Lupa Sandi?

Tempuh 16 ribu km, Pesawat Buatan Indonesia ini Sampai di Pantai Barat Afrika

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Tempuh 16 ribu km, Pesawat Buatan Indonesia ini Sampai di Pantai Barat Afrika

Pada Jumat 6 Januari minggu lalu waktu Senegal, pesawat CN-235 220M Multi Purpose produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) akhirnya tiba di Pusat Airforce Senegal, Dakar. Pesawat buatan Indonesia ini merupakan pesanan kedua untuk Senegal.

Untuk menuju negara pembeli, CN-235 telah menempuh perjalanan panjang selama 11 hari dengan jarak lebih dari 16.000 kilometer.

Selanjutnya, pesawat ini akan diserahterimakan kepada Senegal. Satu orang mekanik PT DI akan tinggal selama setahun di Senegal sebagai bagain dari garansi maintenance satu tahun dari PT DI.

Dok KBRI Dakar  Pesawat CN-235 buatan PT DI tiba di Dakar, Senegal, Jumat (6/1/2017). Kedatangan pesawat yang dipiloti Kapten Esther Gayatri Saleh tersebut disambut Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran beserta Staf; Jenderal Birame Diop, Chief of Senegalese Air Force / KSAU Senegal beserta jajaranya; Mr Pierre Baudechon, Regional Manager AD Trade Belgium bersama jajarannya; dan perwakilan dari PT DI; serta Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).
Dok KBRI Dakar Pesawat CN-235 buatan PT DI tiba di Dakar, Senegal, Jumat (6/1/2017). Kedatangan pesawat yang dipiloti Kapten Esther Gayatri Saleh tersebut disambut Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran beserta Staf; Jenderal Birame Diop, Chief of Senegalese Air Force / KSAU Senegal beserta jajaranya; Mr Pierre Baudechon, Regional Manager AD Trade Belgium bersama jajarannya; dan perwakilan dari PT DI; serta Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).

Pesawat kedua pesanan Pemerintah Senegal ini telah lama ditunggu-tunggu sejak Oktober 2016, tiba bersama 15 kru WNI yang terdiri dari empat pilot, yang salah satunya adalah WN Senegal, satu flight test engineer dan 10 mechanic.

Baca Juga

Kedatangan pesawat yang dipiloti Kapten Esther Gayatri Saleh tersebut disambut Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran beserta Staf; Jenderal Birame Diop, Chief of Senegalese Air Force / KSAU Senegal beserta jajaranya; Mr Pierre Baudechon, Regional Manager AD Trade Belgium bersama jajarannya; perwakilan dari PT DI; serta Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA) yang sehari sebelumnya telah tiba di Dakar.

Siaran pers yang diterima Kompas.com menyatakan, KSAU Senegal Jenderal Birame Diop sangat senang dengan datangnya pesawat CN-235 tersebut. "Kedatangan pesawat tersebut telah lama ditunggu untuk memperkuat armada angkatan udaranya," kata Mansyur.

KSAU Senegal juga menyampaikan kesan baiknya selama kunjungannya ke Indonesia dalam rangka menghadiri serah terima pesawat dari PT DI kepada AD Trade Belgium, dan pelepasan ferry flight CN-235 dari Bandung tanggal 27 Desember 2016.

Dalam kesempatan tersebut, KSAU Senegal juga berkesempatan bertemu dengan KSAU RI atas fasilitasi KBRI Dakar.

Mansyur mengatakan kedatangan pesawat CN-235 ini di Dakar merupakan kebanggaan sebagai hasil karya anak bangsa Indonesia. "Ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu memproduksi dan bersaing di bidang teknologi kedirgantaraan dengan negara-negara maju lainnya," katanya.

Pesawat CN-235 buatan PT DI tiba di Dakar, Senegal, Jumat (6/1/2017). Kedatangan pesawat yang dipiloti Kapten Esther Gayatri Saleh tersebut disambut Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran beserta Staf; Jenderal Birame Diop, Chief of Senegalese Air Force / KSAU Senegal beserta jajaranya; Mr Pierre Baudechon, Regional Manager AD Trade Belgium bersama jajarannya; dan perwakilan dari PT DI; serta Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).
Pesawat CN-235 buatan PT DI tiba di Dakar, Senegal, Jumat (6/1/2017). Kedatangan pesawat yang dipiloti Kapten Esther Gayatri Saleh tersebut disambut Dubes RI Dakar Mansyur Pangeran beserta Staf; Jenderal Birame Diop, Chief of Senegalese Air Force / KSAU Senegal beserta jajaranya; Mr Pierre Baudechon, Regional Manager AD Trade Belgium bersama jajarannya; dan perwakilan dari PT DI; serta Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).

Mansyur menegaskan dengan kedatangan CN-235 tersebut dapat dijadikan contoh dalam mempromosikan produk PT DI tersebut ke tujuh negara-negara rangkapan KBRI Dakar lainnya, yaitu Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Mali, Cote Ivoire/Pantai Gading, Sierra Leone dan Cabo Verde.

Rencananya, Senegal akan membeli satu lagi pesawat CN-235 yang akan digunakan untuk kepentingan armada Angkatan Laut yang direncanakan sesuai jadwal akan tiba di Dakar tahun 2018.

Selain itu, Dubes Mansyur juga menyatakan di antara negara rangkapan yang telah menyatakan keinginannya membeli pesawat CN-235 ini adalah Republik Guinea, sebagaimana yang telah disampaikan langsung oleh Presiden Alpha Conde kepada Presiden Joko Widodo ketika berkunjung ke Indonesia bulan Agustus 2016 lalu.

Informasi kedatangan pesawat CN-235 tersebut telah disampaikan langsung oleh Dubes Mansyur Pangeran kepada Presiden Senegal, Macky Sall pada sore harinya, pada saat Dubes menghadiri Resepsi Tahun Baru 2017 di Istana Kepresidenan di Dakar.

"Presiden Senegal sangat senang dan menyampaikan terima kasih atas hubungan kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini dan meminta untuk ditingkatkan di masa-masa mendatang," kata Mansyur.

Garansi 1 tahun

Pesawat yang diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, tanggal 27 Desember 2016, dalam perjalanannya ke Dakar, Senegal mengambil rute ferry flight: Medan, Colombo (Sri Lanka), Maldives, Karachi (Pakistan), Riyadh (Arab Saudi), Khartoum (Sudan), Ndjamena (Chad), Ouagadougou (Burkina Faso), dan Dakar.

Selama berada di Dakar, Tim PT DI dan IMAA melakukan proses administrasi meliputi customer acceptance dan de-registrasi dari register Indonesia (AX) menjadi register Angkatan Udara Senegal pada tanggal 9 Januari 2017.

Sesuai kesepakatan KSAU Senegal dengan PT DI, untuk maintenance pesawat tersebut, satu orang mechanic PT DI akan tinggal di Dakar selama satu tahun selama masa garansi.

Selama berada di Dakar, seluruh delegasi PT DI dan IMAA difasilitasi oleh AD Trade Belgium. Dengan tibanya pesawat CN-235 tersebut, Senegal kini memiliki dua pesawat CN-235 buatan PT DI.

Pesawat pertamanya tiba tahun 2011 digunakan untuk kepentingan militer VIP dan pesawat kedua untuk multi fungsi, yaitu troop transport, medivac dan VIP.

Menurut Mansyur, upacara resmi serah terima pesawat CN-235 tersebut dari AD Trade Belgium kepada Pemerintah Senegal dijadwalkan pada tanggal 23 Januari 2017.

Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Direktur Utama dan Direktur Niaga & Restrukturisasi PT  DI serta para KSAU dari negara-negara di wilayah Afrika Barat.

Kompas.com

Pilih BanggaBangga92%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau2%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara