Indonesia sebagai negara kepulauan yang menyimpan beragam kekayaan budaya selalu menarik untuk digali. Kekayaan budaya yang meliputi kuliner, budaya verbal maupun budaya visual di Indonesia sangat beragam jenis dan bentuknya. Seperti contohnya budaya aksara, tidak hanya masyarakat Jawa, Sunda atau Bali saja yang memiliki aksara di Nusantara, ternyata Bengkulu pun memiliki  aksara khasnya sendiri yang disebut dengan Ka Ga Nga. 

Aksara yang tersebar dibeberapa wilayah selatan Sumatera ini sejatinya bernama Surat Ulu, namun nama Ka Ga Nga mulai populer digunakan semenjak seorang antropolog dari University of Hull, Inggris bernama Mervyn A. Jaspan menerbitkan buku Folk Literture of South Sumatera yang membahas aksara ini.

Surat ulu diduga dahulu berkembang dari aksara pallawa dan aksara jawi yang sempat digunakan oleh Kerajaan Sriwijaya di masa jayanya. Konon, ada yang mengatakan bahwa ulu memiliki "yang terdahulu", maksudnya mendahului aksara Arab dan Latin. Aksara Ulu seniri berbentuk garis menyudut hampir seperti paku dan kaku. Menurut ahli, semakin kaku bentuk aksara maka umur aksara tersebut juga semakin tua. 

Dalam aturan aksara Ka Ga Nga seluruh hurufnya memiliki akhiran "a". Aksara ini banyak digunakan dalam media tulis bambu, kulit kayu, rotan, maupun tanduk hewan. Masyarakat konon banyak menuliskan doa-doa, matera, cerita, atau bahkan pengumuman dalam bentuk tulisan ulu.

 
Aksara Ka Ga Nga atau Surat Ulu ( Foto: wikipedia.org)
Aksara Ka Ga Nga atau Surat Ulu ( Foto: wikipedia.org)
 

Kini meskipun Ka Ga Nga belum kembali populer digunakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, berbagai naskah-naskah kuno beraksara Ka Ga Nga telah disimpan rapi di Museum Negeri Bengkulu. Beberapa upaya pelestarian aksara ini juga dilakukan dengan memasukkannya ke dalam pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah di Bengkulu. 

Pelestarian aksara Ka Ga Nga tentu saja merupakan upaya yang harus diapresiasi, sebab Ka Ga Nga merupakan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia yang harus dipelihara untuk menghindari terjadinya kepunahan. Yuk, bersama-sama mempelajari aksara kebanggaan Bengkulu ini. 

Sumber : kupasbengkulu.com
Sumber Gambar Sampul : Indonesia.travel

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu