Ekonomi Bali Mulai Bangkit Berkat KTT G20

Ekonomi Bali Mulai Bangkit Berkat KTT G20
info gambar utama

Perhelatan KTT G20 dikabarkan berdampak positif terhadap kebangkitan ekonomi dan pariwisata Bali secara signifikan, setelah dua tahun belakangan memburuk akibat badai pandemi Covid-19.

Kedatangan wisatawan yang terus melonjak jelang puncak KTT G20, berhasil menaikkan pendapatan restoran di Bali lebih dari seratus persen. Rata-rata omzet yang diperoleh per hari diperkirakan sebesar Rp3 juta sampai Rp1 miliar, ungkap ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana, dikutip dari situs Anadolu Agency, Kamis (4/11/2022).

Tak hanya bisnis rumah makan yang mulai membaik, sektor sewa hunian di Bali pun turut mengalami perbaikan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya permintaan hotel dan vila sebesar 45,96 persen sejak Agustus 2022. Jumlah ini diprediksi bakal terus merangkak naik seiring mendekati puncak KTT G20 yang akan digelar pada 15-16 November 2022.

"Bagi kami biasanya November adalah bulan mati. Tapi, dengan adanya G20, itu menjadi berkah bagi kami,’’ ucap Gede Dananjaya, pemilik Siadja Gallery, Tanamas Villas, dan resto Ocin.

4 Lokasi Wisata yang Digunakan untuk Gelaran KTT G20

Situasi ini menunjukkan kondisi ekonomi Bali perlahan mulai bangkit dari keterpurukan, bahkan beberapa daerah unggul seperti Seminyak dan Canggu diduga telah normal kembali seperti saat pandemi Covid-19 belum melanda Bali.

“Jika pemilik modal sudah berani buka restoran hingga kafe, berarti mereka sudah percaya Bali telah bangkit,” terang Ida.

Di lain kesempatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan hal yang sama dengan Ida. Perekonomian Bali mulai membaik sejak Januari 2022 berkat penyelenggaraan KTT G20. Hampir setiap pertemuan terkait forum ini diadakan di pusat ekonomi Bali, seperti Pulau Dewata, Nusa Dua, dan Ubud.

‘’G20 menjadi pendorong utama bagi bangkitnya Bali. Saat pandemi terjadi, ada banyak bisnis yang tutup, termasuk restoran dan kafe karena sepi pembeli. Jadi, mereka (pemilik usaha) harus mengurangi beban biaya,’’ ujar Trisno.

Di luar aspek peningkatan ekonomi, pagelaran KTT G20 juga ikut berperan dalam membangun kembali citra Bali di mata dunia.

Ratusan jurnalis dari 26 negara akan hadir untuk memberitakan Bali secara besar-besaran. Ini momen yang tepat untuk mengabarkan kepada masyarakat seantero dunia bahwa pariwisata Bali sudah aman untuk dikunjungi.

Indonesia Akan Operasikan Robot Pengaman Senilai Rp170 Miliar di KTT G20 Bali

Kondisi ekonomi Bali

Pandemi Covid-19 cukup menghancurkan ekonomi Bali sebagai daerah dengan pendapatan terbesar berasal dari industri pariwisata, bahkan pertumbuhannya sempat berada di minus 9,31 persen yoy (year over year) pada 2020, dikutip dari CNBC Indonesia. Kebijakan larangan berpergian dan penutupan sejumlah titik keramaian, terutama tempat wisata, seakan 'mematikan' ekonomi Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Bali Trisno Nugroho pernah menyampaikan, kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara turun sampai 99% pada kuartal pertama 2021. Hanya 384 ribu orang yang berkunjung ke Bali, padahal di 2020 jumlahnya sampai 1,21 juta orang.

Tak hanya itu, efek pandemi juga meningkatkan angka pengangguran di Bali akibat maraknya pemutusan hubungan kerja.

Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk kembali menghidupkan perekonomian Bali, bahkan Menko Investasi dan Kemaritiman pernah mendorong program bekerja dari Bali bagi Aparatur Sipil Negara.

Ngarai Beji Guwang, Wisata Adventure Tersembunyi Di Bali

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Afdal Hasan lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Afdal Hasan.

AH
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini