Meski Ditakuti, Babi Hutan ‘Bagas’ Ini Terkenal di Kalangan Pendaki

Meski Ditakuti, Babi Hutan ‘Bagas’ Ini Terkenal di Kalangan Pendaki
info gambar utama

Babi Hutan selama ini identik dengan kesan ganas, yang apabila sedang mengamuk, bisa membahayakan, menyebabkan cedera, bahkan pada beberapa kejadian menghilangkan nyawa manusia.

Tapi, kondisi sedikit berbeda muncul bagi babi hutan yang ada di Gunung Cikuray, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di wilayah gunung yang banyak jadi tujuan ‘muncak’ para pendaki tersebut, babi hutannya populer dan dikenal dengan sebutan Bagas.

Penamaan Bagas sendiri berasal dari kata Bagong Ganas, di mana Bagong merupakan istilah babi hutan dalam bahasa Sunda. Bagas selama ini dikenal kerap menghampiri para pendaki untuk ‘memalak’ makanan yang mereka bawa.

Meski tujuan utamanya bukan untuk menyakiti, namun Bagas disebut biasa mengejar atau mengendus tas hingga bawaan para pendaki untuk mendapat makanan.

Menurut keterangan para pendaki sendiri, sempat ada yang berani mendekati Bagas dan memberikan makanan langsung pada hewan tersebut. Meski tak sedikit juga yang masih terkejut saat Bagas muncul secara tiba-tiba dan lebih memilih berlindung dengan memanjat pohon.

Bisa Dihargai Rp30 Juta, Babi Jadi Hewan yang Disakralkan di Papua

Kepopuleran Bagas di kalangan pendaki

Di kalangan pendaki gunung Cikuray, cerita soal teror memalak makanan di tenda sudah jadi hal biasa. Umumnya, Bagas melancarkan aksi teror ketika para pendaki sedang tidur di malam hari. Hal tersebut biasanya dilakukan saat ada aroma makanan yang tercium dan mengundang perhatian.

Meski begitu, teror jahil dari babi hutan satu ini diyakini tak menyurutkan niat sejumlah pendaki untuk kembali menanjak ke puncak Gunung Cikuray. Bagi mereka yang sudah langganan menjajal gunung ini, keberadaan Bagas justru menjadi hal biasa.

Tak sedikit yang biasanya membagikan tips yang harus dilakukan agar aman dari teror jahil Bagas. Apabila tidak sempat berlindung di atas pohon, pendaki disarankan agar tidak panik dan tetap diam tenang saat berhadapan dengan hewan tersebut.

Disebutkan juga jika hingga saat ini belum pernah ada korban jiwa atau cedera akibat diserang Bagas. Seorang pendaki bernama Sandi Riswandi bahkan mengungkap, bagi mereka yang ingin bermalam lebih baik memasang tenda dekat puncak. Selain lebih aman, nyatanya di puncak Cikuray sendiri memang ada penjaga yang biasanya memerhatikan kondisi sekitar.

Babi Rusa, Hewan Endemik Sulawesi yang Kian Sulit Dijumpai

Karakteristik babi hutan

Bagas memang dikenal sebagai babi hutan yang cenderung tidak menyerang sampai menyakiti atau cedera. Namun penting bagi banyak orang khususnya pendaki untuk mengatahui karakteritsik dan bahaya dari babi hutan yang sebenarnya, terutama di kawasan bebas lain.

Sebagai hewan pemakan segala, bagian yang paling berbahaya adalah taringnya. Tak sedikit kejadian manusia yang tewas akibat luka setelah diseruduk oleh babi hutan. Apabila terseruduk oleh taring babi hutan, luka yang ditimbulkan bisa saja cukup dalam.

Mengutip Detik.com,babi hutan biasanya menyerang manusia karena pertemuan secara tiba-tiba yang menyebabkan hewan tersebut terkejut dan menyerang secara spontan. Biasanya bila manusia berada pada jarak serangan, maka babi hutan akan mempertahankan diri dan menyerang.

Tapi bila manusia yang berpas-pasan kabur dari jangkauan babi dengan memanjat pohon atau tiang, biasanya hewan tersebut akan pergi dengan sendirinya.

Kebun Binatang London Hadirkan "Babi Setan" Asli Indonesia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini