Memajukan dan Menyejahterakan Peternak, Ini Dia 5 Startup Peternakan di Indonesia

Memajukan dan Menyejahterakan Peternak, Ini Dia 5 Startup Peternakan di Indonesia
info gambar utama

Saat ini, startup menjadi salah satu jalan generasi muda melebarkan usahanya sebagai perusahaan rintisan. Demi memajukan generasi Indonesia, pemerintah banyak bekerja sama dengan beberapa pihak inkubator maupun akselerator untuk membekali perusahaan rintisan.

Kini, teknologi berkembang dengan cepat. Begitu pun dengan kreativitas anak muda Indonesia. Bekerja sama untuk memajukan bidang lain, seperti konservasi alam, pertanian, peternakan, hingga perikanan. Kolaborasi bersama akan membuat tanah air lebih sejahtera melalui teknologi yang berkembang.

Dengan tujuan menyejahterakan para peternak, berikut lima startup peternakan buatan anak bangsa yang bisa Kawan unduh.

Angon

Laman Angon | Foto: Angon.id
info gambar

Lahir pada 28 Oktober 2016, Angon merupakan sebuah unique online marketplace untuk melakukan transaksi jual beli maupun beternak. Tercatat lebih dari 11 ribu hewan ternak sudah berhasil diternakkan dengan bentuk kerja sama yang dilakukan Angon dengan anggota aplikasi, mitra peternak rakyat, mitra sentra peternakan rakyat (SPR), hingga mitra pengembangan platform Angon.

Untuk menyejahterakan peternak, Angon hadir dalam bentuk aplikasi yang bisa diunduh melalui Play Store, di bawah nama badan hukum PT Angon Indonesia Mandiri. Dilansir dari Daily Social, konsep startup Angon adalah kombinasi fintech dan agtech. Angon berasal dari kota Semarang, tepatnya di Jalan Kawi Raya Nomor 25, Wonotingal, Kecamatan Candisari.

Bisa Dihargai Rp30 Juta, Babi jadi Hewan yang Disakralkan di Papua

Untuk alur kerja, anggota aplikasi akan bebas memilih hewan yang ingin mereka beli. Lalu, dilanjutkan dengan kesepakatan antara anggota dengan mitra peternak. Hewan ternak yang dibeli akan diternakkan di sentra peternakan rakyat atau SPR. Jika sudah selesai, anggota dapat menjual hewan ternaknya melalui aplikasi pada pihak ketiga.

Selain masyarakat bisa beternak secara online, peternak juga bisa mendapatkan penghasilan dengan membantu menernakkan hewan ternak anggota di sentra peternakan rakyat. Kolaborasi yang dilakukan tentu menawarkan berbagai keuntungan bagi semua pihak yang bekerja sama.

Kandang.in

Laman Kandang.in | Kandang.in
info gambar

Kandang.in adalah platform bagi para investor di bidang peternakan, dengan tujuan membantu mendanai peternak di berbagai sektor peternakan. Mulai dari sapi, domba, ayam petelur, gurame, hingga ikan koi adalah contoh hewan ternak yang akan dibudidayakan oleh peternak dengan dana dari aplikasi ini.

Gilang selaku CEO Kandang.in melalui Kompas mengatakan bahwa konsep investasi syariah memiliki tingkat permintaan yang cukup tinggi. Alurnya, calon investor akan memilih bibit ternak yang akan diternakkan. Kemudian, hasilnya berupa akad mudharabah (sesuai syariah islam), yaitu sistem bagi hasil yang disesuaikan dengan jenis hewan ternaknya.

Startup ini berdiri di DI Yogyakarta dengan konsep fintech syariah. Berada di bawah nama PT Kandang Karya Teknologi, Kandang.in sudah tercatat dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dalam klaster Project Financing. Sudah lebih dari Rp5 Miliar dana tersalurkan oleh Kandang.in dengan tujuan menyejahterakan peternak melalui syariah islam.

Bantu Petani Agar Semakin Sejahtera, Pemerintah Ajak Masyarakat Konsumsi Buah Lokal

Vestifarm

Laman Vestifarm | Vestifarm.com
info gambar

Vestifarm berdiri pada tahun 2016 di Jakarta sebagai fintech yang mengumpulkan dana untuk menghadirkan kredit modal bagi para petani, peternak, maupun penambak melalui para investor. Sistem investasinya berupa P2P atau peer to peer dan private equity, yang mempertemukan kedua pihak. Tujuannya untuk memakmurkan peternak di negara agraris.

Dirilis Telkomsel, Vestifarm mendapatkan penghargaan “The Evangelist of NextDev Telkomsel” sebagai “The Best UKM Apps” pada tahun 2016. Aplikasinya diluncurkan pada April 2017, dengan range pendanaan yang luas mulai dari peternakan, pertanian, dan perikanan. Semua proyek budidaya bisa dipilih investor melalui situsnya.

Sebagai platform investasi online, Vestifarm berhasil mengumpulkan dana untuk 30 proyek budidaya senilai 21,3 miliar. Proyek budidaya tersebut mencakup pertambakkan udang vaname, penggemukkan sapi potong, padi, dan bawang. Menjelang hari raya kurban, investasi pada proyek sapi meningkat drastis. Bagi hasil yang diberikan tergantung dengan jangka waktu proyek, dapat setiap bulan atau per musim.

Bantuternak

Laman Bantuternak | Bantuternak.com
info gambar

Debut pada tahun 2017 di Play Store, Aplikasi investasi bernama Bantuternak buatan sekelompok mahasiswa UGM bertujuan untuk mempertemukan peternak sapi dengan investor. Masih berkonsep fintech seperti ketiga startup sebelumnya. Melansir Detik, aplikasi ini dinobatkan sebagai “The Best-3 Start-Up Innovative Academy”.

Nurul Akmal, Anak Petani Aceh yang Tembus Final Olimpiade Tokyo 2020

Berfokus pada peternakan sapi potong, alur sistemnya berupa mengumpulkan modal awal dan pendampingan bagi para peternak. Setelah sapi dibudidayakan dan dijual, keuntungannya berupa bagi hasil. Uniknya, keuntungan pemodal dapat digunakan untuk berinvestasi ke peternak lain maupun dicairkan melalui bank.

Saat ini, Bantuternak sudah memiliki 30 investor yang dananya disalurkan untuk memberdayakan para peternak sapi. Investor dapat memantau perkembangan hewan ternak melalui aplikasi. Hasil keuntungan adalah 50 persen peternak, 30 persen investor, dan 20 persen untuk Bantuternak dalam mengembangkan perusahaan rintisan ini.

Chickin

Laman Chickin | Chickin.id
info gambar

Berdiri pada tahun 2018, Chickin adalah sebuah startup yang berfokus pada peternakan ayam broiler atau ayam potong. Dalam satu aplikasi terdapat teknologi produksi untuk manajemen budidaya dan layanan business to business (B2B) retail. Chickin menawarkan solusi untuk membantu peternak mengurangi electrical energy waste, feed waste, dan human error dengan produk IoT.

Tepat 1 September 2021 lalu, Chickin dinobatkan sebagai “Top 3 Pertamuda Seed and Scale” yang diselenggarakan oleh pertamina. Peternak ayam broiler dimudahkan dalam mengelola kandang hanya melalui aplikasi yang bisa didapatkan melalui Play Store.

Startup peternakan yang berfokus dengan pengembangan IoT (Internet of Things) mengintegrasikan perangkat keras yang dipasang di dalam kandang closed house untuk mengontrol kandang. Mulai dari climate control, pengaturan energi pada fan speed, hingga sistem alert untuk mengabarkan kejadian yang tak diinginkan. Dengan begitu, para peternak dapat diuntungkan dalam mengelola peternakan serta menghemat biaya pakan serta listrik.

Kelima startup peternakan tersebut adalah karya anak bangsa untuk memajukan, memakmurkan, dan menyejahterakan para peternak di Indonesia. Baik dengan membantu pendanaan, pendampingan peternak, hingga produk manajemen kandang yang mempermudah peternak dalam membudidayakan hewan ternaknya. Semoga startup-startup sejenis makin banyak di Indonesia untuk peternakan yang lebih baik dengan teknologi.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FF
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini