisa Mengantar ke Surga, Kerbau Tana Toraja Bisa Dibanderol Rp1 Miliar

Mengenal dua spesies Anoa

Anoa dataran rendah (Merintia/Flickr)
info gambar

Memiliki banyak nama, tercatat jika setidaknya ada sebanyak 23 nama yang dimiliki oleh anoa di setiap daerah Sulawesi. Mulai dari Bantong di Sulawesi Utara, Lupu di Sulawesi Tengah, Kadue di Sulawesi Tenggara, Soko di Sulawesi Selatan, dan masih banyak lagi.

Terdapat dua spesies anoa yang asli berasal dari Sulawesi, yakni anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) dan anoa gunung (Bubalus quarlesi).

Anoa dataran rendah memiliki tinggi bahu berkisar antara 70-110 sentimeter, dengan bobot individu dewasa berkisar antara 80-100 kilogram. Sementara itu panjang tanduk dari anoa satu ini dapat umumnya berukuran 20-30 sentimeter, namun ada juga yang mencapai ukuran paling panjang sekitar 35 sentimeter.

Habitat aslinya berasal dari kawasan hutan Tolitoli, Tanjung Peropa, dan Morowali.

Sementara itu anoa gunung lebih kerdil lagi, tinggi bahunya berada di kisaran 60-70 sentimeter, dengan bobot individu dewasa berkisar antara 50-70 kilogram. panjang tanduknya secara umum juga hanya berada di kisaran 25 sentimeter.

Habitat aslinya banyak ditemukan di Pegunungan Latimojong, Pegunungan Luwu Utara, dan Gunung Gandang Dewata, Mamasa, Sulawesi Barat.

Anoa dikenal sebagai penghuni hutan sejati, mereka banyak dijumpai di hutan-hutan tropis primer Sulawesi yang jarang didatangi manusia. Mereka juga sangat sensitive terhadap kontak langsung dan gangguan manusia. Karenanya, jika sedikit saja terjadi penebangan liar, perburuan, dan konversi hutan, anoa cenderung peka dan akan segera menjauh.

Masa hidup hewan satu ini dapat mencapai usia 27 tahun, di mana kematangan dewasa untuk bereproduksi ada di kisaran 3-4 tahun. Individu betina akan melalui masa kehamilan sekitar 275–315 hari.

Anoa termasuk satwa ruminansia browser di mana lebih banyak mememakan dedaunan daripada rerumputan. Bagian tumbuhan yang dimakan anoa, sekitar 79 persennya merupakan daun, dan sekitar 20 persennya mencakup berbagai macam buah-buahan. Di antara spesies kerbau, genus Bubalus, anoa adalah spesies yang paling banyak mengonsumsi buah.

Berbeda dengan Kerbau Darat, Inilah Uniknya Kerbau Rawa Amuntai

Peran penting Anoa

Anoa di hutan
info gambar

Anoa merupakan salah satu jenis hewan yang istimewa, karena keberadaannya dalam ekosistem di alam liar Sulawesi memegang tiga peran sekaligus. Yakni spesies kunci (key species), spesies payung, dan spesies bendera (flagship species).

Disebut satwa payung karena sifatnya yang melindungi ragam kehidupan yang ada di sekitar mereka. Pasalnya, anoa merupakan satwa ungulata terestrial terbesar di Sulawesi dan memiliki wilayah jelajah luas. Apabila populasi Anoa terjaga berarti sama dengan menjaga semua spesies satwa dan tumbuhan yang ada di habitatnya.

Anoa juga termasuk satwa kunci (key species), karena makanannya terdiri berbagai jenis tumbuhan, baik daun maupun buah. Buah bersama biji yang dimakan Anoa akan tersebar ke seluruh kawasan hutan, tumbuh subur dan terpencar di tempat baru bersama feses yang mereka keluarkan.

Di saat bersamaan feses menjadi pupuk alam bagi tumbuhan, serta viabilitas biji tumbuhan hutan akan tinggi ketika terbuang bersama kotoran anoa.

Studi Abdul Haris menyebut, jika anoa mengonsumsi lebih dari 146 spesies tumbuhan, termasuk puluhan jenis buah. Banyak jenis tumbuhan yang regenerasi dan pemencaran bijinya tergantung anoa.

Anoa juga merupakan spesies bendera, karena keberadaannya sejak lama telah menjadi ikon konservasi serta dapat menarik perhatian publik di Sulawesi, nasional, dan internasional. Anoa telah lama menjadi duta dan maskot konservasi, dan maskot khusus di provinsi Sulawesi Tenggara.

Bahkan, nama anoa juga digunakan sebagai penamaan untuk berbagai produk kendaraan militer lapis baja yang dibuat oleh perusahaan produksi peralatan pertahanan yakni PINDAD.

Gagahnya Panser Anoa Amphibious di Habibie Festival

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini