Kawasan industri kreatif, layaknya Silicon Valley di Amerika Serikat, segera beroperasi di Yogyakartakarta. Tepatnya di Dusun Cikal, Srimulyo, Piyungan, Kabupaten Bantul dan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

“Kita akan menyiapkan dua lokasi itu sebagai ‘Silicon Valley’-nya Indonesia,” kata Asisten Bidan Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo pada ANTARA News.

Budi mengatakan dua kawasan industri itu disiapkan untuk mengimplementasikan program Kemudahan Langsung Investasi Konstruksi atau ‘KLIK’. Kawasan KLIK Piyungan ini diarahkan untuk pengembangan industri kreatif macam start-up, animasi, perfilman, fesyen, kuliner, dan kerajinan lain.

Pembangunan Digital Hub Indonesia di Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/5/2017). Foto: Arsip ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Pembangunan Digital Hub Indonesia di Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/5/2017). Foto: Arsip ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

”Maret tahun ini rencana dicanangkan langsung oleh Presiden Joko Widodo,” kata Budi ditemui di Bangsal Kepatihan, Rabu (21/2).

Keberadaan Klik Piyungan ini berdiri di lahan seluas 335 hektare. Keberadaannya sebagai jawaban atas bergeliatnya industri kreatif dan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di DIY.

Ia mengatakan dua kawasan industri tersebut akan memberikan kemudahan bagi para investor yang akan menanamkan modalnya di DIY. Di sisi lain keberadaan kawasan itu juga diyakini mampu memberikan dampak positif bagi UMKM setempat.

Foto: Jogja Digital Valley, coworking space dan inkubator startup digital. Foto: Jogjadigitalvalley.com
Foto: Jogja Digital Valley, coworking space dan inkubator startup digital. Foto: Jogjadigitalvalley.com

Menurut laporan Radar Yogyakarta, tercatat ada 524.395 UMKM di DIY. Jumlah tersebut, menyumbang dominasi pertumbuhan ekonomi yang ada di DIY mencapai 98,4 persen.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta meyakini dua kawasan industri tersebut dapat menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

"Saya yakin puluhan ribu tenaga kerja kalau benar-benar full, tapi ini kan bertahap," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Tri Saktiyana, di Yogyakarta, Kamis, 22 Februari 2018 pada Tempo.co.

Ia pun optimis potensi perputaran uang di kawasan industri itu mampu mencapai triliunan rupiah per tahun.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu