Selimut Panas Kawah Candradimuka Tempat Penempaan Kesaktiaan Gatotkaca

Selimut Panas Kawah Candradimuka Tempat Penempaan Kesaktiaan Gatotkaca
info gambar utama

Kawah Candradimuka ini menjadi objek wisata alam di Banjarnegara, Jawa Tengah yang cukup terkenal di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Meskipun tempat ini tidak cukup populer dibanding Kawah Sikidang dan Sileri Dieng.

Walau begitu tempat yang merupakan kawah aktif ini dikaitkan dengan hikayat Mahabharata. Konon kawah ini merupakan tempat lahirnya dan menimba kekuatan Gatotkaca, putra salah satu Pandawa, yaitu Bima.

Dalam epos Mahabharata, Gatotkaca dilahirkan dalam wujud raksasa. Kemudian Gatotkaca yang awalnya bernama Tetuka ini diasuh di kahyangan oleh Dewa Narada yang saat itu sedang digempur oleh Patih Sekipu dari Kerajaan Trabelasuket.

Patih tersebut diutus rajanya, Kalapracona untuk melamar bidadari yang bernama Batari Supraba. Tetuka kemudian dihadapkan sebagai lawan, namun semakin dihajar dirinya malah semakin kuat.

Tren Sepekan: Pesona Dieng hingga Danau Tertinggi Se-Asia Tenggara

Merasa malu Sekipu kemudian mengembalikan Tetuka kepada Narada untuk dibesarkan saat itu juga. Kemudian oleh Narada, Tetuka yang masih bayi dibawa ke Kawah Candradimuka yang sangat panas.

Para dewa kemudian melemparkan berbagai senjata pusaka ke dalam kawah, Beberapa saat kemudian, Tetuka muncul ke permukaan sebagai seorang lelaki dewasa. Segala jenis pusaka para dewa telah melebur dan bersatu ke dalam dirinya.

Tubuh Gatotkaca dicelupkan ke dalam kawah untuk menghilangkan sisi jahat yang ada di dirinya (sifat raksasa). Panasnya air di kawah ini pun membuat Gatotkaca menjadi gagah perkasa, memiliki otot kawat dan tulang besi.

Kawah Candradimuka

Dimuat dari Indonesia Kaya, ada sebuah kawah yang dinamakan sesuai dengan nama tempat penyucian Gatotkaca. Dinamakan seperti ini, karena suhu air di kawah ini bisa mencapai lebih dari 100 derajat celcius.

Bagi masyarakat arti dari nama Candradimuka diambil dari kata yaitu candra yang berarti bulan dan muka yang berarti wajah. Karena itu Candradimuka diibaratkan melihat bulan hanya satu di depannya saja tanpa melihat bulan di bagian belakang.

Kawah Candradimuka ini terbilang baru dijadikan sebagai kawasan wisata. Oleh pemerintah Banjarnegara, tempat ini baru dipromosikan sebagai tujuan wisata pada tahun 2001. Walau begitu banyak pengunjung yang tertarik ke tempat ini karena cerita legenda tersebut.

Di area Kawah Candradimuka tersebut siapa saja yang berkunjung dapat melihat kepundan dari jarak paling dekat bibir kawah. Kawah yang terbentuk dari retakan tanah ini selalu mengeluarkan gas belerang yang cukup pekat namun relatif aman.

Gua Semar, Tempat Pertapaan Soeharto Cari Wangsit untuk Jadi Pemimpin

Di tempat ini juga terdapat tiga kawah aktif. Sementara itu Kawah Candradimuka berada di bagian teratas, airnya begitu panas dengan uap yang mengepul. Sementara dua kawah lainnya di bawah, kawah belerang dan uap panas.

“Ini Kawah Candradimuka. Ada tiga kawah mas di sini dan ada sumber mata air dinginnya,” terang Nurudin penjaga Kawah Candradimuka saat itu yang diwartakan Merdeka.

Selain terdapat kawah, di sisi kanan Kawah Candradimuka juga terdapat sumber air Adem Semar. Airnya begitu jernih dan segar. Air ini sering dimanfaatkan para pengunjung untuk menghilangkan dahaga setelah perjalanan jauh.

Sumber mata air alami ini juga dipercaya berkhasiat memberikan efek awet muda. Karena itu banyak pengunjung yang tidak hanya ingin datang ke kawasan kawah, namun juga mencicipi kesegaran air alami tersebut.

Perjalanan menempa diri

Bila tiba di parkir tempat wisata, pengunjung harus menuruni anak tangga untuk mencapai ketiga kawah yang ada di sini. Meski tidak terlalu jauh, anak tangga menuju kawah cukup licin, ditambah dengan kabut yang keluar akibat panasnya kawah.

Relinda Puspita dalam Digembleng Menuju Kawah Candradimuka menceritakan pengalamannya bahwa jalan menuju tempat itu rusak parah, tetapi bukan karena berlubang atau berlumpur, namun tanjakan berbelok yang berlapis batu.

“Cocok untuk motor trail. Untunglah tidak hujan meskipun langit mendung,” paparnya.

Dirinya pun menyadari mengapa perjalanan ke kawah tersebut layaknya tempat penggemblengan para ksatria hebat. hal ini sudah terasa dari perjalanan yang memberikan tantangan yang berat.

Walau begitu, karena hawa yang begitu panas dan asap yang sering keluar. Kawah ini kurang cocok untuk pengunjung yang tidak fit atau badan kurang sehat. Karena itu perlu diperhatikan kondisi badan ketika berkunjung.

Potret Kelam Penjarahan dari Hilangnya 400 Candi Kuno Dieng

Namun, tempat ini cukup luas sehingga bisa memberikan jaminan untuk para pengunjung bisa menyaksikan langsung kekayaan alam, seperti gas belerang yang bisa dilihat dari berbagai sudut dengan jarak yang dekat.

Lokasi Kawah Candradimuka bisa diakses ketika baru berkunjung ke kawah sileri melewati desa Kepakisan, Pekasiran dan di lanjut menuju kawah dengan berjalan kaki. Bila ingin memudahkan kunjungan wisata bisa menggunakan jasa pemandu lokal.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini