Indonesia Punya Burung Endemik yang Bisa Menari Seperti Balerina

Indonesia Punya Burung Endemik yang Bisa Menari Seperti Balerina
info gambar utama

Menjadi rumah bagi lebih dari separuh spesies burung yang hidup di Indonesia, tak heran jika membahas keunikan burung yang ada di kawasan tersebut tidak ada habisnya. Bukan hanya terkenal karena keanekaragaman dengan masing-masing ciri khas, banyak juga spesies yang memiliki karakter unik, salah satunya burung Parotia.

Dilihat sekilas, burung parotia nampak tidak jauh berbeda dengan burung lain. Namun rupanya, dari segi karakteristik bersosialiasi khususnya menggaet pasangan, ada keunikan yang dilakukan oleh spesies satu ini.

Keunikan yang dimaksud adalah kemampuan menari layaknya ballerina. Mengapa mereka melakukan hal tersebut dan bagaimana sebenarnya wujud burung parotia?

Riwayat Burung Puyuh, Si Kecil yang Tangguh Melintasi Samudra

Parotia dari keluarga cenderawasih

Perlu diketahui, bahwa burung parotia ternyata masih berasal dari satu keluarga yang sama dengan burung endemik Papua lain, yakni Cenderawasih. Mereka berasal dari keluarga (famili) Paradisaeidae sp.

Lain itu, sebenarnya ada enam spesies burung parotia di dunia. Namun satu di antaranya bersifat endemik di Papua yakni Parotia sefilata.

Burung tersebut dikenal juga dengan nama global parotia barat atau parotia arfak. Lebih detail, spesies parotia satu ini ditemukan pada hutan pegunungan Vogelkop dan semenanjung Wandame di Provinsi Papua Barat.

Parotia Arfak pada dasarnya adalah burung cenderawasih dengan tubuh dan ekor berukuran sedang dengan panjang sekitar 33 sentimeter. Mereka bertahan hidup dengan mengonsumsi buah-buahan terutama jenis buah ara.

Pada parotia jantan, biasanya memiliki ciri bulu hitam dengan perisai dada berwarna hijau keemasan, dan memiliki bulu berwarna perak segitiga pada bagian mahkotanya.

Ciri unik lain yang terdapat pada bagian kepala burung parotia adalah keberadaan enam buah jambul-bulu yang nampak sepasang di bagian atas belakang masing-masing mata. Jambul bulu tersebut jika dilihat nampak seperti kawat yang ujungnya berbentuk oval.

Sama seperti spesies hewan lain yang biasanya memiliki perbedaan antar individu jantan dan betina. Pada burung parotia, individu betina mereka juga tidak memiliki rangkaian ciri unik seperti yang disebutkan di atas.

Ciri khas unik di atas hanya dimiliki oleh individu jantan. Sementara itu pada spesies betina biasanya polos dengan bulu berwarna cokelat di seluruh tubuhnya.

Mengenal Satu-Satunya Burung Endemik di Pulau Lombok dengan Mitos Petaka

Sang penari balerina

Parotia arfak | Dustin Chen/Flickr
info gambar

Poin menarik utama dari burung parotia arfak jantan adalah kemampuan mereka sebagai burung penari. Jika burung namdur memiliki kemampuan merancang sarang bak arsitek untuk menarik minat lawan jenis, tujuan sama dengan upaya berbeda dilakukan parotia.

Keunikan dan daya tarik yang dimiliki pada tubuh mereka rupanya secara alami bermanfaat sebagai daya tarik untuk memikat betina. Untuk melengkapi penampilan yang ada, parotia arfak jantan rupanya juga memiliki keahlian menari.

Tak heran, jika burung parotia banyak dikenal sebagai burung penari. Bagaimana cara mereka menari?

Disebutkan bahwa pada saat masa kawin, parotia jantan akan melakukan tarian mirip balerina yang bertujuan menarik perhatian individu betina. Uniknya sebelum beraksi, mereka lebih dulu membersihkan area ‘pertunjukan’ tari dari dedaunan atau ranting yang mengganggu pergerakannya.

Biasanya, parotia arfak jantan melakukan kebiasaan ini pada pagi atau sore hari. Kemudian ketika menari parotia jantan akan mengembangkan bulu-bulunya di sekeliling tubuh hingga menyerupai rok, dan meloncat-loncat serta menggerak-gerakkan kepala mereka.

Menurut David Attenborough yang mengamati fenomena tersebut, kebiasan membersihkan area pertunjukan diyakini bisa memengaruhi pilihan individu betina. Maksudnya, burung parotia betina akan lebih memiliki datang ke lantai dansa atau memilih pejantan dengan panggung tarian yang bersih.

Belum terlalu parah, menurut catatan IUCN saat ini populasi burung parotia Arfak masih berada di status least concern.

Namdur, Burung dengan Kemampuan ‘Arsitek’ Endemik Papua

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini