5 Fakta Menarik Hutan Mangrove yang Perlu Kawan Ketahui

5 Fakta Menarik Hutan Mangrove yang Perlu Kawan Ketahui
info gambar utama

Kawan pernah mengunjungi hutan mangrove? Ekosistem pesisir pantai ini sering disebut sebagai penyelamat karena peran pentingnya untuk lingkungan.

Banyak orang menganggap nama lain mangrove adalah bakau. Ternyata kedua nama ini berbeda, lho, Kawan! Bakau adalah nama lokal genus Rhizophora dalam kelompok tumbuhan mangrove.

Nah, selain fakta tersebut, terdapat sejumlah fakta menarik hutan mangrove lain yang perlu Kawan ketahui. Apa saja, ya?

Mangrove | David Clode/Unsplash
info gambar

1. Asal Kata Mangrove

Menurut buku Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia, asal kata mangrove tidak diketahui secara jelas.

Macnae (1968) berpendapat kata mangrove adalah perpaduan antara bahasa Portugis mangue dan bahasa Inggris grove. Menurut Mastaller (1997), kata mangrove berasal dari bahasa Melayu kuno mangi-mangi.

Baca juga: Bosan dengan Mal Jakarta? Yuk, Kunjungi Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk

Tomlinson (1986) dan Wightman (1989) menjelaskan mangrove sebagai tumbuhan di daerah pasang surut. Saenger, dkk (1983) juga mendefinisikan mangrove sebagai formasi tumbuhan daerah litoral khas di pantai daerah tropis dan sub tropis yang berlindung.

Soerianegara (1987) menuturkan bahwa hutan mangrove sebagai hutan yang tumbuh di tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut. Jenis pohon di hutan mangrove, antara lain Aicennia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Lumnitzera, Excoecaria, Xylocarpus, Aegiceras, Scyphyphora, dan Nypa.

2. Mangrove Tumbuh di 124 Negara

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutannya di Konferensi International Ekosistem Mangrove Berkelanjutan 2017 mengatakan bahwa mangrove tumbuh di 124 negara tropik dan sub-tropik.

Indonesia bersama Australia, Brazil, Nigeria, dan Mexico memiliki 48 persen dari luas hutan mangrove dunia seluas 15,2 juta hektar.

3. Indonesia Menyumbang 23 Persen Area Mangrove

Berdasarkan data One Map Mangrove, ekosistem mangrove di Indonesia seluas 3,5 juta ha. Sekitar 18—23 persen dari luas ekosistem mangrove dunia.

Sementara itu, Brazil menyumbang 1,3 juta hektar, Nigeria 1,1 juta hektar, dan Australia 0,97 hektar.

Baca juga: Pelestarian Wisata Alam Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu Kulonprogo

Ekosistem mangrove Indonesia tersebar di 257 kabupaten/kota. Paling luas terdapat di Irian Jaya sekitar 1.350.600 hektar (38 persen), Kalimantan 978.200 hektar (28 persen), dan Sumatera 673.300 hektar (19 persen).

3. Indonesia Tercatat Memiliki 202 Jenis Mangrove

Mengutip buku Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia, setidaknya ada 202 jenis mangrove di Indonesia. Jumlah itu meliputi 89 jenis pohon, 5 jenis palma, 19 jenis pemanjat, 44 jenis herba tanah, 44 jenis epifit, dan 1 jenis paku.

Sebanyak 43 jenis ditemukan sebagai mangrove sejati. Saenger, dkk (1983) mencatat 60 jenis mangrove sejati. Jadi, dapat dikatakan Indonesia kaya akan jenis mangrove.

4. Ada 14 Jenis Mangrove Langka di Indonesia

Indonesia memiliki 14 jenis mangrove langka, terdiri dari lima jenis umum setempat tetapi langka secara global, lima jenis langka di Indonesia tetapi umum di tempat lainnya, dan empat jenis berstatus langka secara global.

Jenis yang langka secara global, yakni Amyema anisomeres (mangrove sejati), Oberonia rhizophoreti, Kandelia candel, dan Nephrolepis acutifolia.

Baca juga: Menyeruput 'Kopi' yang Terbuat dari Mangrove

5. Mangrove Penyelamat Pantai

Mangrove patut dilestarikan karena perannya sangat penting. Mangrove mampu menyelamatkan pantai dari gelombang, angin, dan badai.

Hal ini telah terbukti, akhir 1993 silam, Dusun Tongke-tongke dan Pangasa, Sinjai, Sulawesi Selatan terlindung dari tsunami karena mangrove yang lebat dan tebal. Sementara dusun tetangganya mengalami kerusakan cukup parah.

Selain itu, mangrove juga bermanfaat untuk dijadikan kayu bakar, bahan bangunan, keperluan rumah tangga, kertas, kulit, obat-obatan, bahkan perikanan.

Nah, sekarang Kawan sudah tahu kan fakta menarik mangrove? Pelestarian mangrove harus tetap dilakukan agar tak ada lagi kerusakan. Yuk, sama-sama peduli lingkungan!

Referensi: Buku Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia | Mongabay

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

F
KO
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini