Kisah Hidup Mata Hari, Agen Rahasia Perang Dunia I yang Pernah Hidup di Jawa

Kisah Hidup Mata Hari, Agen Rahasia Perang Dunia I yang Pernah Hidup di Jawa
info gambar utama

Pada 15 Oktober 1917, sebuah kendaraan abu-abu milik militer Prancis bertolak dari Penjara Saint-Lazare di Paris. Di dalamnya selain dua biarawati dan pengacara, terdapat seorang perempuan berusia 41 tahun.

Satu dekade sebelumnya, perempuan ini telah bersentuhan dengan orang-orang penting di berbagai ibu kota negara di Eropa. Bakat dan keterampilan dalam menari, membuatnya mampu menarik berbagai kekasih, termasuk menteri, pebisnis kaya, hingga jenderal.

Namun ketika Eropa dilanda Perang Dunia I, dunia wanita ini berubah. Dirinya yang mengira bisa bertahan dengan mengandalkan karisma, tetapi para pria berkuasa menginginkan sesuatu yang lebih darinya, yakni informasi.

Berita Independen dari Medan Perang Ukraina

Perempuan tersebut adalah Margaretha Geertruida MacLeod atau lebih dikenal dengan nama panggung Mata Hari. Wanita kelahiran Belanda, 7 Agustus 1876 ini dihukum karena menjadi mata-mata Jerman selama Perang Dunia I.

Dimuat dari Wikipedia, meski ada pernyataan tradisional bahwa Mata Hari memiliki darah Jawa. Namun para ilmuwan menyimpulkan bahwa dia tidak memiliki keturunan Asia atau Timur Tengah dan kedua orang tuanya adalah orang Belanda.

Kehidupan kecilnya yang menyenangkan berakhir saat ayahnya bangkrut dan pada tahun 1889, kedua orangnya bercerai. Bahkan dirinya pun dikeluarkan dari sekolah calon guru taman kanak-kanak karena skandal tak senonoh dengan kepala sekolahnya.

Pindah ke Jawa

Pada tahun 1895, Mata Hari yang baru berusia 19 tahun menikah dengan Kapten Rudolf Macleod. Pernikahan ini menuntut takdirnya pindah ke Jawa. Dirinya tinggal di Ambarawa, Jawa Tengah dan juga pernah tinggal di Sumatra.

Di Jawa, dirinya menemukan dunianya dengan belajar tarian Jawa dan juga gemar memakai sarung. Saat berkorespondensi dengan kawan dan kerabat, dia pun lebih sering menggunakan nama alias yakni Mata Hari.

Tetapi kehidupan di tanah jajahan, jauh dari membahagiakan. Anak lelakinya tewas, dirinya bercerai dengan suaminya karena gemar mabuk dan main perempuan. Namun takdir inilah yang membawanya memulai kehidupan baru sebagai spionase handal.

5 Hal Penting yang Akan Dibahas dalam Tourism Working Group G20 di Labuan Bajo

Takdir Mata Hari menjadi mata-mata diawali dengan kepindahannya ke Prancis. Pada 1905, dirinya ganti haluan menjadi penari erotis di Paris dan langsung terkenal. Mata Hari berpura-pura menjadi seorang putri Jawa.

Dirinya menyedot perhatian karena tubuhnya langsing serta tarian yang mengundang birahi. Mata Hari menjelma jadi sosok yang dikenal. Tidak heran, Mata Hari lantas memiliki hubungan intim dengan pejabat militer, politisi, dan orang-orang berpengaruh.

Kondisi inilah yang kemudian menyeret dalam dunia spionase. Ketika menjadi stripper di Berlin, agen rahasia Jerman merekrutnya. Mata Hari disebut sempat menjalani pelatihan di sekolah mata-mata Jerman di Antwerp, Belgia.

Legenda H21

Karena terkenal sering bepergian, maka Mata Hari tidak punya kesulitan untuk menyusup, termasuk dalam masa Perang Dunia I. Di banyak tempat dia melakukan affair dengan banyak orang penting, salah satunya ‘simpanan’ putra mahkota Jerman.

Selain jadi mata-mata Jerman, Mata Hari juga direkrut menjadi mata-mata Prancis, hal ini dia lakukan agar mendapat uang untuk bisa hidup bersama kekasihnya yang asal Rusia, Vladimir Masloff.

M15 mulai mencurigai aktivitas yang dilakukan oleh Mata Hari. Agen Rahasia Inggris itu lalu mengintrogasinya, namun tidak bisa memaksa Mata Hari untuk buka mulut. Sampai akhirnya Agen Rahasia Prancis berhasil menangkap dan mengintrogasinya.

Tweet Gedung Putih dan 'Hilangnya' Peran Sebuah Bangsa

Agen Rahasia Prancis menangkap Mata Hari karena diyakini sebagai The Greatest Woman Spy yang mesti bertanggung jawab atas kematian beribu-ribu tentara akibat informasi yang diberikannya.

Dia lalu diadili di pengadilan perang dan dieksekusi di hadapan regu tembak pada tanggal 15 Oktober 1917. Meskipun demikian, banyak yang mempermasalahkan eksekusi yang dilakukan kepada Mata Hari.

Statusnya sebagai double agent dengan orang bersalah masih dipertanyakan. Banyak yang menyebutnya dijadikan korban karena statusnya sebagai penari erotis. Namun, Mata Hari tetap layak dimasukan dalam catatan sejarah.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini