Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Pertama di Indonesia Segera Dibangun di Sanur

Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Pertama di Indonesia Segera Dibangun di Sanur
info gambar utama

Sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia dalam mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional, tentunya dibutuhkan strategi khusus. Salah satunya dengan menyiapkan kawasan dengan keunggulan ekonomi dan geostrategis untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, dan impor di Indonesia.

Sebelumnya Anda mungkin sudah mengenal istilah KEK atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dibangun untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah dan mendorong terwujudnya sebuah kawasan yang mampu membangun nilai tambah atas penguasaan teknologi dan sumber daya manusia.

KEK sendiri dikembangkan dalam beberapa sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi digital, serta maintenance repair dan overhaul.

Dalam pengembangan KEK, saat ini pemerintah tengah bersiap membangun KEK Sanur di Denpasar, Provinsi Bali, yang akan menjadi KEK Kesehatan pertama di Indonesia.

Menilik Progres Pengembangan KEK Likupang Sebagai Destinasi Super Prioritas

KEK Sanur

Pantai Sanur | Wikimedia Commons
info gambar

Pembangungan KEK Sanur menjadi salah satu jawaban atas tantangan saat ini di mana banyak masyarakat Indonesia lebih memilih mendapatkan perawatan kesehatan ke luar negeri karena adanya keterbatasan fasilitas kesehatan di Tanah Air.

Usulan pembangunan KEK Sanur rupanya telah disetujui oleh Dewan Nasional KEK yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pada Sidang Dewan Nasional KEK, Jumat (22/7/2022), dijelaskan bahwa penetapan KEK tersebut akan direkomendasikan kepada Presiden melalui Peraturan Pemerintah karena telah memenuhi persyaratan keberhasilan pengembangan KEK.

“Dengan ini, Dewan Nasional KEK menyetujui usulan KEK Sanur dan akan segera memfinalisasi Peraturan Pemerintah terkait dengan KEK Sanur,” jelas Menko Airlangga.

Disetujuinya usulan KEK Sanur ini juga diharapkan akan terjadi penghematan devisa, peningkatan ekonomi negara, juga peningkatan fasilitas kesehatan dalam negeri melalui transfer pengetahuan. Pendirian KEK Sanur juga diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja dan menghadirkan investasi baru.

Pada tahun 2030 mendatang, diharapkan sekitar 4-8 persen penduduk Indonesia yang sebelumnya berobat ke luar negeri mulai berobat ke KEK Sanur, dengan total pasien sekitar 123 ribu sampai dengan 240 ribu orang. Kemudian pada tahun 2045, diharapkan total penghematan devisa yang dihasilkan mencapai Rp86 trilun dan total penambahan devisa mencapai Rp19,6 triliun.

Nantinya KEK Sanur akan dirancang sebagai KEK Kesehatan dan Pariwisata. Adapun rencana bisnisnya meliputi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan klinik, akomodasi hotel dan MICE, etnomedicinal botanic garden, dan commercial center.

KEK Sanur diusulkan akan menempati lahan seluas 41,26 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp10,2 triliun dan target serapan tenaga kerja sebanyak 43.647 orang.

Didapuk Jadi KEK Baru, Mega Proyek Lido City Akan Serap 29 Ribu Tenaga Kerja

Memahami KEK di Indonesia

Secara umum tujuan dari pengembangan sebuah kawasan menjadi KEK guna mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta meningkatkan daya saing sesuai kondisi dan situasi di daerah tersebut.

Sarana pengembangan KEK terdiri dari beberapa aspek, mulai dari peningkatan penanaman modal melalui penyiapan kawasan dengan keunggulan geoekonomi dan geostrategis, optimalisasi kegiatan industri ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Lain itu juga untuk mempercepat perkembangan daerah melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk keseimbangan pembangunan antar wilayah, serta mewujudkan model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industri, pariwisata dan perdagangan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Di Indonesia sudah ada beberapa nama KEK Pariwisata tersohor seperti Mandalika dan Likupang yang memang diperuntukkan bagi kegiatan usaha pariwisata untuk mendukung penyelenggaraan hiburan dan rekreasi, pertemuan, pameran, dan aktivitas terkait.

Dengan kekayaan alam dan beragam jenis atraksi kelas dunia, begitu banyak potensi yang bisa dikembangkan dari sebuah daerah dan menjadi daya tarik wisata.

Kemudian ada juga KEK Industri, di mana fokusnya untuk kegiatan industri yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi, serta agroindustri dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri yang produksinya untuk ekspor atau kebutuhan dalam negeri.

KEK diharapkan dapat menciptakan keterkaitan yang kuat dan sinergi sub-sektor, dari industri kecil, menengah, sampai besar, dengan berbagai sektor ekonomi lain dan menjadikan KEK dapat berperan sebagai rantai pasok.

Per tahun 2022, ada 18 KEK di Indonesia seperti berikut ini:

  1. KEK Sei Mangkei
  2. KEK Tanjung Lesung
  3. KEK Palu
  4. KEK Mandalika
  5. KEK Galang Batang
  6. KEK Arun Lhokseumawe
  7. KEK Tanjung Kelayang
  8. KEK Bitung
  9. KEK Morotai
  10. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)
  11. KEK Sorong
  12. KEK Kendal
  13. KEK Singhasari
  14. KEK Likupang
  15. KEK Batam Aero Technic (BAT)
  16. KEK Nongsa
  17. KEK Lido
  18. KEK Gresik
Kebut Pembangunan, KEK Mandalika Butuh Ribuan Pekerja Lokal

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dian Afrillia lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dian Afrillia.

DA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini