Lupa Sandi?

Dari Puma Ke Cougar

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Dari Puma Ke Cougar

Wajah sumringah Mente-ri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, muncul di pintu helikopter SAR Tempur TNI AU jenis EC-725 Cougar TNI AU buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) bekerja sama dengan Airbus Helicopters, sembari mengarahkan senapan mesin FN MAG/SPM-2 kaliber 7,62 mm untuk action di depan kamera awak media. Suasana di hanggar PT DI, Bandung, 25 November 2016 lalu, memperlihatkan wujud bangga, haru sekaligus syukur. Dua dari enam pesawat SAR Tempur TNI AU pesanan Kemhan, yang pembuatannya telah terlambat sekitar 1 tahun, akhirnya diserahkan kepada sang pemesan. Direncanakan, 4 sisanya segera diserahkan pada tahun 2017 ini.

Helikopter EC-725 Cougar buatan PT DI (photos : defence.pk)
Helikopter EC-725 Cougar buatan PT DI (photos : defence.pk)

Sudah sekian lama TNI AU membutuhkan helikopter SAR tempur yang baru guna menggantikan helikopter jenis Puma di Skadron-6 dan jenis Super Puma di Skadron-8 yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, keduanya berpangkalan di Lanuma Atang Sanjaya, Bogor. Dipilihnya helikopter jenis EC-725 Cougar sebagai pengganti Puma dan Super Puma didasarkan pada kebijakan pemberian nilai tambah dan alih teknologi sekaligus peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri. Ini adalah kebijakan Pemerintah yang tepat.

Baca Juga

Sang pendahulu, heli Puma dan Super Puma, adalah juga buatan PT DI (d/h PT Industri Pesawat Terbang Nasional – IPTN) bekerja sama dengan Aerospatiale, Prancis, di dekade 1980-an. Sekarang, Aerospatiale telah melebur kedalam Airbus Helicopters dan bekerja sama dengan PT DI guna membangun helikopter yang lebih besar, lebih garang dengan peralatan navigasi lebih canggih. Ukuran Cougar yang lebih besar mampu mengangkut hingga 29 pasukan tempur bersenjata lengkap, dibanding heli Puma yang hanya mampu mengangkut 16 prajurit.

Kokpit heli Cougar sudah serba digital dan dihubungkan secara elektronik ke sang pilot yang memakai helm dengan perangkat night vision goggles, sehingga bisa bermanuver di malam hari. Untuk operasi SAR, heli Cougar dilengkapi kamera Forward Looking Infrared (FLIR) sehingga bisa mencari dan menyelamatkan prajurit yang hilang di medan pertempuran pada siang hari maupun pada malam hari.

(Sumber: Sains Indonesia)

Pilih BanggaBangga88%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang6%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau6%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie