"Tanpanya, Mungkin Saya Jadi Penjual Es di Tebet"

"Tanpanya,  Mungkin Saya Jadi Penjual Es di Tebet"

Screenshot video yang viral @ Instagram.com

Beberapa hari ini, dunia informasi kita dipenuhi berita mengenai kepergian sang Bapak Teknologi Indonesia, yakni Prof. Dr. Ing. BJ Habibie, yang meninggal beberapa hari lalu di usia 83 tahun. Kepergiannya ternyata membawa kesedihan mendalam bagi ratusan juta orang Indonesia. Tak hanya itu, banyak pemimpin dunia yang mengirimkan ungkapan kesedihan mereka atas perginya presiden ke-3 Indonesia tersebut.

Ada satu yang menarik perhatian. yakni video Xanana Gusmao, pemimpin Timor Leste, mengunjungi Habibie yang lemah terbaring di tempat tidur RSPAD. Video Presiden Timor Leste Xanana Gusmao menjenguk BJ Habibie ini viral di media sosial. Keduanya tampak akrab saat BJ Habibie terbaring di RS. Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto menceritakan kunjungan Xanana.

Lihat postingan ini di Instagram

MOMEN MENGHARUKAN KALA PRESIDEN TIMOR LESTE PERTAMA XANANA GUSMAO MENJENGUK ALMARHUM BAPAK BJ.HABIBIE _ "Xanana ketemu Habibie itu dlm rangka mau minta kesediannya untuk meresmikan jembatan di Bidau Santana. Tp, krn beliau lg terbaring di RS, Xanana akhirnya memohon restu penggunaan nama BJ Habiebie untuk jembatan baru itu" tulis @rnet.tv pada pesan singkat nya kpd admin. makasih untuk tambahan informasi nya _ _ [email protected]_fact Momen mengharukan ketika Presiden pertama Timor Leste, Xanana Gusmao, menjenguk Bapak BJ Habibie. . ????? . #bjhabibie #habibie #xananagusmao #repost #infiafact #net2netcomm

Sebuah kiriman dibagikan oleh beritasumbar.com (@beritasumbar) pada

Awalnya Presiden Timor Leste itu Xanana Gusmao mengundang BJ Habibie dalam peringatan referendum 20 tahun Timor Leste. Namun, Habibie tak bisa hadir karena sakit. Xanana sendiri yang pada akhirnya menemui Habibie.

Pertemuan Xanana dan Habibie ini terjadi di RSPAD Gatot Soebroto pada akhir Juli 2019 lalu. Rakyat Timor Leste menganggap BJ Habibie mempunyai jasa besar bagi negara itu. Bagaimana tidak, keputusan Habibie menggelar referendum pada 1999 lalu mengantarkan eks provinsi Timor Timur itu berdaulat sebagai negara merdeka.

s
Xanana Gusmao | Post Courier

Bagi Xanana, keberanian Habibie tersebut akan menjadi keuntungan untuk masa yang akan datang. Menurutnya untuk mendapatkan sesuatu memang harus ada hal yang mereka korbankan.

"Tanpa keberanian dari Pak Habibie mungkin sekarang saya hanya akan menjadi penjual es batu di Tebet," kata Xanana sambil tertawa, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com

Duta Besar Timor Leste untuk Indoneis Alberto XP Carlos sebelumnya juga menyampaikan belasungkawa atas nama negeri.

"Kedutaan Besar Timor Leste, Pemerintah dan Rakyat Timor Leste sangat sedih mendengar berita tentang meninggalnya Bapak Presiden ke-3 RI, BJ Habibie," kata Dubes Carlos melalui pesan singkat pada Jumat (13/9/2019).

(Dari berbagai sumber)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih68%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli21%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Global Volunteer, Pengalaman Lintas Budaya untuk Masa Depan Dunia yang Lebih Baik Sebelummnya

Global Volunteer, Pengalaman Lintas Budaya untuk Masa Depan Dunia yang Lebih Baik

Membelah Angkasa dengan Busana Khas Indonesia Selanjutnya

Membelah Angkasa dengan Busana Khas Indonesia

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.