Sejak diresmikan pada 12 Juli 1975 hingga kini, Tugu Monumen Nasional (Monas) terus menjadi daya tarik bagi Kota Jakarta. Selain menjadi penanda kota (landmark), bangunan bersejarah itu juga menjadi kisah manis bagi masa kecil sebagian warga.

Rancang bangun Tugu Monas mengandung unsur konsep pasangan universal abadi, yang diambil dari kebudayaan nusantara. Tiang obelisk yang menjulang menggambarkanlingga yang menjadi lambang maskulinitas, sedang cawan landasan gambarkan yoni yang merupakan lambang feminis. Lingga dan yoni juga menyimbolkan kehidupan Indonesia sebagai negara agraris, yaitu sebagai gambaran alat penumbuk padi alu dan lesung.

Selain tugu, di kawasan Monas juga terdapat kolam air mancur berukuran 25 x 25 meter. Kolam yang terletak di Taman Merdeka Utara ini berfungsi sebagai sistem pendingin udara, sekaligus mempercantik kawasan. Kolam tersebut menampilkan atraksi air mancur dengan gerakan air menawan. Warga Jakarta menyebutnya Air Mancur Joget, sebagaimana juga ditulis dalam lirik lagu pedangdut Rhoma Irama.

Atraksi keindahan berupa gerakan air mancur tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan Monas. Inilah yang menjadi alasan mengapa kawasan tersebut ramai dikunjungi warga Jakarta di malam hari. Selain muda-mudi yang menghabiskan malam, keluarga yang membawa serta anak untuk mencari hiburan merupakan hal yang sering terlihat.

Sayangnya, Air Mancur Joget tak lagi berfungsi sejak 2007. Banyak warga menyayangkan mengapa tidak diperbaiki, sebab mereka kehilangan salah satu momen terbaik bersama keluarga dan orang-orang tercinta.

Namun rasa kehilangan ini tak berlangsung lama. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat Sabtu (12/08) lalu meresmikan Air Terjun Joget yang kini dibangun lebih indah. Selain menampilkan atraksi air mancur dengan iringan sorot lampu warna-warni, air mancur yang disebut Air Mancur Menari atau Monas Fountain ini juga menampilkan ragam lagu.

Musisi Addie MS didaulat untuk mengaransemen lagu-lagu nasional dan daerah. Selain itu ada pula lagu "Ke Monas" milik Rhoma Irama. Masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan air Mancur Menari secara gratis, pada Sabtu dan Minggu malam. Tiap hari pertunjukan dibagi dalam dua sesi, yaitu pukul 19.30 dan 20.30. Tiap sesi berlangsung selama 30 menit, dengan menampilkan lima hingga enam judul lagu.

Revitalisasi Air Mancur Menari ini menghabiskan dana sebesar Rp 400 juta. Dana tersebut diambil dari patungan kantong pribadi, yaitu Gubernur Djarot, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kepala Kantor Pengelola Kawasan (KPK) Monas Sabdo Kristianto dan Addie MS.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu