Lembah Gana, Situs Arkeologi dengan Arca Ganesha Tanpa Mahkota

Lembah Gana, Situs Arkeologi dengan Arca Ganesha Tanpa Mahkota
info gambar utama

Wilayah Bergas di Kabupaten Semarang memang terkenal sebagai kawasan industri. Namun, siapa sangka bila di tengah wilayah yang oleh anggapan banyak orang didominasi oleh pabrik-pabrik besar, terdapat situs sejarah yang diperkirakan sudah ada sebelum abad ke 7 masehi.

Lembah Gana. Begitulah situs sejarah ini dinamakan. Lokasinya berada di Kelurahan Karangjati, Kecamatan Bergas. Kabupaten Semarang.

Keberadaan dari situs ini sebenarnya sudah diketahui warga sejak lama. Namun, upaya konservasi situs ini baru dilakukan pada tahun 2018 silam. Hal ini dilakukan atas dasar inisiatif salah satu organisasi kebudayaan setempat, yaitu Komunitas Karangjati Nyawiji.

Candi Ngempon, Tempat Pendidikan Empu yang Tak Sengaja Ditemukan

Adanya arca Ganesha

Lembah Gana | Pasang Mata Detik
info gambar

Di sini, terdapat sebuah arca yang menjadi ikon, yaitu Arca Ganesha besar. Di dekat arca ini pula terdapat patung yang mendampinginya, yaitu batu katak. Yang mana, menurut kepercayaan masyarakat Hindu setempat, arca inilah yang menjadi pengawal dari Ganesha.

Oleh warga sekitar, arca yang satu ini kerap disebut sebagai Mbah Gono. Dulunya, masyarakat sekitar menganggap bahwa Ganesha inilah yang menjadi penolak bala untuk masyarakat. Dari julukan pada arca inilah nama Lembah Gana ini tercipta. Sedangkan ‘lembah’ sendiri mengacu dari letak geografis dari situs ini yang dikelilingi oleh 3 perbukitan.

Uniknya, arca yang ada di wilayah Karangjati adalah arca Ganesha tanpa mahkota. Penggambaran Ganesha yang tak menggunakan mahktota ini merupakan sebuah penemuan unik dari dunia arkeologi di Indonesia. Posisinya sendiri menghadap ke arah Gunung Ungaran. Dari rupanya, arca ini terlihat seperti bersila dengan 4 tangan.

Tangan sebelah kanannyaa membawa semacam kepala atua tengkorang yang dililit dengan belalai. Kemudian tangan yang bawah itu membawa semacam tasbih dewa Siwa dengan tangan sebelah kirinya membawa gading.

Lalu, masih ada berbagai titik yang menjadi objek arkeologis sekaligus daya tarik yang ada di tempat ini. Misalnya sebuah sendang yang bernama Kamulyan atau Telaga Biru. Yang mana, air sendang ini kerap digunakan untuk bersuci oleh umat Hindu bila datang ke sini untuk sembahyang.

Kemudian, terdapat Watu Wayang, sebuah batu dengan coretan bergambar Petruk. Lalu Segoro Dandang, sumber air jernih yang mengandung belerang, serta sendang Kali Njaro.

Berwisata Alam Dan Sejarah Di Candi Gedong Songo Semarang



Pengembangan ke depan

Selain sebagai situs sejarah, tempat ini juga menjadi tujuan wisata religi, dan kegiatan budaya. Salah satu acara besar yang pernah diselenggarakan adalah festival lembah gana.

Di pagelaran ini, terdapat berbagai kegiatan budaya seperti penampilan wayang suket, tari tradisional, menulis lontar, daluang, dan sebagainya. Selain itu, tempat ini direncanakan akan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

Sampai saat ini, penelitian lebih lanjut mengenai latar belakang setiap situs sejarah yang berada di desa karangjati masih terus dilakukan. Kedepannya, Situs ini akan dikembangkan menjadi taman arkeologi dan wisata budaya yang memiliki berbagai fasilitas seperti museum, perpustakaan, hingga galeri seni.

Desa Wisata Onje, Berwisata Sekaligus Menapaki Sejarah Kabupaten Purbalingga'

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini