Karate Tradisional dan Atletnya yang Membanggakan Indonesia di Kancah Internasional

Karate Tradisional dan Atletnya yang Membanggakan Indonesia di Kancah Internasional
info gambar utama

Karate tradisional mungkin olahraga yang tidak begitu populer. Namun, Indonesia punya atlet yang berprestasi dan membanggakan.

Masyarakat Indonesia mengenal berbagai jenis bela diri di mana salah satunya adakah karate. Namun, berapa banyak yang tahu bahwa karate ternyata juga terdiri dari dua jenis?

Ya, karate memang terbagi menjadi jenis tradisional dan sport. Kendati bagi orang awam keduanya terlihat sama. Namun tentu saja masing-masing jenis berbeda dan punya karakteristiknya masing-masing.

Berguru Silek ke Ranah Minang, dari Ilmu Beladiri sampai Seni Pertunjukan Randai

Perbedaan Karate Tradisional dan Sport

Karate tradisional dan sport memang sama-sama berisi teknik-teknik bertarung dengan lawan. Namun tujuan yang ditekankan dari latihan tek-teknik pertarungan tersebut adalah hal utama yang jadi pembeda antara keduanya.

Perbedaan karate tradisional dan sport dibahas cukup gamblang oleh laman Legends Mixed Martial Arts. Secara historis, ternyata karate tradisional adalah jenis karate yang asli dari Okinawa, Jepang.

Sedangkan ditinjau dari tujuannya, karate tradisional adalah bekal untuk mempertahankan diri dan bertahan hidup. Sementara itu, karate sport bertujuan untuk mendapatkan skor dalam pertandingan.

Perbedaan tujuan tersebut membuat peralatan, teknik, dan aturan pertarungan juga berbeda. Dalam karate tradisional, perlengkapan yang dipakai lebih minimalis dan sederhana dibandingkan sport. Teknik dalam karate tradisional bertumpu pada kemampuan mengeluarkan kekuatan dan mengendalikan tubuh. Dalam sport, tekniknya lebih luwes dan reaktif. Atlet yang bertanding di karate tradisional bisa bebas melawan siapa saja, sedangkan di sport harus sesuai dengan berat badannya.

Beladiri Bermandikan Lumpur dari Indonesia

Prestasi Karate Tradisional Indonesia

Siapa sangka jika karate tradisional Indonesia punya prestasi yang sangat membanggakan?

Prestasi yang ditorehkan para atlet karate tradisional Indonesia bahkan sudah mencapai level Asia. Seperti baru-baru ini di mana Indonesia menggebrak ajang Traditional Karate Asia-Ocenia Cup 2022.

Ajang tersebut digelar di Tashkent, Uzbekistan pada 11-12 Desember lalu. Atlet Indonesia yang tergabung dalam Tim Indonesian Traditional Karate Federation (INATKF) menempati peringkat kedua dengan raihan lima medali emas dan dua perak.

Ada lima wakil Indonesia yang beraksi di Traditional Karate Asia-Ocenia Cup 2022. Mereka adalah Erwin Syauridhani, Devia Amylia Putri, Ehwatu Zuriyah, Roberdto Lusiandro Manu, dan Kriyo Sambodho. Mereka sukses mengukir prestasi meski harus menghadapi dinginnya cuaca di Tashkent.

"Bukan tugas yang mudah bertanding di cuaca ekstrem semacam ini, namun juga tidak menjadi satu yang sulit untuk sebuah kemenangan. Bersyukur, tekad kami untuk menang makin kuat dan semua itu terbukti dengan keberhasilan menempati peringkat kedua secara umum," ujar Ketua Umum PB INATKF, Muchlas Rowi seperti dilansir Antara.

Estafet Kepemimpinan Perempuan Indonesia di Induk Sepak Bola ASEAN



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan A Reza lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel A Reza.

Terima kasih telah membaca sampai di sini