Ketika Budaya Indonesia Lestari Berkat Para Pemuda Negara Sahabat

Ketika Budaya Indonesia Lestari Berkat Para Pemuda Negara Sahabat
info gambar utama
Apresiasi tinggi patut diberikan kepada mereka yang dengan giat melestarikan seni, budaya, dan kearifan lokal Indonesia. Di tengah gerusan modernisasi, rasanya tak ada cara lain yang dapat ditempuh selain membuat seni dan budaya Indonesia mengakar dibenak para pemuda.

Demi mewujudkan hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, memberikan dukungannya melalui ''Program Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI)'' bagi pemuda-pemudi tanah air maupun dari negara sahabat, yang ingin mengenal lebih dekat seni dan budaya Indonesia. Sebanyak 848 alumni dari 74 negara pun telah lahir dari inisiasi ini. Selain Indonesia dan sejumlah negara ASEAN, beberapa negara penerima BSBI antara lain Azerbaijan, Kanada, Republik Ceko, Perancis, Italia, Jerman, Korea Selatan, dan Spanyol.

Hasilnya, aktivitas berkualitas dan kontribusi positif alumni BSBI pantas disebut membanggakan. Seperti pembentukan ''Asosiasi Persahabatan Indonesia Belanda atau Indonesia Netherland Youth Society (INYS)'', pendirian grup Tari Rako Pasifika dan Vou Group asal Fiji, pembuatan film dokumenter sejarah tarian dan tradisi Sulawesi Selatan oleh alumni asal Perancis, hingga peluncuran novel bertajuk 'A Way to Indonesia' oleh peserta BSBI asal Maldova.

Tahun ini, program yang telah dilaksanakan selama 16 tahun berturut-turut itu, menyertakan peserta dari lima negara baru yang bergabung menjadi friends of Indonesia. Negara-negara tersebut ialah; Bangladesh, Bosnia, Benin, Ghana, dan Yordania. Dengan mempelajari tari, musik, bahasa, dan kearifan lokal Indonesia. Diharapkan mereka dapat menjadi duta Indonesia di negara asalnya masing-masing.

Baca juga: Beasiswa Seni dan Budaya, Jadi Sarana Pemuda Dunia Mengenal Indonesia

Dikatakan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, tema The Colours of Beautiful Indonesia yang diusung tahun ini, merepresentasikan indahnya Indonesia yang majemuk dan dipayungi prinsip dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Tema tersebut juga menceritakan tentang payung persahabatan yang tumbuh antar para peserta, semangat toleransi, dan kolaborasi sebagai jembatan antar bangsa.

Foto: GNFI
info gambar

'Malam ini merupakan perayaan untuk perbedaan. Tema The Colours of Beautiful Indonesia ini membawa pesan bahwa perbedaan bukan untuk melemahkan tapi saling menguatkan,'' tegasnya.

Program BSBI kemudian ditutup dengan perhelatan Indonesia Channel (InChan) 2018 di Taman Ismail Marzuki pada 4 Juli 2018. InChan menjadi pertunjukan seni nusantara hasil studi peserta BSBI dari negara sahabat yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Para peserta BSBI menampilkan tari Nyawiji, Meras Gandrung, Sunar Sunda, Takontu, Randai, Payung, Janger, Bangor, dan musik tradisional termasuk lagu Jaran Goyang yang sedang populer saat ini.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini