Deretan Fakta Menarik Bakso, Dari soal Daging Babi hingga Bentuk yang Tak Selalu Bulat

Deretan Fakta Menarik Bakso, Dari soal Daging Babi hingga Bentuk yang Tak Selalu Bulat
info gambar utama

Ada sejumlah fakta menarik bakso yang perlu diketahui oleh para penikmatnya.

Makanan Indonesia apa yang paling digemari masyarakatnya? Salah satu jawaban yang mungkin terlontar adalah bakso.

Tidak salah, memang. Faktanya, bakso memang punya banyak penggemar. Orang Indonesia dari berbagai kalangan sangat lazim menyukai santapan bola-bola daging satu ini.

Selain penggemar, penjualnya pun banyak. Bakso dapat ditemukan di berbagai penjuru Indonesia. Makan bakso seakan bisa dianggap sebagai pengalaman yang membuat seseorang sah menjadi orang Indonesia.

Di balik kelezatannya, bakso menyimpan beragam cerita unik. Berikut GNFI sajikan sederet fakta menarik bakso yang tentu perlu diketahui oleh para penikmatnya!

Ketika 'Abang Tukang Bakso' Sambut Presiden Indonesia

1. Berasal dari China

Boleh saja kalau ada yang bilang bakso adalah makanan Indonesia. Hanya saja, perlu dipahami bahwa sejarah mencatat bakso sebagai makanan yang berasal dari China.

Laman Majalah Kelasa milik Kemendikbudristek mencatat bahwa bakso ditemukan oleh orang bernama Meng Bo yang hidup bersama ibunya di Fuzhou pada awal abad ke-17 saat Dinasti Ming berkuasa. Kondisi sang ibu yang sedang sakit membuatnya punya ide untuk membuat bakso.

Ceritanya, ibu Meng Bo yang tua dan sakit membuatnya tidak mampu mengunyah daging. Meng Bo kemudian melihat tetangganya sedang membuat mochi berbentuk bola-bola kecil dari tepung ketan dan itu memberinya ide untuk mengolah daging dengan cara serupa.

Meng Bo mencampur daging giling dengan tepung terigu lalu dibentuk bulat dan direbus untuk disajikan dengan kuah. Dari sini, ditemukanlah makanan yang kini dikenal sebagai bakso. Rasanya yang enak membuat makanan karya Meng Bo semakin dikenal luas.

2. Awalnya dari daging babi

Sudah banyak diketahui bahwa makanan yang masuk ke Indonesia dari China aslinya banyak yang menggunakan daging babi. Dengan kondisi di mana sebagian besar masyarakat Indonesia adalah Muslim yang tidak diperbolehkan mengonsumsi babi, banyak makanan dari China yang kemudian mengganti bahan daging babi dengan daging lain agar bisa dinikmati banyak orang.

Hal yang sama berlaku pada bakso. Sejarah bakso yang awalnya menggunakan daging babi bisa dilihat dari nama bakso itu sendiri. Dalam bahasa China dialek Hokkian, kata "bak" artinya adalah daging, lebih khusus lagi "daging babi." Arti khusus tersebut merujuk pada sejarah awal kata itu digunakan. Mulanya, makanan dengan nama berawalan "bak" memang dibuat dari daging babi.

Di Indonesia, selain bakso ada pula makanan dengan nama berawalan "bak" lain seperti bakpau dan bakpia. Seperti bakso, bakpia dan bakpau awalnya juga dibuat dari daging babi, lalu bahan tersebut diganti setelah masuk ke Indonesia.

Oleh karena itu, menyebut makanan yang tidak terbuat dari daging babi dengan nama berawalan "bak" bisa jadi kurang. pas dari segi bahasa. Akan tetapi, hal ini sudah dianggap lumrah dan tidak dipermasalahkan.

3. Punya banyak varian

Hidangan bakso di Indonesia dikenal punya banyak varian. GNFI secara khusus pernah membahas mengenal hal ini dalam artikel berjudul Aneka Varian Bakso di Indonesia dan Ciri Khasnya.

Setiap varian bakso punya ciri khas tertentu. Inilah yang membuat bakso turut mewarnai keragaman budaya kuliner Indonesia.

Varian bakso paling terkenal di antaranya adalah bakso Malang yang punya ciri khas pangsitnya serta isian yang variatif. Ada pula bakso cuanki dari Jawa Barat yang menggunakan isian yang digoreng.

Adapun varian yang biss dibilang paling mudah ditemui adalah bakso Solo dan Wonogiri. Varian tersebut layak disebut sebagai bakso dengan wujud yang paling umum.

Ada pula varian bakso yang menggunakan daging ikan sebagai bahan utamanya. Contoh bakso ini adalah bakso ikan ekor kuning khas Kepulauan Karimunjawa. Di sana banyak ikan ekor kuning yang ditangkap nelayan. Masyarakat kemudian mengolahnya dengan cara dijadikan bakso.

Mencicipi Walang Sangit, Hama Padi yang Disulap Menjadi Sambal Lezat

4. Dikenal di banyak negara

Setiap negara punya baksonya sendiri-sendiri. Ya, makanan berupa bola daging memang banyak macamnya dengan masing-masing ciri khasnya.

Namun untuk bakso ala Indonesia sendiri juga ada di luar negeri. Sejumlah restoran Indonesia di berbagai negara menyajikan bakso sebagai menunya.

Salah satunya adalah Pino's Warung. Restoran satu ini terletak di London, Inggris dan sangat terkenal sebagai restoran yang menyajikan aneka makanan khas Indonesia.

Pino's Warung tak ketinggalan menyediakan bakso. Untuk bisa menikmati bakso di tengah kota London di Pino's Warung, kita perlu mengeluarkan uang sebesar 9 poundsterling untuk setiap mangkoknya.

5. Tidak selalu bulat

Sejak ditemukan oleh Meng Bo, bakso sudah berbentuk bulat. Lazimnya bakso pun memang demikian adanya. Namun, bentuk bakso yang bulat tidaklah mutlak karena faktanya ada pula bakso yang dibuat dengan bentuk lain.

Di Pontianak misalnya. Kota tersebut terkenal dengan bakso gepengnya. Sesuai namanya, bakso dibuat dan disajikan tidak dalam berbentuk bola, melainkan bulatan pipih. Sedangkan untuk bahan pembuatnya tidak berbeda dengan bakso lain.

Pelaku usaha bakso juga bisa dengan sengaja menyajikan bakso dengan bentuk yang unik dan tidak biasa demi mengundang daya tarik dan membuat bakso yang dijualnya berbeda dengan yang lain. Salah satunya adalah bakso barbel.

Bakso barbel dikenal sebagai menu yang disajikan oleh kedai bakso milik mendiang Agung Hercules. Bakso tersebut tidak berbentuk bulat, melainkan seperti barbel yang biasa digunakan untuk olahraga angkat beban.

Bentuk bakso yang dibuat menyerupai barbel berkaitan dengan latar belakang sang pemilik kedai. Semasa hidupnya, Agung Hercules merupakan penyanyi yang bertubuh atletis dan kerap menggunakan barbel sebagai salah satu propertinya saat manggung.

6. Sering dikaitkan dengan aktivitas intelijen

Ada mitos yang beredar di masyarakat bahwa intelijen kerap beroperasi dengan menyamar sebagai penjual bakso keliling. Oleh karena itu, bakso kerap menjadi lelucon di internet yang kerap dilontarkan apabila warganet sedang mendiskusikan atau mengomentari suatu isu sensitif.

Intelijen memang bisa menyamar menjadi apa saja. Namun warganet paling sering bercanda apabila tukang bakso yang sebetulnya intelijen suka mangkal di depan rumah orang yang baru saja mengomentari isu sensitif.

"Di depan rumah ada tukang bakso, nggak?" Begitulah kira-kira leluconnya.

Hal lucu lainnya adalah konon bakso yang dijual oleh intelijen biasanya harganya murah dan rasanya tidak enak. Ini mungkin karena intelijen memang tidak memikirkan keuntungan dari menjual bakso dan skill memasak baksonya pun tidak mumpuni seperti tukang bakso yang asli.

Kursi Asal Wonogiri Ini Go Internasional ke Korea Selatan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

AR
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini