Romantika Masa Silam, Belanda Serius Garap Wisata Sejarah di Kota Depok

Romantika Masa Silam, Belanda Serius Garap Wisata Sejarah di Kota Depok
info gambar utama

Belanda memiliki keterkaitan erat dengan Kota Depok sejak berabad-abad silam. Karena itu pemerintah Belanda sepertinya tidak main-main ingin berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok untuk menggali potensi wisata sejarah di kawasan tersebut.

“Saya sudah dua kali mengunjungi Kota Depok, suatu kehormatan yang besar karena Belanda dan Depok ada hubungan yang kuat terhadap peninggalan sejarah,” kata Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns dalam keterangannya yang dilansir dari Antara, Kamis (01/12/2022).

Peristiwa Tragis Gedoran: Ketika Pekik Merdeka Tidak Bergema di Kota Depok

Dikatakannya, pemerintah Belanda ingin menjalin hubungan dengan Pemkot Depok untuk menggali potensi wisata sejarah. Dia juga mengajak sektor wisata, akademisi, dan masyarakat untuk bersinergi bersama dalam mengembangkan potensi wisata di Depok.

“Kami ingin semuanya punya peran agar peninggalan sejarah bisa lebih menarik,” ujar Dubes yang fasih berbahasa Indonesia tersebut.

Pria yang lahir di Bogor, Jawa Barat ini pun berharap rencana ini dapat terealisasi sehingga masyarakat di Kota Depok dapat bangga, karena memiliki tempat khusus yang dapat dimanfaatkan untuk wisata sejarah Belanda.

Kolaborasi dengan Pemkot

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono yang menemai Duta Besar Grijns mengunjungi Rumah Cimanggis yang merupakan rumah asli peninggalan Belanda menyatakan pengembangan kawasan Depok Lama akan dilakukan dengan beragam tahap.

Dia mengungkap melalui kolaborasi, revitalisasi, elaborasi sister city antara Kota Depok dan Kota di Belanda, hingga penyelenggaraan Festival Budaya Belanda di Depok yang mengadopsi kegiatan Festival Drama Depokkers (A Colonial Tale Unravels) di Belanda.

Menurutnya dalam merealisasikan peningkatan peninggalan sejarah Belanda, perlu mendapat dukungan dari semua pihak, baik komunitas, akademisi, unsur masyarakat serta media massa.

Balada Pondok Cina: Tempat Singgah Orang Tionghoa ketika Terusir dari Depok

“Untuk peningkatan potensi sejarah Belanda ini tentunya butuh bantuan semua pihak agar keberadaannya dapat terus dikenal dan terjaga,” katanya.

Imam Budi menambahkan sejumlah peninggalan sejarah Belanda di Kota Depok dan bisa menjadi wisata sejarah adalah Stasiun Depok Lama, bangunan di sekitar Jalan Pemuda, Rumah Cimanggis, hutan raya, 23 situ, dan tiga sungai besar.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Depok, TM Yusufsyah Putra mendukung pengembangan kota bersejarah Depok. Menurutnya perhatian dan kesungguhan ini dapat menjaga dan mengembangkan kawasan sejarah.

Rasa optimis

Sementara itu, ahli sejarah Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Boy Loen menyatakan optimistis atas inisiatif Pemerintah Kota dan DPRD Depok untuk berkolaborasi bersama kalangan kampus.

Diketahui beberapa kampus dari UI, UIII, IPB, Trisakti hingga alumni Rotterdam Belanda akan mengambil bagian dari penelitian dan pengembangan potensi heritage di kawasan Depok Lama.

Boy yang berasal dari marga Loen dan merupakan generasi ke-8 Koem Depok atau yang kerap dipanggil Belanda Depok mengatakan belanda Depok dalam sejarahnya memiliki tanah luas dan menjadi orang berada.

Asal-Usul Depok, Kota Satelit yang Diusulkan Gabung ke Jakarta Raya

Hal ini karena mereka mewarisi berbagai aset Cornelis Chastelein yang di abad ke 17 merupakan tuan tanah kaya raya dan baik di zamannya. Tetapi seiring berjalannya waktu, ada kondisi yang membuat asetnya punah atau beralih kepemilikan.

Menurut Boy, kondisi ini bisa berpotensi menghilangnya nilai-nilai atau aset sejarah yang jadi bagian dari salah satu identitas kawasan. Karena itu dirinya mendukung niat baik dari Pemkot Depok dengan Pemerintah Belanda ini.

“Semoga inisiatif yang baik dari pemkot dan para peneliti UI ini dapat terwujud setahap demi setahap dan dapat dukungan konstruktif dari semua pemangku kepentingan,” katanya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini