Air Tiga Rasa, Mata Air Keramat di Kaki Gunung Muria yang Punya Rasa Unik

Air Tiga Rasa, Mata Air Keramat di Kaki Gunung Muria yang Punya Rasa Unik
info gambar utama

Kabupaten Kudus menyimpan banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Satu yang unik adalah Air Tiga Rasa, yaitu sumber mata air keramat yang terletak di Desa Japan, Kecamatan Dawe. Kabupaten Kudus. Tepatnya berada di kawasan Makam Syekh Sadzali di kaki Gunung Muria.

Biasanya, sumber mata air memiliki rasa air yang tawar. Namun, Air Tiga Rasa memiliki karakteristik rasa yang unik.

Sumber mata air ini ditemukan pada tahun 1985. Awal penemuannya juga tidak disengaja. Hal ini bermula ketika salah satu pemuka agama di wilayah Kudus yang bernama Maskad Cakra Anbiya sedang berkunjung ke sekitar kaki gunung muria bersama para jamaahnya.

Mengenal Masjid Menara Kudus: Sejarah, Keunikan, dan Tradisinya

Memiliki rasa yang berbeda-beda

Irwan Andi (Google Maps)
info gambar

Sesuai dengan namanya, di kawasan Air Tiga Rasa terdapat tiga sumber mata air dengan rasa yang berbeda-beda. Tak hanya itu, masing-masing mata air ini juga dipercaya memiliki khasiatnya tersendiri.

Apabila ketiga air tersebut dicampur menjadi satu, maka rasanya menjadi tawar. Perbedaan rasa ini juga bisa berbeda-beda, tergantung dari orang yang mencicipinya. Ada yang berpendapat bahwa salah satu mata air memiliki rasa manis, rasa sepat, cenderung asam seperti minuman bersoda, bahkan ada yang agak pahit.

“Pendapat soal rasa itu dari pendatang semua malah, saya sendiri ndak menentukan, tapi para peziarah sendiri yang merasakan memberi komentar. Mungkin kamu punya penyakit dalam bisa diobati lewat air itu,” ujar Maskad Cakra Anbiya.

Bila secara ilmiah, perbedaan rasa ini diperkirakan berasal dari akar-akar pohon yang ada di sekitar mata air ini. Dari setiap akar pohon yang berbeda, maka rasanya juga akan memberikan karakteristik tersendiri.

Sesuai dengan kepercayaan, setiap mata air ini juga memiliki manfaat tersendiri. Pertama adalah untuk kelancaran rezeki, kedua adalah untuk kekuatan bila seseorang hendak melakukan ritual, dan yang ketika sebagai obat berbagai jenis penyakit.

Tetapi, Maskad juga menyebutkan bila semua hal tersebut tentunya asalnya dari Allah SWT dan ada sebab musababnya tersendiri.

Gusjigang, Harmoni Spiritualitas dan Kemandirian Ekonomi di Kota Kudus

Menjadi tujuan wisata religi

Sul Kan (Google Maps)
info gambar

Karena keunikannya, pengunjung dari tempat ini pun bisa datang dari berbagai daerah. Saat hari-hari besar Islam seperti malam Satu Suro, jumlah pengunjungnya bisa semakin banyak.

Meskipun masih berada satu wilayah dengan makam ulama besar, sumber mata air ini boleh dikunjungi oleh siapa saja tanpa mengenal suku maupun agama.

Tidak ada larangan untuk unsur agama, orang Buddha, Kristen, keturunan Dayak, Jawa, Cina, dibolehkan dan terbuka untuk semua. Namun, tetap ada pantangan tersendiri yang harus ditaati untuk berkunjung ke sini.

Misalnya untuk wanita yang sedang haid, ada baiknya untuk menunggu di warung yang ada di dekat Air Tiga Rasa.

Air Tiga Rasa buka selama 24 jam dan tidak ada tiket masuk ataupun biaya tertentu bila ingin berkunjung. Pengunjung juga diperbolehkan untuk membawa pulang sumber mata air. bila tidak membawa tempat, maka anda bisa membeli jerigen atau botol yang tersedia di warung sekitar.

Untuk datang ke sini, sebaiknya pengunjung menggunakan kendaraan roda dua. Bila membawa kendaraan roda 4, maka bisa memarkirkan mobil di tempat yang sudah disediakan dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek.

Jadi, tertarikkah untuk mencicipi mata air ini?

Lentog Tanjung khas Kudus yang Gurih-Gurih Sedap

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini