Menanam Pohon, Menanam Kehidupan

Ahmad Rizki

Carangwulung

Menanam Pohon, Menanam Kehidupan
info gambar utama

Dalam keseharian manusia tidak bisa terlepas dari interaksi dengan lingkungan hidup. Lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang yang ada disekitar kita. Kombinasi antara makhluk hidup (biotik) dan makhluk tidak hidup (abiotik) itulah yang dinamakan lingkungan hidup. Mulai dari sesama manusia, dengan hewan peliharaan, dan tumbuh-tumbuhan merupakan bagian dari lingkungan hidup.

Sementara mayoritas masyarakat masih kurang paham terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Menebang pohon secara liar, membuang sampah sembarang seakan sudah menjadi hal wajar yang dilakukan dalam keseharian. Padahal dibalik kegiatan-kegiatan itu jika terus dilakukan akan memberikan dampak buruk pada hidup kita.

Lingkungan yang bersih, suasana yang asri adalah harapan semua orang tanpa terkecuali. Namun masih sedikit orang yang memiliki inisiatif untuk mewujudkan harapan tersebut. Pohon-pohon yang rindang akan memberikan suasana asri, mengurangi tingkat polusi, dan yang paling penting pohon-pohon ini yang berfungsi sebagai pengikat air tanah.

Didasari hal-hal tersebut, Kelompok 11 KKN-T Universitas Trunojoyo Madura mengadakan kegiatan penanaman pohon di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini melibatkan 14 orang kelompok KKN-T, karang taruna Dusun Segunung serta perangkat kampung adat Segunung.

Kegiatan berfokus pada penanaman dan penambahan varietas pohon yang belum ada di Dusun Segunung. Pohon yang ditanam adalah jenis pohon matoa, alpukat, manggis, yang semuanya berjumlah 15 bibit.

Pemilihan bibit pohon tersebut disebabkan pohon matoa memiliki batang pohon yang tidak terlalu besar, sehingga cocok ditanam di Dusun Segunung yang merupakan kawasan kaki Pegunungan Anjasmoro.

Selain itu, jika dilihat dari ketinggian dataran Dusun Segunung yang berada diketinggian 720 mdpl masih bisa untuk ditanami tumbuhan tersebut.

Kegiatan yang dilakukan tanggal 18 Juni 2022 itu sebagai wujud kepedulian kita terhadap alam yang sudah memberikan begitu banyak manfaat yang melimpah. Sedikit langkah kecil yang diharapkan memberi dampak yang nyata kelak dihari yang akan datang.

Lalu yang terpenting, semoga dari kegiatan ini mendorong dan memunculkan motivasi warga untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Pemimpin Kampung Adat Segunung, Supi'i, menyambut dengan baik kegiatan ini turut terjun langsung dalam kegiatan penanaman dan pemilihan lokasi.

"Saya sangat senang atas terlaksananya kegiatan ini dari inisiatif teman-teman mahasiswa. Semoga dari gerakan kecil ini, menjadi awal tumbuhnya kesadaran di masyarakat untuk menjaga lingkungan," harapnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Ahmad Rizki lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Ahmad Rizki.

Tertarik menjadi Kolumnis GNFI?
Gabung Sekarang

AR
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini