Mahasiswa UM Ciptakan Soundbook Bertema Edukasi Seksual untuk Anak di Indonesia

Febry Mahiyah

Mahasiswa UM Ciptakan Soundbook Bertema Edukasi Seksual untuk Anak di Indonesia
info gambar utama

Sejak lima tahun terakhir, Indonesia darurat kekerasan seksual. Tidak hanya menyasar pada orang dewasa, kekerasan seksual juga menyasar pada anak-anak. Untuk itu perlu adanya upaya preventif untuk mencegak kekerasan seksual terjadi pada anak-anak.

Untuk membantu pemerintah dan orang tua mencegah anak menjadi potensi korban dan pelaku kekerasan seksual, mahasiswa Universitas Negeri Malang ciptakan media edukasi seksual untuk anak berupa soundbook.

Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang terlibat dalam menginovasikan media edukasi seksual yang berupa soundbook ini diantaranya; Ainiyatul Febri Mahiyah, Wewenda Cahya Septa keduanya dari Fakultas Ilmu Sosial, Ifah Nur Faizah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Arya Firdhana Fakih dari Fakultas Psikologi, dan Nevana Katyusa Kusuma dari Fakultas Sastra .

Inovasi media edukasi seksual untuk anak berupa buku cerita bergambar yang bisa berbunyi ini masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) UM dan memperoleh sumber dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendibud Ristek).

Konten Edukasi Kian Populer, Kemendikbudristek dan TikTok Berdayakan Para Kreator Muda

Media edukasi seksual untuk anak berupa soundbook

Media edukasi seksual untuk anak yang berupa soundbook yang diinovasikan oleh lima mahasiswa UM mengusung Brand "Bogi Books" dengan karakter utama Bota dan Gita.

Febri mengatakan, pengembangan Bogi Books sebagai media edukasi seksual untuk anak bermula dari perasaan miris terhadap angka kekerasan seksual yang setiap tahun terus meningkat, terutama yang menimpa anak.

Selain itu, di Indonesia sendiri media edukasi seksual pada anak yang bersifat interaktif masih minim tersedia dipasaran.

"Kami memandang perlu hadirnya media edukasi seksual untuk anak yang bersifat interaktif untuk membantu orang tua maupun guru memberikan pendidikan seksual pada anak. " Papar Febri, pada wawancara yang kami lakukan.

Tak Hanya Pusat Edukasi, Ini Rekomendasi Perpustakaan Kekinian dan Unik di Jakarta

Keunggulan Bogi Books

Bogi Books dirancang memenuhi tiga gaya belajar anak. Ilustrasi pada Bogi Books mampu menarik minat anak dengan gaya belajar visual untuk belajar bersama Bogi Books. Sedangkan gaya bahasa yang sederhana yang ada dalam Bogi Books menarik minat anak dengan gaya belajar linguistik untuk terus belajar bersama Bogi Books.

Tak hanya itu, fitur auditori yang membawakan cerita Bogi Books dengan gaya bahasa sederhana dan nyaman didengar memudahkan anak dengan gaya belajar auditori untuk menyerap materi.

Perancangan Bogi Books yang mendukung tiga gaya belajar anak, harapannya dapat memberikan edukasi seksual pada anak yang cukup, sehingga anak akan terhindar menjadi korban maupun pelaku kekerasan seksual hari ini ataupun nanti.

Pada launching produk pertamanya, Bogi Books hadir dalam dua seri. Seri pertama dengan judul "Tubuhku Adalah Anugerah" yang membahas tentang batasan tubuh dan diperuntukkan untuk anak usia 7-9 tahun.

Sedangkan seri kedua yang berjudul "Aku Dimasa Pubertas" yang membahas tentang kecemasan anak menghadapi pubertas, yang diperuntukkan untuk anak usia 10-12 tahun.

Tak hanya buku fisik saja, Bogi Books juga merilis produknya dalam bentuk digital (e-book) yang dapat diakses pada website resmi Bogi Books dengan harga yang lebih terjangkau dari versi fisiknya.

Ada pula fitur QR Code untuk para kosumen (orang tua) yang membeli Bogi Books versi buku fisiknya, yang digunakan mengakses artikel dan video gratis tentang tips menarik edukasi seksual pada anak.

Wewenda menambahkan, dua sampai lima tahun kedepan Bogi Books akan mengembangkan seri terbaru dan tidak hanya diperuntukkan untuk anak SD, namun juga untuk anak SMP. Selain itu, Bogi Books juga akan mengembangkan video animasi AR dan website pembelajaran tentang edukasi seksual.

Dosen pendamping tim inovator media edukasi seksual untuk anak Bogi Books, Dr. Sri Untari, M.Si menambahkan, harapannya Bogi Books dapat menjadi sumbangsih yang berarti untuk perlindungan anak dari kekerasan seksual dan menjadi pelopor media edukasi seksual didunia pendidikan di Indonesia.

Terlebih kekerasan seksual semakin marak, dan orang tua serta guru mulai membutuhkan media edukasi seksual sebagai bekal anak menghadapi lingkungan sekitar diluar kontrol orang tua.

Upaya Pelestarian Sekaligus Edukasi di Candi Borobudur Lewat Gelaran BRACE 2022

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Febry Mahiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Febry Mahiyah.

Tertarik menjadi Kolumnis GNFI?
Gabung Sekarang

FM
SA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini