Ketika 'Abang Tukang Bakso' Sambut Presiden Indonesia

Ketika 'Abang Tukang Bakso' Sambut Presiden Indonesia
info gambar utama
  • Presiden Joko Widodo disambut nyanyian Abang Tukang Bakso dalam lawatannya ke Australia, 9-10 Februari 2020.
  • Lagu tersebut dinyanyikan oleh siswa-siswi Scott's Head Public School.
  • Abang Tukang Bakso dipilih karena merupakan lagu favorit mereka.

Ada yang berbeda dari kunjungan presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Australia, 9-10 Februari lalu. Pria berusia 58 tahun tersebut disambut dengan nyanyian Abang Tukang Bakso oleh siswa-siswi SD setempat, dengan penuh keceriaan dan semangat.

Murid-murid yang menyanyikan lagu tersebut bersekolah di Scott's Head Public School. Dari unggahan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, di twitter (12/2/2020) terlihat lagu ciptaan Mamo/Agil itu dinyanyikan oleh para murid secara serempak

"Selamat pagi. Kami murid-murid Scott's Head Public School mengucapkan selamat datang Pak Jokowi di Australia," ucap mereka, dikutip dari KOMPAS.com (16/2/2020).

Meski begitu, nyanyian ini tidak ditampilkan secara langsung untuk menyambut presiden Jokowi. Bentuk sambutan ini adalah rekaman yang ditujukan sebagai ucapan selamat datang.

Pernyataan tersebut dikatakan oleh Murtala, pria pengunggah video yang bekerja sebagai guru bantu Bahasa Indonesia di Scott's Head Public School.

"(Video) itu direkam hari Senin (10/2/2020) pagi. Kami tidak tampil," ungkapnya, masih dikutip dari KOMPAS.com. Ia juga menuturkan video itu tanpa penyuntingan dan dikirimkan ke ABC, yang juga diunggah oleh Gary Quinlan.

Murtala melanjutkan, lagu Abang Tukang Bakso dipilih lantaran menjadi lagu favorit para murid. Bahkan saat jam pelajaran, para murid berkesempatan mencicipi olahan daging berkuah, dan membuat gerobak bakso dari bambu.

Scott;s Head Public School merupakan sekolah yang berjarak sekitar 8 jam perjalanan dari Canberra. Sekolah tersebut menampung 120 anak, yang terbagi dari TK sampai kelas 6 SD.

Referensi: suara.com | kompas.com | sindonews.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini