Investasi Rp68,6 Triliun Turki ke RI: Kerja Sama LHK hingga Bidang IPTEK dan Infrastruktur

Investasi Rp68,6 Triliun Turki ke RI: Kerja Sama LHK hingga Bidang IPTEK dan Infrastruktur
info gambar utama

Bukan hanya meraih kesepakatan kerja sama dan pendanaan dari sektor lingkungan di konferensi perubahan iklim atau COP27. Hasil yang sama nyatanya juga diperoleh Indonesia dari gelaran KTT G20 yang berlangsung di Bali, salah satunya dengan Turki.

Pada Senin (14/11/2022), Pemerintah Indonesia dan Turki menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di bidang lingkungan dan Cooperation Agreement (CA) di bidang kehutanan.

Adapun naskah perjanjian masing-masing ditandatangani oleh Siti Nurbaya selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Dan Menteri Luar Negeri Republik Turki MEVLÜT ÇAVUŞOĞLU, beserta Menteri Pertanian dan Kehutanan Turki, VAHIT KİRİŞCİ.

Gelontorkan Dana Fantastis, Ini Negara dengan Investasi Terbesar di Indonesia

Detail Mou dan kesepakatan kerja sama di bidang LHK

Kesepakatan kerja sama Indonesia dan Turki di bidang LHK | menlhk.go.id
info gambar

Disebutkan bahwa kerja sama yang dilakukan ini bertujuan untuk mempromosikan dan memperkuat hubungan kedua negara dalam mengurangi permasalahan polusi. Lain itu diatur juga target untuk memastikan kelestarian lingkungan hidup melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Lebih detail, ruang lingkup kerjasama di bidang lingkungan mencakup pengelolaan, produksi bersih, dan konsumsi berkelanjutan. Bukan hanya itu, ada juga upaya pemeliharaan keanekaragaman hayati dan kawasan lindung dan sistem informasi lingkungan.

Sementara untuk kerja sama Cooperation Agreement di bidang kehutanan, program ini bertujuan untuk menggencarkan perlindungan sumber daya alam. Disepakati berbagai upaya untuk memerangi deforestasi dan kebakaran hutan, pengendalian erosi, serta konservasi dan rehabilitasi hutan yang ada.

Baik Indonesia maupun Turki, keduanya sepakat untuk bekerja sama atas dasar kesetaraan, timbal balik, dan saling menguntungkan. Adapun ruang lingkup kerja sama yang akan dilakukan mencakup kehutanan dan rehabilitasi lahan, pengelolaan DAS terpadu, dan konservasi serta rehabilitasi mangrove.

Lain itu ada pula arah untuk melakukan upaya penanggulangan karhutla, degradasi lahan, pengelolaan hutan berkelanjutan, konservasi spesies, dan lain-lain.

Nantinya, pelaksanaan kerja sama akan dilakukan dalam bentuk pertukaran informasi teknis. Ada juga pertukaran staf baik berupa tenaga ahli, konsultan, serta personel yang akan melalui peningkatan kapasitas melalui penyelenggaraan lokakarya secara bersama.

Indonesia Unjuk Peningkatan Hasil Upaya Hadapi Krisis Iklim di COP27

Investasi bus listrik dan bisnis lainnya

Investasi bisnis Turki ke Indonesia | pu.go.id
info gambar

Di sisi lain, kedatangan Turki ke Indonesia untuk gelaran KTT G20 tidak hanya mendatangkan kesepakatan kerja sama untuk pemeliharaan lingkungan. Dari segi teknologi yang juga berpengaruh secara tidak langsung, negara Timur Tengah tersebut juga membawa kesepakatan investasi untuk memproduksi bus listrik.

Detail investasi yang diberikan Presiden Turki yakni Recep Tayyib Erdogan disebut mencapai nilai 1,2 miliar dolar AS, atau setara Rp18,7 triliun.

Nantinya, bus listrik tersebut akan diproduksi secara bersama oleh Indonesia dan Turki di tanah air. Adapun pihak ketiga yang akan terlibat dalam proses produksinya yakni pabrikan bus listrik Karsan dari Turki dengan PT. Schahmindo Perkasa (Credo Group) dari Indonesia.

Bukan hanya itu, kesepakatan bisnis lainnya juga terjalin untuk bidang infrastruktur senilai 3,2 miliar dolar AS atau setara Rp50 triliun, untuk pembangunan ruas jalan tol Trans Sumatra.

Jika ditotal, nilai investasi yang digelontorkan Turki untuk Indonesia berada di angka 4,4 miliar dolar AS atau setara Rp68,6 triliun.

Setelah kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani, kini fokus pemerintah adalah untuk segera merealisasikan kesepakatan yang terbentuk, sekaligus berupaya untuk mendorong kesepakatan-kesepakatan bisnis lain yang masih dalam pembahasan.

"Ada sejumlah kesepakatan penting antar dunia usaha yang selama ini kita dorong dan sudah dalam proses finalisasi. Namun baru dua kesepakatan ini yang sudah siap ditandatangani," jelas Lalu M Iqbal, selaku Duta Besar Indonesia untuk Ankara Turki, mengutip Kontan.

COP27: Indonesia Terima Komitmen Pembiayaan Rp6,3 Triliun untuk Atasi Krisis Iklim

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Siti Nur Arifa lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Siti Nur Arifa.

Terima kasih telah membaca sampai di sini