Rumah Limas: Mengenal Rumah Adat Sumatera Selatan dari Fungsi hingga Filosofinya

Rumah Limas: Mengenal Rumah Adat Sumatera Selatan dari Fungsi hingga Filosofinya
info gambar utama

Rumah Limas merupakan rumah adat Sumatera Selatan yang memiliki bentuk panggung dengan atap berbentuk limas. Rumah adat dari Palembang, Sumatera Selatan ini juga memiliki banyak keunikan seperti bentuk lantai bengkilas atau lantai bertingkat-tingkat. Setiap tingkatan bengkilas terdapat fungsi dan makna filosofi yang berbeda.

Sejarah Rumah Limas

Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, rumah Limas tak lepas dari sejarah Kerajaan Sriwijaya dan mulai dikenal sebagai rumah adat pada masa kesultanan Palembang. Rumah Limas dipercaya memiliki usia ratusan tahun. Namun tidak dapat dipastikan kapan tepatnya rumah adat Sumatera Selatan ini dibangun.

Terdapat juga sumber yang mengatakan bahwa rumah Limas yang pada mulanya dibangun dan miliki oleh Pangeran Syarif Abdurrahman Al-Habsyi yang berkebangsaan Arab dibangun pada 1830 dan pembangunan selesai pada 1835. Rumah Limas yang berusia ratusan tahun ini pun ternyata masih ada hingga kini meski telah beberapa kali dipindahkan.

Pada akhirnya rumah Limas yang menjadi prototipe rumah adat Sumatera Selatan juga ditempatkan di Museum Balaputera Dewa Palembang. Rumah ini dapat dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melihat warisan budaya yang menjadi ikon Kota Palembang ini.

Baca juga: Rumah Adat Maluku dan Maluku Utara: Baileo, Sasadu, dan Hibualamo

Konstruksi dan Arsitektur Rumah Limas

rumah limas rumah adat palembang sumatera selatan
info gambar
  • Bahan Pembuat Rumah Limas

Sumatera Selatan terkenal dengan kekayaan alamnya. Salah satu yang paling terkenal adalah ragam kayunya yang memiliki ketahanan hingga ratusan tahun.

Rumah Limas sendiri menggunakan bahan utama kayu asli dari Sumatera Selatan yang mana dalam pemilihannya pun disesuaikan dengan karakter kayu serta kepercayaan masyarakat setempat.

Contohnya saja kayu mati yang pada kepercayaan masyarakat Sumatera Selatan tidak boleh diinjak. Sehingga kayu mati pada rumah Limas digunakan untuk bahan rangka rumah.

Untuk pondasi rumah, kayu yang digunakan adalah kayu unglen atau ulin karena terkenal sangat kuat dan tahan air. Sementara untuk bagian lantai, dinding, jendela, dan pintu menggunakan kayu tambesu yang juga terkenal kokoh.

  • Menggunakan Sistem Pasak

Memiliki kesamaan dengan rumah panggung dari daerah lainnya di Indonesia. Rumah Limas yang memiliki luas antara 400 hingga 1000 meter persegi ini juga tidak menggunakan paku besi untuk menyambungkan tiap bagian melainkan menggunakan pasak yang terkenal kuat namun membuat rumah ini bisa dibongkar pasang serta dipindahkan.

  • Memiliki Tiang Penyangga yang Tinggi

Rumah adat Sumatera Selatan ini memiliki tiang penyangga yang tinggi yaitu sekitar 1,5 hingga 2 meter di atas permukaan tanah.

Bukan tanpa alasan, beberapa daerah di Sumatera Selatan memang dekat dengan rawa sehingga dengan adanya tiang penyangga ini akan mencegah air masuk ke dalam rumah.

  • Ornamen Penghias yang Khas

Bukan hanya memiliki struktur yang kokoh dan nampak megah saja. Rumah yang oleh masyarakat Palembang disebut sebagai rumah Bari atau rumah lama ini juga dipercantik dengan ornamen yang sarat akan makna.

Pada bagian atapnya terdapat hiasan Simbar berbentuk tanduk dan bunga melati. Bunga melati sendiri merupakan simbol dari keagungan dan keharmonisan.

Sementara Simbar bertanduk terdapat beberapa jenis yaitu Simbar bertanduk dua yang melambangkan Adam dan hawa, Simbar bertanduk tiga yang melambangkan matahari, bulan dan bintang, Simbar bertanduk empat yang melambangkan empat sahabat nabi, serta yang terakhir Simbar bertanduk lima yang melambangkan lima rukun Islam.

Simbar ini ternyata bukan hanya sebagai hiasan dengan filosofi di dalamnya saja melainkan memiliki fungsi sebagai penangkal petir.

  • Arah Rumah Limas Dibangun

Rumah adat Limas hanya dibangun dengan menghadap ke dua arah yaitu timur dan barat. Bagian rumah yang menghadap ke timur atau ke arah matahari terbit disebut dengan istilah matoari edop yang melambangkan awal kehidupan manusia. Sedangkan bagian yang menghadap ke barat atau ke arah matahari terbenam disebut dengan istilah matoari mati yang melambangkan akhir dari kehidupan.

Baca juga: Rumah Joglo : Mengenal Ciri Khas, Makna, dan Jenis Rumah Tradisional Jawa

Fungsi dan Filosofi Tingkatan Rumah Limas

Rumah adat sumatera selatan rumah limas
info gambar

Rumah Limas terdiri dari 5 tingkatan (Bengkilas) atau lantai utama yang mana pada tiap tingkatan memiliki fungsi dan nilai filosofis tersendiri.

  • Tingkat Pertama (Pagar Tenggalung)

Tingkat pertama pada rumah Limas disebut dengan Pagar Tenggalung. Disebut seperti ini karena memang ruangan pada tingkat pertama ini tidak memiliki dinding dan terhampar layaknya beranda.

Pagar Tenggalung merupakan bagian teras dari rumah Limas yang memiliki fungsi untuk menerima tamu serta dapat juga digunakan sebagai tempat berlangsungnya hajatan ataupun upacara adat.

  • Tingkat Kedua (Jogan)

Tingkat kedua pada rumah adat Sumatera Selatan yang satu ini disebut dengan Jogan yang mana khusus diperuntukkan khusus bagi anggota keluarga dari pemilik rumah yang berjenis kelamin laki-laki.

Sebagai informasi tambahan, pembagian tingkatan pada rumah adat ini disesuaikan dengan kebudayaan serta kepribadian masyarakat Sumatera Selatan khususnya Palembang yang mana sangat menjunjung tinggi kehormatan laki-laki dan wanita serta norma-norma adat yang berlaku di masyarakat.

  • Tingkat Ketiga (Kekijing)

Lantai atau tingkat ketiga pada rumah Limas disebut dengan Kekijing. Ruang pada kekijing memiliki sekat atau pembatas. Adapun fungsi dari lantai ketiga ini adalah sebagai tempat menerima tamu undangan saat sedang dilangsungkannya acara atau hajatan, terutama bagi handai taulan atau tamu yang telah lanjut usia.

Adapun pada hari biasa saat tidak ada acara, Kekijing biasa digunakan sebagai tempat tidur dan gudang untuk tempat menyimpan berbagai barang.

Kekijing juga dapat berfungsi sebagai kamar tidur bagi anak perempuan dari si pemilik rumah saat telah beranjak dewasa dan juga dapat digunakan sebagai kamar pengantin saat anak tersebut telah menikah.

  • Tingkat Keempat

Semakin tinggi tingkatan pada rumah Limas, maka orang yang diperbolehkan untuk masuk pun hanya orang tertentu saja. Seperti pada lantai ke empat yang dikhususkan bagi kerabat dekat dan orang-orang yang dihormati saja seperti tamu undangan yang berusia sangat tua serta Dapunto dan Datuk.

  • Tingkat Kelima (Gegajah)

Gegajah merupakan tingkatan paling tinggi pada rumah Limas sekaligus menjadi bagian lantai yang paling luas dan paling istimewa. Ruangan pada Gegajah hanya boleh dimasuki oleh anggota keluarga dengan kedudukan yang tinggi seperti keluarga inti serta orang-orang yang dihormati.

Pada ruangan Gegajah terdapat juga amben atau undakan lantai yang digunakan sebagai tempat bermusyawarah para penghuni dari Gegajah.

Pada lantai ini juga terdapat kamar pengantin yang hanya akan difungsikan pada saat pemilik rumah mengadakan pesta pernikahan.

Rumah Limas merupakan rumah adat Sumatera Selatan yang kaya akan nilai filosofis yang bersumber dari kepercayaan, budaya, serta kepribadian masyarakat setempat yang terkenal begitu menjunjung nilai-nilai norma dalam kehidupan.

Telah sangat jarang ditemukan keberadaannya, kini rumah Limas asli bisa ditemukan di Museum Balaputera Dewa, Palembang dan banyak dikunjungi sebagai salah satu warisan budaya khas Sumatera Selatan.

Baca juga: Macam-Macam Rumah Adat Lampung: Tak Hanya Nuwou Sesat!

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Limas
https://indonesia.go.id/ragam/budaya/kebudayaan/filosofi-dibalik-uniknya-rumah-limas-sumatera-selatan
https://www.orami.co.id/magazine/rumah-adat-sumatera-selatan
https://wonderfulimages.kemenparekraf.go.id/read/444/rumah-limas-khas-palembang#:~:text=Rumah%20Limas%20adalah%20rumah%20tradisional,pesta%20pernikahan%20dan%20acara%20adat.
https://sumsel.inews.id/berita/rumah-limas-berikut-sejarah-dan-keunikannya
https://www.jituproperty.com/articles/mengenal-sejarah-rumah-limas-92?page=all
https://www.rumah.com/panduan-properti/6-filosofi-rumah-limas-dan-penerapannya-di-rumah-18969

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Raras Wenny lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Raras Wenny. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

RW
RP
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini