5 Daya Tarik Tanjung Kodok, Lamongan: Uniknya Bebatuan Karang di Batas Laut Jawa

5 Daya Tarik Tanjung Kodok, Lamongan: Uniknya Bebatuan Karang di Batas Laut Jawa
info gambar utama

Tanjung Kodok adalah sebuah pantai dengan batuan karang yang memiliki bentuk seperti seekor katak. Inilah salah satu tempat wisata yang populer di Lamongan dan menjadi salah satu destinasi wisata terbaik untuk masyarakat yang berkunjung ke Kota Soto ini.

Tanjung Kodok terletak di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan di jalan antar provinsi sebelah utara Pulau Jawa yang berdekatan dengan Wisata Bahari Lamongan (WBL). Berikut ini adalah daya tarik Tanjung Kodok yang perlu Kawan ketahui.

1. Lokasi Melihat Hilal

Tanjung Kodok di Lamongan adalah salah satu tempat untuk melihat hilal untuk menentukan awal bulan pada bulan hijriah ketika memasuki bulan ramadhan atau hari raya Idul Fitri. Hal ini karena Tanjung Kodok terletak di tempat yang sangat strategis dan tidak terhalang oleh apapun di pantai utara pulau Jawa.

tanjung kodok wisata lamongan di desa paciran
info gambar

Selain itu, Tanjung Kodok juga memiliki sebuah menara yang tinggi sehingga memudahkan para peneliti untuk melihat langit tanpa halangan apapun. Bahkan, pada tahun 1983, NASA dari Amerika Serikat pernah melakukan pengamatan dan penelitian terhadap gerhana matahari total di Tanjung Kodok, Paciran, Lamongan.

Baca juga: Menjelajahi Wisata Ngawi, dari Alam hingga Tempat Bersejarah

2. Lokasi untuk Melihat Sunset

Selain kerap dipakai oleh para peneliti dalam melakukan penelitian tentang astronomi, Tanjung Kodok juga merupakan tempat yang cocok untuk dipakai melihat matahari terbenam. Di sini, dengan pemandangan yang tak terhalang oleh objek apapun, terbenamnya matahari akan terlihat jelas dengan mata telanjang.

tanjung kodok
info gambar

Selain matahari terbenam, wisatawan yang berkunjung ke Tanjung Kodok juga bisa menikmati angin sepoi-sepoi sembari mendengarkan deburan ombak pantai utara yang enak didengar. Perpaduan cahaya matahari, angin, dan suara deburan ombak itu akan menambah keindahan yang bisa dirasakan di sore hari.

3. Jadi Ikon Wisata

Keindahan alam di Tanjung Kodok membuat tempat ini kemudian disulap menjadi sebuah tempat wisata yang populer, yaitu WBL. WBL dibangun bersebelahan dengan Tanjung Kodok. Tidak hanya lokasinya yang dekat. WBL juga menggunakan Tanjung Kodok sebagai sebuah ikon wisata dengan membangun patung berbentuk katak di bagian depan WBL.

Di WBL, Kawan bisa menikmati berbagai wahana wisata yang tersedia. Mulai dari pantai, rotary coaster, sampai ATV. Selain itu, WBL juga menyediakan wahana air yang cocok dipakai untuk berlibur bersama dengan keluarga.

Baca juga: Pantai Papuma dan Wisata Alam Menarik di Kabupaten Jember

4. Mirip dengan Tanah Lot

Tanjung Kodok memang merupakan tempat wisata pinggir pantai dengan batuan karang yang berbentuk seperti seekor katak. Namun, rupanya tempat ini memiliki kemiripan dengan salah satu destinasi wisata di Bali yang sedang populer saat ini yaitu Tanah Lot.

Letak kemiripannya berada pada batuan karang yang besar dan lokasi pantai juga indah. Oleh karena itu, Tanjung Kodok sampai sekarang masih menjadi destinasi wisata menarik bagi masyarakat untuk sejenak melepas lelah dan memandangi keindahan alam.

5. Cerita Legenda

Tidak hanya keunikan yang berhubungan dengan destinasi wisata dan keindahan alamnya. Tanjung Kodok juga memiliki kisah sejarah yang cukup menarik. Sebuah studi menuliskan bahwa Tanjung Kodok adalah sebuah tempat yang dipakai oleh Sunan Drajat dan Sunan Sendang Duwur ketika menjamu Mbok Rondo dari Mantingan.

tanjung kodok
info gambar

Selain itu, menurut kepercayaan dari masyarakat setempat, bahwa batuan berbentuk seekor katak itu merupakan sebuah perempuan yang hamil di luar pernikahan kemudian dikutuk oleh sang ayah dari Bawean karena menjalin hubungan dengan pria miskin yang hanya berprofesi sebagai nelayan.

Baca juga: 15 Tempat Wisata Surabaya yang lagi Hits. Ada Wisata Alam hingga Wisata Malam!

referensi: berbagai sumber

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Farih Fanani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Farih Fanani.

MF
RP
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini