Bantu Petani Agar Semakin Sejahtera, Pemerintah Ajak Masyarakat Konsumsi Buah Lokal

Bantu Petani Agar Semakin Sejahtera, Pemerintah Ajak Masyarakat Konsumsi Buah Lokal
info gambar utama

Pemerintah kembali menyelenggarakan Gelar Buah Nusantara (GBH) pada Senin (09/8/2021). Acara ini bertujuan untuk mendorong konsumsi buah nusantara dan mendukung program Bangga Buatan Indonesia dengan melibatkan banyak lapisan masyarakat, mulai dari petani selaku produsen buah, pelaku UMKM, eksportir buah, pelaku pasar, serta kementerian/lembaga terkait.

Untuk GBN ke-6 ini, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah pengiriman lebih dari 5.000 paket buah ke tenaga kesehatan di empat rumah sakit dan peserta vaksinasi di dua lokasi, webinar series, display buah di Istana Negara dan bazar di lokasi strategis (kantor pemerintahan, bandara, stasiun, rest area), promosi buah nusantara di berbagai marketplace, dan edukasi atau kampanye gerakan konsumsi buah melalui berbagai media sosial.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hortikultura adalah salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi untuk didorong dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional dan bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor.

Airlangga juga mengatakan ekspor hortikultura memiliki nilai ekspor 645,48 juta dolar AS pada 2020, meningkat 37,75 persen dibanding 2019. Peningkatan ekspor ini didominasi oleh komoditas buah-buahan. Adapun lima negara tujuan ekspor utama adalah Tiongkok, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Berdasarkan Statistik Hortikultura 2020, buah-buahan tahunan yang memiliki nilai ekspor tertinggi adalah dengan nilai 274,13 juta dolar AS. Selanjutnya, manggis dengan nilai ekspor 81,15 juta dolar AS dan diikuti oleh mangga dengan nilai ekspor 4,58 juta dolar AS.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengatakan potensi pasar ekspor untuk buah-buahan Indonesia masih sangat terbuka lebar dan menjanjikan.

“Kita sudah ekspor mangga, nanas, pisang, manggis ke berbagai negara. Kita ingin ekspor lebih banyak lagi aneka buah nusantara, sehingga buah Indonesia juga digemari di berbagai negara," kata Jokowi saat membuka GBN 2021 pada Senin (09/8/2021) seperti dikutip dari Liputan6.

Agar dapat masuk ke dalam pasar internasional, buah nusantara harus memiliki daya saing baik dari sisi harga maupun kualitas. Maksudnya, harga yang ditawarkan harus kompetitif, cita rasanya terjaga, pasokannya berlanjut, produksi tidak pernah putus, dan dikemas dengan menarik.

Maka dari itu, ekosistem buah nusantara harus terus ditata dari hulu ke hilir. Penataan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Petani buah dibantu dengan informasi dan sains terbaru agar produktivitasnya meningkat,
  • Penguatan akses ke permodalan,
  • Membaiknya teknologi penyimpanan,
  • Supply chain harus semakin efisien,
  • Konektivitas antar daerah dan ekspor harus semakin lancar,
  • Menghadirkan strategi pemasaran yang lebih menarik dengan memanfaatkan teknologi.
Tersebar di Indonesia, Buah Kersen Si Manis yang Legendaris

Konsumsi buah Indonesia

Mengutip data yang disampaikan oleh Menko Perekonomian, rata-rata pertumbuhan produksi buah Indonesia per tahun meningkat 6,06 persen dari 2000 hingga 2020.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), pisang adalah buah musiman yang paling banyak diproduksi pada 2020. Jumlah produksi pisang mencapai 8,2 juta ton. Selanjutnya, mangga diproduksi terbanyak dengan jumlah produksi 2,9 juta ton dan jeruk siam/keprok dengan jumlah 2,6 juta ton.

Sayangnya, peningkatan produksi ini tidak diikuti dengan peningkatan konsumsi buah masyarakat Indonesia untuk buah. Rata-rata konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah-buahan pada 2020 sebesar 88,56 gram/kapita/hari, turun 1,4 persen dibanding 2019. Padahal, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi buah sebesar 150 gram/kapita/hari. Oleh karena itu, Jokowi mendorong masyarakat Indonesia untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur lokal.

Konsumsi buah dan sayur lokal dapat menambah asupan gizi untuk tetap sehat dan terhindar dari penyakit di masa pandemi. Selain itu, hal ini juga dapat membantu petani untuk semangat, produktif, dan semakin sejahtera.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan mencintai aneka buah nusantara yang melimpah dengan kandungan gizi yang tidak kalah dibandingkan buah impor,” kata Jokowi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo juga mendukung pernyataan Jokowi. Menurutnya, buah tropis Indonesia memiliki jenis yang beraneka ragam dan kualitas yang cukup bagus sehingga tidak hanya diminati secara nasional tetapi juga diminati dunia.

“Dan ini harus didahului dengan kita bersama mendorong agar kita mengkonsumsi buah. Buah itu baik untuk tubuh, kaya nutrisi, memperkuat imun, dan buah nusantara dari Sabang sampai Merauke harus bisa kita sama-sama populerkan hingga mendunia. Buah nusantara kita bermanfaat bagi tubuh dan bagi perekonomian kita,” kata SYL.

Presiden Jokowi juga meminta edukasi untuk mengonsumsi buah-buahan nusantara dilakukan secara berkelanjutan. Bahkan, edukasi ini diminta untuk masuk dalam muatan pesan di sistem pendidikan pada sekolah-sekolah.

"Disampaikan terus menerus sebagai bagian dari edukasi keluarga dan juga komunitas, sehingga menjangkau anak-anak kita agar generasi muda semakin mencintai buah-buahan lokal," katanya.

Aneka Buah Nusantara yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Lydia Fransisca lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Lydia Fransisca.

LF
IA
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini