Kisah Bandung sebagai Pusat Penghasil Susu Favorit Meneer Belanda

Kisah Bandung sebagai Pusat Penghasil Susu Favorit Meneer Belanda
info gambar utama

Bagi masyarakat Bandung selatan dan utara, sapi perah lebih dari sekadar kehidupan. Binatang pemakan rumput ini adalah warisan turun temurun yang mengalirkan kebanggan sejak awal 1900-an.

Dimuat dari Kompas, pada beberapa catatan, orang Eropa yang datang untuk berkunjung ke Hindia Belanda mendapatkan hidangan susu dalam perjalanan dari Batavia ke daerah-daerah pedalaman.

Hal ini tertuang dalam buku Java, How to Manage Colony yang menyebutkan susu dihidangkan di pesanggrahan-pesanggrahan yang berada di tepi jalan Anyer-Panarukan saat pengelana beristirahat.

Deretan Destinasi Agrowisata Populer untuk Edukasi Keluarga

Sementara itu dalam buku Bandung Baheula Jeung Kiwari, Bandoengsche Melk Centrale yang dituliskan Soedarsono Katam dikatakan peternakan Ursone di Lembang yang dikelola Ursone bersaudara asal Italia tercatat sebagai yang tertua di Hindia Belanda.

“Pada 1895, mereka memulainya dengan 30 sapi yang menghasilkan 100 botol susu per hari. Sekitar 45 tahun kemudian, usahanya berkembang dengan 450 sapi,” tutur Seodarsono.

Delapan tahun setelah Ursone, eksodus orang Boer asal Afrika Selatan memegang peranan penting. Louis Hirschland dan van Zijl, dua hari 20 orang Boer, sukses mendatangkan sapi perah asal Friesland, sentra sapi perah di Belanda ke daerah Lembang.

Bermulanya Pangalengan

Selain itu sejarah peternakan sapi perah tidak bisa dilepaskan dari Pangalengan. Peternakan di sana dikelola oleh Friesche Terp NV, Pangalengan menjadi daerah dengan populasi terbanyak sapi Friesian Holstein sekitar 1930-an.

“Majalah Mooi Bandung, media promosi wisata asal Bandung bahkan menjulukinya sebagai Friesland in Indie, hal ini karena jumlah sapi yang yang melimpah.”

Tetapi di antara semuanya, perusahaan susu sapi, Bandoengsche Melk Centrale (BMC) merupakan perusahaan susu yang tersohor. Perusahaan ini terkenal karena seruan salah seorang Direktur BMC dalam Jaarbeurs (bursa dagang terbesar tahunan di Hindia Belanda.

200 Peternak Digandeng Supplier Daging sebagai Mitra Produksi Selama Pandemi COVID-19

“Anda jangan lupa bahwa di seluruh Hindia Belanda ini hanya ada satu pusat pengolahan susu dan itu adalah Bandoengsche Melk Centrale,” paparnya.

Seruan itu juga konon membuat BMC menjadi semakin terkenal. Susu BMC menjadi menu utama kereta api eksklusif ekspres The Vluge Vier Cirebon-Batavia. Selain dikirimkan kepada pelanggan kelas atas, BMC juga tenar sebagai tempat muda-mudi menikmati sore.

BMC adalah unit pengolahan dan penjualan susu dan produk turunannya yang berdiri di Bandung pada 1928. Hingga kini, BMC masih berdiri dengan kapasitas pengolahan susu sekitar 50 ton per hari.

Peternakan yang masih tersisa

Adah Rohimat, peternak Kampung Rancamanyar, Desa Margamukti sudah ada di peternakannya sejak pagi. Pada sore hari dirinya membersihkan sapi itu hingga bersih, puting sapi berusia 4 tahun itu diolesi pelicin.

Jari tengah dan telunjuk perlahan memijat puting sapi dengan pasti. Bejana susu berukuran 15 liter terisi penuh kurang dari 15 menit. Produksi susu sapi berkode 83375 yang 1 minggu melahirkan dan baru saja diperah bisa mencapai 25 liter per hari selama tiga bulan.

“Semua hasil penjualan susu, akan digunakan untuk membayar biaya sekolah anaknya masuk SMA,” ucap Adah.

Memajukan dan Menyejahterakan Peternak, Ini Dia 5 Startup Peternakan di Indonesia

Dengan harga susu Rp3.600 per liter, dia bisa mendapatkan Rp8,1 juta selama tiga bulan. Dikurangi ongkos perawatan, dia yakin bisa mendapatkan sekitar Rp4juta. Susu memang telah menjadi bagian hidup keluarga Adah.

Adah salah satu dari sekitar 28.000 peternak di sentra peternakan sapi perah yang tersebar di pegunungan di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Dengan populasi sekitar 9.000 sapi, dalam sebulan peternak memproduksi 160-180 ton per hari.

“Jumlah itu yang terbesar di Indonesia. Menggunakan truk khusus angkut susu, produksi susu turun gunung menuju industri pengolahan susu di Jakarta dan di Kota Bandung.”

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Terima kasih telah membaca sampai di sini