Semburat Cahaya dari Ujung Tenggara

Semburat Cahaya dari Ujung Tenggara
info gambar utama

#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia selalu punya pesona di setiap sudutnya. Tidak terkecuali pada Indonesia bagian tenggara wilayah Sulawesi. Di sana terdapat beberapa gugusan pulau yang menyimpan 1001 kekayaan alam. Salah satu pulau yang ada di Sulawesi Tenggara adalah Pulau Buton. Pulau Buton terkenal sebagai pulau penghasil aspal terbesar di dunia. Pulau ini terbagi menjadi tiga kabupaten dan satu kota. Satu-satunya kota di Pulau Buton adalah Kota Baubau.

Kota Baubau merupakan sebuah kota di Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki beragam wisata dan budaya. Kota ini juga memiliki sejarah bagi Kesultanan Buton, sebuah kerajaan Islam yang dikenal sebagai kerajaan yang tidak pernah dijajah oleh bangsa lain. Tidak pernah dijajahnya Kesultanan Buton tidak terlepas dari wilayah geografisnya yang berupa kepulauan strategis dan menjadi jalur perdagangan antar pulau bahkan antar negara. Meskipun dekat dengan perairan dan laut, topografis daratan Kota Baubau memiliki permukaan yang bergunung dan berbukit sehingga Kesultanan Buton dapat membangun keraton dan benteng pertahanan di dataran tinggi untuk memantau daerah sekitarnya. Jalan-jalan di Baubau bersama, yuk!

Berkeliling di Baubau

Tahukah Kawan di mana daerah yang memiliki benteng terluas di dunia? Yap, benteng tersebut berada di Kota Baubau. Benteng Keraton Buton atau yang biasa disebut Benteng Wolio adalah salah satu wisata sejarah yang berada di Kota Baubau. Benteng ini berada di ketinggian 100 mdpl dan memiliki luas 23.375 Ha dengan keliling 2.740 meter yang menjadikannya sebagai benteng terluas di dunia menurut Guinness Book Of World Record pada tahun 2006. Uniknya, konon benteng ini dibangun oleh masyarakat Buton pada abad ke-15 menggunakan susunan batu karst yang direkatkan dengan campuran pasir, putih telur, dan kapur. Wisatawan dapat melihat pemandangan Kota Baubau melalui Benteng Wolio. Benteng ini bisa menjadi salah satu pilihan wisata yang menarik di Kota Baubau.

Benteng Keraton Buton | Foto: Putradi Pamungkas/tribunnewswiki.com
info gambar

Sebagai daerah yang berada di wilayah kepulauan, Kota Baubau memiliki wisata bahari yang tidak kalah menarik. Di kota ini, penduduk dapat menikmati indahnya pasir putih dengan ombak yang tenang dan berwarna biru hanya dalam waktu tempuh 20 menit dari pusat kota. Pemandangan cantik tersebut dapat dijumpai di Pantai Nirwana. Seperti namanya, pantai ini menjadi surga bagi wisatawan yang ingin memandang gradasi warna air laut putih bening, biru kehijauan, dan biru muda. Berbagai wahana seru juga bisa dilakukan di Pantai Nirwana, misalnya bermain banana boat atau naik donat air. Disediakan juga gazebo yang dapat digunakan wisatawan untuk duduk-duduk bersantai menikmati pantai.

Pantai Nirwana
info gambar

Ingin menikmati pemandangan laut dan Selat Buton sembari menyantap kuliner? Kotamara adalah tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu di momen tersebut. Kawasan wisata Kotamara menjadi spot favorit di Baubau karena seluruh masyarakat dapat melakukan berbagai aktivitas. Mulai dari berolahraga, membeli hidangan favorit, sampai menikmati matahari terbenam bisa dilakukan di kawasan ini. Banyak masyarakat yang berkunjung ke tempat ini pada pagi hari atau sore sampai malam hari. Kotamara menjadi pilihan warga Baubau untuk melepas penat karena lokasinya strategis dan menyediakan berbagai aktivitas untuk bersantai sejenak.

Kotamara
info gambar

Selain berwisata air laut, wisatawan juga dapat berwisata air tawar di Kota Baubau. Berkunjung ke Air Terjun Tirta Rimba, sebuah objek wisata alam air yang terjatuh melewati batu besar berbentuk jamur dengan ketinggian 6 meter dari aliran Sungai Kokalukuna. Air terjun ini berada di kawasan konservatif yang dilindungi oleh Kementerian Kehutanan sehingga ketika memasuki daerah air terjun udaranya terasa sejuk dan wisatawan bisa menikmati rindangnya pepohonan dengan suara burung bersahutan serta gemericik air dari aliran sungainya. Pengunjung yang datang diperbolehkan untuk bermain air dan berenang di kolam yang menampung air jatuh tersebut. Air yang jernih dengan suasana yang tenang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke tempat ini. Air Terjun Tirta Rimba berada tidak jauh dari kota, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit wisatawan sudah dapat menikmati wisata alam yang menenangkan ini.

Air Terjun
info gambar

Kota Baubau didominasi oleh Suku Buton yang memiliki 1001 adat dan tradisi. Jika sedang berwisata ke Baubau pada hari-hari tertentu, wisatawan dapat berkunjung ke tradisi Kande-Kandea yang dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai makan-makan. Kande-Kandea adalah tradisi perjamuan makan bersama yang dilakukan oleh masyarakat Suku Buton. Hidangan khas Buton disajikan dalam suatu tempat yang disebut talang dan dijaga oleh seorang gadis berbaju adat Buton. Pelaksanaan acara ini ditandai dengan pembukaan talang secara serempak oleh pemimpin acara. Gadis yang berjaga bertugas untuk melayani para tamu yang hadir dengan mengambilkan makanan atau bahkan menyuapi tamu. Sebagai timbal balik, para tamu akan memberikan uang saweran kepada gadis itu secara sukarela. Kemudian selesainya acara ini ditandai dengan ditutupnya kembali penutup talang tadi secara serempak. Tradisi ini sudah menjadi simbol dari budaya Buton dan biasanya dilaksanakan saat ada acara penting di Baubau atau setelah Hari Raya Idul Fitri. Dulunya, acara ini juga digunakan untuk menyambut pahlawan yang pulang dari perang dengan kemenangan. Zaman sekarang, acara ini bertujuan untuk mengeratkan silaturahmi dan hubungan batin.

Sisi Lain

Kande-Kandea
info gambar

Berbicara mengenai wisata, tidak lengkap rasanya tanpa adanya wisata kuliner. Jika sudah lelah berkeliling Kota Baubau untuk menikmati objek wisatanya, kota ini memiliki salah satu sajian kuliner khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Kuliner tersebut bernama parende, olahan ikan laut segar dengan kuah kuning yang dimasak bersama rempah-rempah. Ikan yang dimasak merupakan ikan pelagis, yaitu ikan yang biasanya muncul bergerombol di permukaan seperti ikan tuna, cakalang, atau tongkol. Hidangan ini dapat disajikan dengan nasi, kasuami, atau sinonggi. Kasuami adalah sejenis ubi yang diparut lalu dikukus, sedangkan sinonggi adalah olahan tepung sagu yang mirip dengan papeda. Ikan parende yang bercita rasa cenderung masam dan gurih membuatnya cocok untuk disantap kapan saja. Olahan ikan yang lezat dan bergizi ini dapat dicicipi di seluruh penjuru kota Baubau, namun biasanya masyarakat mengunjungi warung-warung di sekitar rumah susun kawasan Wameo.

Parende
info gambar

Bagaimana, menarik bukan? Betapa mengagumkannya wisata di Kota Baubau adalah secuil kisah dari Indonesia di bagian tenggara. Masih sangat banyak wilayah Indonesia yang menyimpan sejuta wisata dan cerita bagi setiap wisatawan yang ingin menelusuri keberagaman negeri ini. Mari sama-sama kita jaga seluruh keindahan ini, dari ujung tenggara Sulawesi untuk Indonesiaku.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

WL
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini