Berziarah ke Makam Sunan Kalijaga di Demak

Berziarah ke Makam Sunan Kalijaga di Demak
info gambar utama

Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Perkembangan Islam di sendiri tidak terlepas dari pengaruh dari para wali yang menyebarkan ajaran-ajaran islam. Di Demak terdapat salah satu makam waliyullah, yaitu Sunan Kalijaga atau Raden Mas Sahid. Lokasinya ada di Kelurahan Kadilangu, sekitar dua kilometer dari pusat kota.

Wali kelahiran Tuban ini dikenal dengan metode dakwahnya yang menggunakan pendekatan budaya. Sehingga, ajarannya bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat Jawa pada saat itu.

Ia dimakamkan di wilayah Kadilangu, Demak. Kini, makamnya menjadi salah satu tujuan ziarah sekaligus wisata religi yang kerap didatangi orang-orang dari berbagai daerah.

Cirebon, Denyut Kota Toleransi Warisan dari Sunan Gunung Jati

Sekilas riwayat Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga | Warta Madani (commons.wikimedia.org)
info gambar

Riwayat beliau hingga menjadi seorang wali melewati perjalanan yang panjang. Sewaktu muda, ia dikenal sebagai brandal lokojoyo atau preman di lingkungannya.

Meskipun begitu, hasil dari barang yang kerap ia rampas ini dibagikan kepada warga sekitar. Hal ini berangkat dari keresahan melihat penderitaan masyarakat Tuban yang berbanding terbalik dengan keadaan di kadipaten.

Suatu ketika, ia bertemu dengan Sunan Bonang. Dengan pembawaan Sunan Bonang yang sangat meneduhkan hati, ia pun dibuat takjub. Akhirnya diangkatlah beliau ini menjadi guru yang akhirnya membawa Sunan Kalijaga kepada tingkatan kewalian tersebut.

Sunan Kalijaga berkelana ke berbagai wilayah untuk menyebarkan ajaran islam. Beliau juga berperan dalam pengembangan Kesultanan Bintoro Demak. Sebagai imbalan, ia diberikan tanah di kawasan Kadilangu dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya.

Sunan Kalijaga meninggalkan berbagai ajaran dan nasehat yang masih relevan diikuti hingga sekarang. seperti Dasa Pitutur dan Mo Limo.



Areal makam

Kawasan makam berdiri di tanah yang cukup luas dan terbagi atas beberapa areal dengan pengelolaan dari Yayasan Sunan Kalijogo. Di kawasan ini pula, terdapat beberapa makam kerabat dan keturunan Sunan Kalijaga yang lain.

Pada bagian belakang makam terdapat sebuah bangunan utama yang menjadi makam dari Sunan Kalijaga dan sembilan kerabat terdekat, yaitu ayah, ibu, istri, adik, anak, serta orang kepercayaannya.

Peletakan bangunan utama makam ini disesuaikan dengan ciri khas makam di zaman dahulu. Yang mana, makam utama diposisikan di bagian belakang.

Atapnya pun berbentuk tiga susun atau tumpang dengan makna “iman, islam, dan ikhsan”. Di kawasan makam juga terdapat Masjid Sunan Kalijaga yang menjadi peninggalan penting beliau di Kota Demak.

Untuk berziarah ke sini layaknya berziarah ke makam keramat pada umumnya. Ucapkan salam dan tahlil, kemudian dilanjutkan dengan membaca Yasin, ayat Al-Quran, atau kalimat thayyibah lainnya.

Dakwah Sunan Gresik, Membangun Sistem Irigasi untuk Atasi Krisis Pangan di Tanah Jawa

Ramai di saat tertentu

Afian Channel (Google Maps)
info gambar

Setiap tanggal sepuluh dzulhijjah, ada tradisi rutin yang kerap dilakukan di makam, yaitu penjamasan atau ritual untuk pembersihan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga.

Pada waktu-waktu tertentu, makam ini sangat dipadati peziarah. Misalnya saat bulan Muharram dan Syawal. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai ribuan pengunjung dalam satu hari. Mereka pun tersebar dari seluruh Indonesia, bahkan, ada yang berasal dari mancanegara.

Kemajuan umat islam sampai sekarang tak bisa lepas dari peran Sunan Kalijaga di zaman dahulu. Penting juga untuk mempelajari berbagai ajarannya yang masih relevan diterapkan di zaman sekarang.

Dengan berziarah ke makam wali, kita bisa napak tilas sejarah Islam, merenungkan kehidupan, sekaligus mendoakan kebaikan untuk waliyullah dan kerabatnya.

Mampir ke Demak? Cicipilah Nikmatnya Asem-Asem Demak

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini