Mengenal Mallika, Kedelai Hitam Ikonik yang Ternyata Ciptaan Dosen UGM

Mengenal Mallika, Kedelai Hitam Ikonik yang Ternyata Ciptaan Dosen UGM
info gambar utama

Kedelai hitam mallika kini semakin populer setelah menjadi ikon dalam iklan kecap ternama di Indonesia. Kualitasnya yang nomor 1 berhasil meningkatkan pemasaran varietas kedelai yang satu ini. Namun, tak banyak yang tahu, ternyata mutiara hitam itu lahir dari tangan Setyastuti Purwanti, seorang dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Gajah Mada (UGM).

Berawal dari keresahannya terhadap kebijakan impor besar-besaran dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan kedelai, Setyastuti pun memulai penelitian terhadap calon benih kedelai hitam di Laboratorium Benih Faperta UGM dengan metode purifikasi.

Penelitian itu pun melahirkan kedelai hitam dengan varietas unggul yang dinamakan Mallika, dalam bahasa Sanskerta artinya kerajaan.

Tak lama pasca penelitian itu, Setyastuti bersama tim pembenihan Faperta UGM melakukan transfer teknologi produksi. Semenjak itu berhasil dilakukan pada 2001, mallika telah memajukan para petani kedelai di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sampai sekarang.

Pengusaha Indonesia Ini yang Pertama Bangun Pabrik Tempe di China

Budi daya mallika

Kedelai hitam | masa44/Shuttertsock
info gambar

Mula-mula pembudidayaan mallika dikembangkan ke para petani di Ciwalen, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Percobaan pertama ini sukses memperoleh benih 300 m2. Kemudian, penanaman berlanjut di Bantul dengan luas lahan 10 hektare pada 2003.

Pengembangan pun kian meluas, para petani mallika terus diberdayakan melalui pelatihan budidaya, pascapanen, dan bisnis, sehingga mampu memenuhi kebutuhan kedelai nasional.

Melansir situs Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, melalui SK Menteri Pertanian No.78/Kpts/SR.120/2/2007 yang terbit pada 7 Februari 2007, mallika resmi menjadi varietas unggulan nasional.

Di dalam mutiara hitam itu terkandung protein tinggi, daya simpannya juga lebih lama dibandingkan kedelai hitam lain. Dari keunggulan itulah, kedelai hitam pilihan ini dipercaya sebagai bahan baku produsen kecap terkemuka di tanah air.

Demi memenuhi permintaan mallika yang melambung tinggi, terutama dari industri kecap, Setyastuti sampai menggandeng 9.000 petani untuk menanam kedelai hitam itu. Agaknya iklan itu ada benarnya, mallika dirawat seperti anak sendiri sehingga menghasilkan kualitas terbaik.

Kedelai hitam ini diandalkan oleh banyak perusahaan top dalam dan luar negeri sebagai bahan baku produk mereka, termasuk Unilever. Transaksi jual beli pun dilakukan secara langsung tanpa tengkulak atau pihak ketiga. Para petani sangat diuntungkan karena bisa mematok harga tinggi. Kedelai hitam itu benar-benar telah menyejahterakan ekonomi ribuan petani kedelai di pulau Jawa.

Ketika Tempe Selamatkan Tawanan Belanda dari Kematian di Penjara Jepang

Asal usul kedelai

Mengutip Kemendag.go.id, menurut peninggalan arkeologi, kedelai telah dibudidayakan di kawasan Asia Timur sejak 3500 tahun lalu. Kala perdagangan dengan China sedang hangat-hangatnya, kedelai putih mulai dikenalkan ke Nusantara oleh para pedagang dari negeri tirai bambu itu.

Sementara itu, warga luar Asia baru mulai membudidayakan tanaman ini setelah 1910. Penghasil kedelai utama dunia dipegang oleh Amerika Serikat.

Umumnya spesies kedelai ada 2, pertama Glycine max, kedelai putih dengan warna biji kuning, agak putih, atau hijau. Dan kedua, Glycine soja yakni kedelai hitam dengan biji hitam pula.

Soal kualitas, dari dulu kedelai hitam memang lebih unggul dibandingkan kedelai lainnya, bahkan varietas ini pernah berjaya sebelum pertengahan abad ke-20. Produksi kedelai terus melonjak pada 2011 usai pemerintah memberlakukan kebijakan impor sampai 2,4 juta ton per tahun.

Tempeh Grenada, Kreasi Tempe Tak Biasa dari Kepulauan Karibia

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Afdal Hasan lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Afdal Hasan.

AH
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini