Ketahui Bagaimana Penularan, Gejala, dan Pencegahan dari Penyakit TBC Paru

Ketahui Bagaimana Penularan, Gejala, dan Pencegahan dari Penyakit TBC Paru
info gambar utama

TBC. Penyakit yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Layaknya penyakit jantung atau diabetes, TBC juga tergolong sebagai penyakit berbahaya.

Setidaknya ada 1,5 juta orang di seluruh dunia yang meninggal karena TBC di tahun 2020.

TBC ini berada di urutan ke-13 sebagai yang paling banyak memakan korban jiwa. Bahkan, tingkat penyebaran infeksinya berada setingkat di bawah COVID-19 yang merupakan penyakit paling infeksius nomor satu di dunia.

Lalu, bagaimana di Indonesia?

Mengacu pada data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), selama tahun 2021, ada 385.295 kasus tuberkulosis di Indonesia. Mayoritas penderitanya adalah orang-orang di umur produktif.

Memahami Gejala, Pengobatan, dan Komplikasi yang Berisiko Dialami Pasien Diabetes

Penularan TBC

benzoix (Freepik)
info gambar

TB atau kerap disebut juga TBC adalah penyakit yang menyerang paru-paru. Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri TBC ini bisa menyebabkan batuk kronis hingga gangguan pernafasan. Selain ke paru-paru, bakteri ini juga berpotensi untuk menular ke bagian tubuh lain seperti tulang, usus, otak, hingga kelenjar getah bening.

Penyakit TBC bisa menular dengan droplet atau percikan liur melalui perantara udara. Ketika bersin atau batuk, maka penderita TBC akan berpotensi menularkannya kepada orang sekitar.

Setidaknya, ada macam penularan TBC. Yaitu TBC akut dan TBC laten.

TBC Laten

Yaitu penularan ketika seseorang menghirup droplet dari penderita tuberkulosis, namun imun tubuh dalam keadaan baik. Sehingga bakteri pun tidak bisa berkembang biak karena “kalah perang” dengan sistem imun.

Meskipun kalah, bakteri ini tetap berada di dalam tubuh.

TBC laten ini tidak menimbulkan gejala apapun. Orang yang terinfeksi TBC laten juga tidak berpotensi untuk menularkannya kepada orang lain.

Namun, penting untuk Anda melakukan pemeriksaan ketika setelah kontak dengan orang yang mengalami TBC. Sebab, suatu saat bakteri tersebut bisa aktif saat imun tubuh lemah.

TBC Aktif

Bila virus TBC tersebut sudah masuk ke tubuh, lalu sistem umum dalam keadaan lemah, maka yang terjadi adalah TBC aktif. Atau ketika bakteri dalam tubuh seseorang penderita TBC laten sudah mengalahkan imun tubuh, maka statusnya menjadi TBC aktif.

Bahkan, mayoritas penyakit TBC aktif ini disebabkan karena sudah terinfeksi TBC laten.

Kalau sudah berstatus TBC aktif, maka penderita akan mengalami gejala-gejala tuberkulosis. Virusnya pun akan dengan mudah menular lewat udara.

Penderita tuberkulosis aktif juga sebaiknya menggunakan masker ketika bepergian ke luar. Hal ini menghindari agar droplet tidak tertular ke orang lain.

Maraknya Anak-anak yang Kena Gagal Ginjal, Waspadai Gejala Ini!

Gejala TBC

jcomp (Freepik)
info gambar

Gejala tuberkulosis sendiri beragam. Mulai dari yang ringan hingga berat. Menurut Kementerian Kesehatan, setidaknya ada beberapa gejala paling menonjol dari TBC :

  • Batuk yang disertai dahak dengan durasi lebih dari 2 minggu. Terkadang bisa bercampur dengan darah.
  • Lemas terus menerus
  • Sakit dada
  • Nafsu makan rendah
  • Meriang selama satu bulan lebih
  • Berat tubuh terus turun
  • Keringat dingin saat malam tanpa sebab

Kalau dari gejala di atas sudah Anda alami, maka mutlak untuk Anda memeriksakan diri ke dokter.

Seluk-Beluk Hepatitis Misterius yang Curi Perhatian Dunia, Apa Penyebabnya?

Cara Mencegah TBC

Freepik (Freepik)
info gambar

Benteng utama untuk pencegahan virus TBC adalah vaksinasi Bacillus Calmette-Guerin atau BCG. Di Indonesia, sebenarnya vaksin ini sudah menjadi imunisasi wajib untuk bayi usia 2 bulan.

Tapi kalau Anda belum menerimanya, bisa segera daftarkan diri di puskesmas tanpa perlu dipungut biaya. Melansir dari halodoc.com, setidaknya efektivitas vaksin ini akan maksimal hingga seseorang berusia 35 tahun.

Selain itu, Anda bisa terapkan hal ini agar terhindar atau tidak menularkan TBC :

  • Kuatkan sistem imun tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang dan berolahraga
  • Biarkan cahaya matahari masuk ke tempat tinggal agar bakteri terbunuh oleh sinar UV. Bersihkan pula tempat tinggal Anda secara teratur.
  • Tutup mulut saat bersin atau batuk.
  • Kurangi kontak dengan penderita dan segera melakukan testing sedini mungkin kalau ada sudah terlanjur.
Menyebar ke Eropa dan Amerika Serikat, Apa Itu Penyakit Cacar Monyet?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini