Ekonomi RI di Kuartal II 2022 Tumbuh Signifikan, Tapi…

Ekonomi RI di Kuartal II 2022 Tumbuh Signifikan, Tapi…
info gambar utama

Ada kabar baik dari sektor perekonomian Indonesia. Di kuartal II 2022, Kementerian Keuangan melaporkan jika terjadi pemulihan ekonomi nasional yang semakin menguat. Bonusnya bukan hanya pemulihan, melainkan pertumbuhan yang terjadi secara bersama.

Lebih detail, PDB nasional kuartal II Indonesia 2022 berada di angka 3,72 persen. Namun jika dikalkulasi dengan pencapaian yang diraih pada kuartal I, total pertumbuhan hingga bulan Juni kemarin sudah berada di kisaran 5,4 persen (yoy).

Capaian tersebut melampaui prediksi dan ekspektasi pasar yang sebelumnya ditargetkan. Sementara itu, persentase konsumsi rumah tangga juga tumbuh sebesar 5,5 persen (yoy) pada periode yang sama.

Masih berdasarkan keterangan Kemenkeu, pertumbuhan konsumsi yang dimaksud nyatanya tidak terlepas dari peran APBN yang dioptimalkan.

Lebih Tinggi Dari Perkiraan Sebelumnya, ADB Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Inflasi membayangi

Meski situasi di atas dipastikan menjadi kabar baik, nyatanya ada beberapa kondisi yang membuat Indonesia tetap harus waspada. Kondisi yang dimaksud adalah ancaman krisis dan inflasi global yang sudah pasti terjadi. Bedanya, potensi inflasi kali ini diprediksi akan ‘menggila’, tidak hanya di Indonesia namun juga dunia.

Hal itu sebelumnya disampaikan sendiri oleh Presiden Jokowi, yang menyampaikan ‘curahatan’ dari para pemimpin dunia, lebih tepatnya para pemimpin negara anggota organisasi G7.

"Beliau-beliau menyampaikan, 'Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit. Terus kemudian seperti apa? Tahun depan akan gelap.' Ini bukan Indonesia, ini dunia, hati-hati," ujar Jokowi, mengutip CNN Indonesia.

Kondisi nyatanya, tingkat inflasi nasional dilaporkan memang sedang dalam tren yang meningkat, terutama dalam dua bulan terakhir.

Sebagai gambaran, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap jika tingkat inflasi Indonesia pada tahun kalender (Januari–Juni) 2022 berada di angka 3,19 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2022 terhadap Juni 2021), berada di angka 4,35 persen.

Meski begitu, angka di atas diketahui masih relatif terkendali dan lebih rendah jika dibandingkan tingkat inflasi negara lain. Misalnya Amerika Serikat (9,1 persen), Britania Raya (9,4 persen), rata-rata Eropa (8,6 persen), Singapura (6,7 persen), Thailand (7,7 persen), dan Filipina (6,1 persen), pada periode yang sama.

Ekonomi Dunia Tembus 100 Triliun Dolar AS Tahun ini, Di Mana Posisi Indonesia?

Jauh dari potensi resesi

Yang tak kalah menjadi perhatian, adalah perhatian masyarakat yang selama ini terpaku pada kondisi kebrangkutan Sri Lanka, dan khawatir Indonesia mengalami hal serupa seperti misalnya resesi.

Kekhawatiran tersebut setidaknya terjawab dengan hasil survei Bloomberg, yang menunjukkan kondisi sebaliknya. Survei yang dipublikasi pada pertengahan bulan Juli 2022 lalu menunjukkan, jika potensi resesi terbesar akan terjadi pada tiga negara yakni Sri Lanka (85 persen), Amerika Serikat (40 persen), dan China (20 persen). Sementara Indonesia, memiliki potensi resesi sebesar 3 persen saja.

Kembali ke dalam negeri, Kemenkeu memperkirakan perekonomian RI masih akan melaju dengan kuat. Hal tersebut lantaran indikator yang mencerminkan pergerakan ekonomi ke depan (leading indicators), masih menunjukkan laju pemulihan yang stabil.

Untuk saat ini, laju pertumbuhan ekonomi RI tahun 2022 yang diprediksi Kemenkeu berada pada kisaran 5,1-5,4 persen. Meski begitu, disebutkan bahwa konsistensi momentum pemulihan ekonomi di tahun ini merupakan kunci, agar perekonomian bisa melaju lebih tinggi di jangka menengah.

Punya Harapan, Begini Optimisme Masyarakat Terhadap Sektor Ekonomi RI

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini