Menelisik Asal Usul Kayu Gaharu dari Parfum Seharga Rp18 Miliar. Benarkah Asli dari India?

Menelisik Asal Usul Kayu Gaharu dari Parfum Seharga Rp18 Miliar. Benarkah Asli dari India?
info gambar utama

Parfum itu diberi nama Shumukh, The Spirit of Dubai. Parfum yang diklaim sebagai parfum termahal di dunia.

Bagi siapapun yang ingin mendapatkan parfum ini, harus merogoh kocek sebesar 1 juta poundsterling atau setara Rp18 miliar.

Parfum eksklusif ini dikemas dalam sebuah botol kaca Murano, Italia, kota yang memang terkenal akan seni kacanya. Botolnya pun terbuat dari campuran emas 24 karat.

Bukan hanya botolnya, di setiap sisi parfumnya juga masih mengandung taburan emas 24 karat.

Bagian atas botol terbuat dari 2.479,26 gram emas 18 karat, 5.892,88 gram perak, dan lebih dari 3.000 berlian, topaz, dan mutiara.

Tidak hanya kandungan berharga dalam setiap sudut parfumnya, parfum ini bahkan ditanami teknologi canggih berupa dua remote control.

Pertama, berfungsi untuk menyesuaikan tinggi alas kulit yang bisa berputar dan menyala untuk menambah kesan elegan pada kota hitam yang menjadi kemasannya. Sedangkan yang kedua berfungsi sebagai penyemprot otomatis.

Setiap detil dari parfum ini juga mengandung arti yang semakin menambah nilai parfum. Pasalnya banyak detil yang mencerminkan warisan budaya Dubai di sana. Salah satunya dengan menempatkan patung emas dan simbol-simbol khas Dubai.

Pada bagian atas terdapat simbol Elang Baz yang terbuat dari emas berhias 561 berlian untuk efek bulu elang. Mata elang pun terbuat dari berlian hitam dan paruhnya terbuah dari batu onyx.

Pada bagian tengah terdapat globe berdiameter 27,4 milimater dari batu topaz biru asal Swiss dengan dekorasi kuning dari emas. Globe itu juga disangga oleh emas putih, marmer Carrara Italia, dan penunjuk posisi Dubai berada yang khusus terbuat dari berlian setengah karat.

Bukan parfum jika aroma wanginya tidak istimewa. Parfum ini memiliki aroma amber, cendana, musk, kayu gaharu India, mawar Turki, patchouli, ylang-ylang, dan frankincense. Sekelumit racikan aroma itu diketahui perlu percobaan sebanyak lebih dari 400 kali dan memakan waktu sekitar tiga tahun.

Hasil lainnya, sekali semprot parfum ini diklaim akan bertahan selama 12 jam.

Benarkah Kayu Gaharu dalam Parfum Berasal dari India?

Kayu Gaharu atau Agarwood
info gambar

Satu hal yang membuat GNFI tertarik untuk bahas adalah salah satu aroma atau kandungan dalam parfum tersebut yang disebutkan adalah ‘’kayu gaharu India’’.

Riset GNFI menemukan bahwa kayu gaharu adalah salah satu komoditas paling bernilai di Indonesia. Kumparanbahkan mengutip bahwa kayu gaharu merupakan kayu asli Indonesia dan banyak ditemukan di Kalimantan Selatan dan belakangan diketahui ditemukan juga di wilayah Sumatera Selatan.

Media lain seperti Phinemojuga menegaskan bahwa pohon gaharu hanya ditemukan di Indonesia.

Kayu gaharu atau dikenal juga sebagai agarwood memang terkenal dengan wangi khasnya yang kerap dijadikan bahan pelengkap wangi-wangian. Bahkan aromanya dipercaya mampu menjadi aromaterapi anti-stres yang cukup ampuh.

Wujud kayu gaharu sendiri memiliki warna kehitaman pekat yang merupakan ciri khasnya. Bagian hitam ini mengandung resin yang nantinya dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap wangi-wangian, seperti pada shampoo, dupa, dan parfum.

Kayu Termahal di Dunia

Kayu Gaharu atau Agarwood
info gambar

Harga kayu gaharu digadang-gadang dapat melebihi harga pohon jati ataupun pohon ulin. Harga terendah dari 1 kg kayu gahar dibanderol Rp300 ribu per kilogram, sedangkan harga tertinggi bisa mencapai Rp500 juta per kilogram.

Rata-rata pasaran menjualnya dari Rp10 juta sampai Rp35 juta per kilogramnya. Perbedaan harga ini memang disesuaikan dengan klasifikasi dan jenis kayu gaharu yang dijual.

Semakin pekat warna hitam pada urat kayunya, dan semakin tinggi tingkat kekerasan kayunya, maka akan semakin mahal harganya.

Salah satu pengusaha kayu gaharu, Martinus Tus, yang membuka gudang kayu gaharu di Kalimantan Utara mengungkapkan kepada Kompasbahwa bisnis kayu gaharu semakin menjanjikan sekaligus semakin memiliki risiko yang tinggi setiap tahunnya.

Pasalnya, tingginya permintaan membuat keberadaan kayu gaharu semakin langka. Semakin langka dan semakin sulit ditemukan, maka semakin tinggi pula harganya.

Pada tahun 1994 saja, Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) di Amerika Serikat pernah menetapkan pembatasan perdagangan kayu gaharu karena populasinya yang berkurang dengan sangat cepat.

Meski begitu, hal ini tidak menghentikan para penyuka kayu gaharu untuk terus mencari komoditas mahal nan wangi ini. Sehingga para pebisnis pun harus pintar-pintar dalam menjalankan bisnisnya.

Martinus bahkan pernah melepas harga kayu gaharu kelas king super seharga Rp1,2 miliar per kilogram pada tahun 2014 silam.

Diketahui untuk memanen kayu gaharu kelas super king memang harus memanfaatkan pertumbuhan alami, tidak bisa direkayasa atau sebutannya inokulasi. Meski cara ini pernah dicoba, nyatanya kayu gaharu yang dihasilkan tidak serupa dengan kelas super king. Sehingga nilai jualnya cenderung rendah.

Negara yang paling banyak mengimpor kayu gaharu Indonesia antara lain Arab, China, dan India. Negara lain yang kerap memesan kayu gaharu Indonesia antara lain Singapura, Kuwait, Macau, Vietnam, Hongkong, Jerman, dan Korea Selatan.

Lalu Bagaimana Kayu Gaharu Bisa Sampai di India?

Kayu Gaharu ke India
info gambar

Dikisahkan Mongabay Indonesia, kayu gaharu diketahui merupakan komoditas andalan Kerajaan Sriwijaya dalam mengendalikan jalur perdagangan antara China, Arab, dan India. Perdagangan ini diketahui sudah berlangsung sejak abad 7-12 masehi.

Kayu gaharu menjadi salah satu komoditas penting yang diperdagangkan bersama dengan komoditas penting lainnya seperti cengkih, pala, kapulaga, emas, dan timah.

Melalui jalur perdagangan inilah muncul kemungkinan bahwa bibit kayu gaharu dapat tersebar di beberapa negara lainnya. Mengingat tingginya kebutuhan akan komoditas yang memiliki khasiat yang sangat bagus dan menjadi komoditas yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ritual kepercayaan.

Perdagangan kayu gaharu yang sudah dimulai sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, di tengah terus meningkatnya permintaan akan komoditas ini, tidak menutup kemungkinan kalau beberapa negara mencoba untuk mendudiyakan bibitnya.

Termasuk bisa saja terjadi di India.

Yang belum diketahui selanjutnya adalah apakah kayu gaharu yang terkandung dalam parfum termahal di dunia itu masuk dalam kategori kelas super king seperti yang ada di Indonesia?

--

Sumber:

CNN Indonesia | Kumparan | Brilio | Kompas | Antara News | Mongabay Indonesia | Phinemo

--

Baca Juga:

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini