Mahasiswa ITS Kembali Meraih Penghargaan di Harvard National MUN

Mahasiswa ITS Kembali Meraih Penghargaan di Harvard National MUN

Salsabila dan Adela pada Harvard National Model United Nations © Foto: ITS MUN Club

Indonesia kembali diharumkan namanya di kancah internasional oleh mahasiswa. Dua dari delapan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya yang menjadi delegasi untuk Harvard National Model United Nations (HNMUN) 2018 di Universitas Harvard, Amerika Serikat, berhasil mendapatkan penghargaan Social Venture Challenge (SVC) Award dan menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini.

Adapun 8 mahasiswa yang menjadi delegasi adalah Nadhila Fajriani Putri (Teknik Kimia), Leonard (Teknik Mesin), Mumtaza Rizky (Teknik Mesin), Rachmad Ananto (Transportasi Laut), Qaedi Aufar (Teknik Elektro), Yohanes Bayu (Teknik Kelautan), Adela Almira (Teknik Industri), dan Salsabila Annisa (Teknik Sistem Perkapalan).

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Tiga tim mahasiswa ITS berhasil lolos ke babak final namun Salsabila Annisa Rengganis (mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan) dan Adela Almira Hermawan (mahasiswa Teknik Industri) adalah mahasiswi yang berhak memenangkan gelar penghargaan tertinggi tersebut.

HNMUN 2018 adalah kompetisi simulasi sidang PBB paling bergengsi di seluruh dunia yang diselenggarakan oleh Universitas Harvard, AS. Kompetisi ini diikuti oleh ribuan mahasiswa dari seluruh dunia. Sedangkan Social Venture Challenge Award adalah penghargaan bagi tim yang memiliki inovasi proyek sosial yang berdampak besar bagi masyarakat.

Proyek sosial yang ditawarkan oleh mahasiswi tersebut adalah memberdayakan nelayan di Brondong, Lamongan, Jawa Timur dengan membuat bahan bakar mesin diesel untuk mesin kapal nelayan yang berasal dari limbah ikan. Proyek sosial ini dinamakan VISH Diesel.

Sebelumnya ITS telah memenangkan penghargaan yang sama di HNMUN pada tahun 2015 dan 2016. “ini merupakan sebuah comeback setelah kita sempat vakum untuk tidak mengirimkan delegasi di tahun 2017” ucap Adela.

Adela mengaku dalam proses mempersiapkan kompetisi ini bukanlah perkara yang mudah. Ia dan tim yang tergabung dalam ITS MUN Club telah melakukan berbagai latihan dan persiapan sejak Juli 2017.

Penghargaan dari Harvard ini membuktikan bahwa mahasiswa ITS merupakan generasi masa depan bangsa yang dapat menawarkan solusi efektif untuk menyelesaikan permasalahan kompleks yang terjadi di daerah sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia juga dapat bersaing di dunia internasional.

“Harapan saya adalah di waktu dekat, mahasiswa ITS dan seluruh universitas lain di Indonesia dapat ikut serta sebagai agent of change, para pemberi perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga kami, para pemuda dapat bersama-sama memajukan Indonesia”.


Sumber: Press Release ITS MUN Club

Pilih BanggaBangga89%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang3%
Pilih Tak PeduliTak Peduli1%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau4%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

How The Future Looks Like? Sebelummnya

How The Future Looks Like?

Ada Indonesia di Penghargaan Nobel 2019 Selanjutnya

Ada Indonesia di Penghargaan Nobel 2019

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

1 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.