Mengenal Masjid Raya Al Jabbar, Ikon Baru Provinsi Jawa Barat Karya Ridwan Kamil

Mengenal Masjid Raya Al Jabbar, Ikon Baru Provinsi Jawa Barat Karya Ridwan Kamil
info gambar utama

Tahukah Kawan kalau Jawa Barat kini memiliki Masjid Raya Al Jabbar? Pada akhir Desember 2022 kemarin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Masjid Raya Al Jabbar sebagai ikon baru Provinsi Jawa Barat. Kerennya, masjid ini termasuk deretan karya Ridwan Kamil di bidang arsitektur, lho.

Berlokasi di Jalan Cimencrang No. 14, Gedebage, Bandung Timur, penempatannya ini diusulkan oleh Ridwan Kamil ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini akan dipergunakan sebagai pusat edukasi dan wisata religi. Hal ini diharapkan akan mendongkrak ekonomi masyarakat Bandung Timur.

Proses pembangunan masjid ini telah dimulai sejak 2017. Meski sempat terhenti karena pandemi Covid-19, masjid ini akhirnya resmi menjadi kebanggaan provinsi Jawa Barat. Pada peresmiannya, hadir sejumlah pemimpin daerah, pejabat kementerian, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga umat muslim Jawa Barat.

Sejarah Masjid Raya Al Jabbar

Sejarah Masjid Raya Al Jabbar | Foto: jabarprov.go.id
info gambar

Sejarah pembangunan Masjid Raya Al Jabbar tak lepas dari peran Ridwan Kamil. Kala menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mempertanyakan, alasan penamaan Masjid Raya Bandung. Pertanyaan itu membuatnya tergugah membenarkan kekeliruan yang terjadi. Sebab, berdasarkan ketentuan, tingkat provinsi seharusnya memiliki masjid raya. Negara memiliki masjid negara, yakni Masjid Istiqlal. Tingkat kota/kabupaten memiliki masjid agung. Tingkat kecamatan memiliki masjid besar. Terakhir, tingkat desa memiliki masjid jami.

Baca juga: Menikmati Wisata Religi Lewat Masjid dengan Identitas Suku Dayak di Palangkaraya

Melansir laman Jabarprov.go.id, pembangunan Masjid Raya Al Jabbar memiliki sejarah panjang. Ridwan Kamil dan Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat saat itu memiliki kesamaan ingin membangun sebuah masjid raya yang berbasis wisata. Ridwan Kamil menawarkan diri untuk merancangnya.

Namun, gagasan yang hadir pada 2016 itu tidak bisa langsung terlaksana. Hal ini karena kendala anggaran, pembebasan lahan, hingga gagalnya tender pertama.

Pada Desember 2017, kendala tersebut dapat diatasi dan Ahmad Heryawan secara resmi meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya proses pembangunan masjid raya. Pada 2018, Ridwan Kamil terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat dan meneruskan pembangunan.

Proses pembangunan rupanya tak berjalan mulus. Pandemi Covid-19 menyebabkan pembangunan masjid ini dihentikan sementara selama dua tahun. Namun, akhirnya bisa dilanjutkan kembali dan bisa diresmikan di penghujung 2022.

Masjid Raya Al Jabbar diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp1,2 T untuk pembangunannya. Namun, hal ini selaras dengan kemegahan dan keistimewaannya. Masjid ini berkapasitas 50.000 jemaah dan memiliki daya tahan terhadap gempa berkekuatan 6 magnitudo.

Fakta Menarik Masjid Raya Al Jabbar

1. Nama Al Jabbar

Melansir dari akun Instagram resmi Humas Provinsi Jawa Barat, Ridwal Kamil berkata ada tiga hal yang menjadi dasar nama Al Jabbar.

Baca juga: Masjid Tuo Kayu Jao, Saksi Penyebaran Islam di Sumatra Barat

Pertama, Al Jabbar adalah salah satu asmaul husna yang berarti Maha Kuasa atau Maha Agung. Kedua, merujuk pada rumus matematika Aljabar yang ditemukan oleh ilmuwan muslim asal Persia, Muhammad bin Musa Khawarizmi. Rumus Aljabar yang berulang diterapkan dalam desain kubah tiga dimensi. Terakhir, nama Al Jabbar merupakan singkatan dari provinsi Jawa Barat.

2. Anggaran Besar

Masjid Raya Al Jabbar | Foto: Humas Provinsi Jawa Barat
info gambar

Masjid Raya Al Jabbar dibangun di atas lahan sekitar 25 hektare dan menghabiskan anggaran sebesar Rp1,2 T. Hal ini selaras dengan kekokohan, kemegahan, dan keistimewaannya. Masjid ini mampu menampung sekitar 50.000 jemaah.

Selain itu, masjid ini mampu menahan gempa berkekuatan 6 magnitudo. Keren sekali, ya, Kawan!

3. Masjid Terapung

Masjid Raya Al Jabbar
info gambar

Masjid Raya Al Jabbar disebut juga Masjid Terapung. Hal ini karena masjid tersebut dikelilingi oleh danau sehingga terlihat seperti mengapung. Danau tersebut adalah kolam retensi yang berguna untuk mengendalikan banjir di kawasan Bandung Timur.

4. Arsitektur Bernuansa Jawa Barat

Arsitektur masjid ini tak lepas dari nuansa Jawa Barat. Ridwan Kamil mendesain pintu utama masjid dengan simbol-simbol Jawa Barat, seperti batik mega mendung dari Cirebon yang dipadukan dengan geometri Islam. Kemudian, ada 27 pintu lain yang melambangkan kota/kabupaten di Jawa Barat.

"Ada 27 pintu yang dinamai kota/kabupaten di Jawa Barat. Kodenya adalah ragam hias batik di pintu masing-masing," jelas Ridwan Kamil dalam pidato sambutan peresmian Masjid Raya Al Jabbar.

Baca juga: Memori Masjid Islamic Center Jakarta dari Puing Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara

Ornamen lain seperti lampu masjid juga didatangkan dari para pengrajin lokal di Cianjur. Sangat mengusung nuansa Jawa Barat, ya, Kawan!

5. Museum dan Taman

Museum Masjid Raya Al Jabbar | Foto: Sejarah Masjid Raya Al Jabbar | Foto: jabarprov.go.id
info gambar

Sesuai konsepnya yang mengusung sarana edukasi, Masjid Raya Al Jabbar menghadirkan museum berbasis digital yang berisikan sejarah kehidupan Rasulullah dan Islam. Museum terletak di bawah masjid dan dikenakan biaya tiket masuk.

Selain itu, terdapat taman yang menceritakan kisah para rasul dan nabi dalam sejarah Islam. Ridwan Kamil berharap masyarakat dapat beribadah sekaligus membawa pulang ilmu dari masjid ini.

Nah, itulah penjelasan mengenai Masjid Raya Al Jabbar dari Jawa Barat. Apakah Kawan GNFI tertarik untuk mengunjunginya?

Referensi: Situs Humas Jawa Barat | Instagram Humas Jawa Barat | Situs Humas Kota Bandung | Kompas.com | Youtube Kumparan

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

F
GI
SA
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini