Pertama Dalam Sejarah Indonesia! Sensasi Nonton Musikal Cerita Rakyat dari Rumah

Pertama Dalam Sejarah Indonesia! Sensasi Nonton Musikal Cerita Rakyat dari Rumah

Ilustrasi © M.Moira/Shutterstock

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Apa jadinya jika sebuah teater musikal dikemas dan diproduksi langsung oleh sutradara film? Mencoba membayangkan merasakan sensasi gema musik dan lagu di sebuah panggung, namun dikemas seperti sebuah film.

Bertajuk #MusikalDiRumahAja, kolaborasi antara BOOW LIVE x Indonesiakaya.com akan mengukir sejarah sebuah karya seni yang tak biasa. Ini adalah perdana dan pertama kali dilakukan di Indonesia yang dilakukan oleh mereka sebagai komitmen dan dukungan seni pertunjukan Indonesia.

Seperti yang sudah kita ketahui semua, pekerja industri kreatif merupakan sektor yang sangat terdampak akan pendemi ini. Tidak seperti sektor lainnya yang hanya terpangkas penghasilannya, para pekerja industri kreatif justru tidak memiliki penghasilan sama sekali di tengah pandemi.

‘’Ini adalah salah satu cara aku dan teman-teman, yang benar-benar kosong nggak ada kerjaan sama sekali. Sedangkan otak kita kan harus tetap produktif. Kita sebagai seniman dan pekerja seni kalau nggak ngapa-ngapain kayaknya buntu aja,’’ ungkap Bayu Pontiagust, Produser Eksekutif #MusikalDiRumahAja saat konferensi pers visual, Kamis (16/07/2020).

Menurut Bayu, program ini menjadi salah satu harapan sekaligus dedikasi kepada para pekerja seni karena diakhir proyek kawan-kawan dari BOOW Live dan Indonesiakaya.com akan menggalang donasi untuk membantu para pekerja seni lainnya yang terdampak pandemi.

‘’Ini salah satu bentuk cinta kita terhadap produksi seni. Kita sama-sama bergandengan tangan untuk membuat karya,’’ katanya.

Tidak hanya itu, #MusikalDiRumahAja juga dirancang untuk memberikan hiburan yang informatif bagi masyarakat, khususnya para penikmat seni di tengah keterbatasan yang membuat kita semua harus di tetap di rumah.

Seperti yang kita ketahui semuanya bahwa berbagai pertunjukan panggung baik itu konser, pertunjukan drama dan musikal, sampai panggung privasi dalam sebuah pernikahan saja sudah tidak boleh diselenggarakan.

‘’Kita akan mencatat sejarah di dunia seni pertunjukan dengan membuat satu kreativitas yang bisa dinikmati oleh banyak orang melalui platform online. Akan ada kolaborasi orang panggung dan orang film yang harus menjadi visualisasi yang bagus,’’ tambah Renitasari Adrian, Program Director Indonesiakaya.com, pada kesempatan yang sama.

6 Cerita Rakyat yang Akan Diangkat

Musikal di Rumah Aja
Kikan Namara (kanan) akan berperan sebagai Dayang Sumbi dalam kisah Sangkuriang © Dok. Image Dynamics

#MusikalDiRumahAja ini nantinya akan mengangkat enam cerita rakyat Indonesia, yaitu Malin Kundang, Timun Mas, Rara J (adaptasi Roro Jongrang), Sangkuriang, Bawang Merah Bawang Putih, dan Lutung Kasarung.

Enam cerita rakyat Indonesia yang dikemas secara musikal ini melibatkan enam sutradara teater, enam sutradara film, enam sinematografer, tujuh penata musik, serta 44 aktor, aktris, dan penari Indonesia.

Uniknya, proses pembuatan teater musikal ini tetap dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dan pembatasan sosial (social distancing).

‘’Tantangannya adalah biasanya teater musikal dilakukan live, jadi menyanyi dan acting, tektokannya langsung. Ini kan beda. Semuanya harus direkam dulu. Jadi semua pemain (teater) emosinya atau membangun chemistry-nya agak lebih sulit menurutku,’’ aku seorang penyanyi, Kikan Namara yang nantinya akan memerankan Dayang Sumbi dalam kisah Sangkuriang.

Bahkan tak jarang para pemain tidak sempat melakukan latihan pada saat pengambilan gambar karena keterbatasan waktu dan protokoler kesehatan yang wajib untuk dijalankan. Meski begitu, semua pembacaan skrip sudah dilakukan secara intens secara virtual. Tentu menjadi sebuah pengalaman dan tantangan yang berbeda.

‘’Mau dicekek bagaimana juga nggak bisa. Haha. Memang kita harus sabar, ada ruang buat mereka supaya membacanya harus ngikutin (emosi) banget,’’ aku Rama Soeprapto, Sutradara Teater dalam cerita Malin Kundang.

‘’Yang harus digarisbawahi di sini adalah trust. Trust antar tim yang luar biasa. Untungnya saya dibantu oleh pemain-pemain yang sangat profesional,’’ kata Rama lagi.

Bukan Hanya Sekadar Dokumentasi Teater, Ini Film!

Musikal di Rumah Aja
Di balik layar proses pembuatan #MusikalDiRumahAja. Zack Lee sedang memerankan Raksasa Dunia dalam Cerita Timun Mas © Dok. Image Dynamics

Keadaan pandemi memang memaksa setiap orang melakukan perubahan dalam hidupnya, tak terkecuali para pekerja seni. Platform panggung teatrikal bukan lagi satu-satunya media dan tempat para pekerja seni untuk berkreasi.

Dengan adanya #MusikalDiRumahAja ini membuktikan bahwa platform daring bukan menjadi suatu halangan dan pantangan. Tantangan tentu saja, ya. Apalagi para pekerja seni profesional ini dituntut untuk lebih menguras tenaga mereka, terutama para pemain yang harus bisa menyampaikan rasa dan emosi suatu cerita hingga menembus batas layar yang membatasi pemain dengan penonton.

‘’Ya, ini mungkin sejarah. Kita hidup dalam sebuah era bersejarah. Orang kreatif dan orang seni kalau diam saja energinya nanti jadi mampet. Ini jadi salah satu cara untuk lebih merasa berguna dan membuat energi kita jadi baik, dan nantinya membantu imunitas badan. Aku percaya itu,’’ ungkap Nia Dinata, Sutradara Film yang juga mengaku tertantang dalam membuat #MusikalDiRumahAja.

Dalam proyek ini, Nia khusus akan menyutradarai musikal Lutung Kasarung.

Ada poin penting yang Nia sampaikan sebagai pegiat film. Dia menjelaskan bahwa teater dan film adalah dua alur seni yang sangat berbeda.

‘’Kalau teater, satu dimensi. Melihatnya dari depan. Semuanya ada di panggung. Point of view-nya hanya dari depan. Tapi kalau film itu 360 derajat. Walaupun kita menonton di layar, dari depan, tapi kita harus bisa masuk ke emosi, perspektif, dan sudut pandang karakter-karakternya,’’ ujarnya.

Alih-alih untuk menyuguhkan teater secara daring, siaran teater secara daring yang ada selama ini dirasa Nia justru hanya untuk mendokumentasikan apa yang ada dipanggung.

‘’Itu tidak dibikin dan didesain untuk ditonton di rumah. Angle-nya tentu saja berbeda, nontonnya kayak tradisional seperti kita menonton sandiwara di TVRI dulu,’’ kata Nia.

Untuk itu, sejak awal Nia mengaku antusias untuk menggodok proyek ini hingga matang. Sebagai sutradara film, dia pun harus punya prinsip untuk membuat dan membawakan teater musikal ini seperti layaknya membuat film.

‘’Itu bisa menggugah penonton nanti dan masyarakat yang di rumah aja.’’

Buat Kawan GNFI yang penasaran bagaimana sih sensasi menonton teater musikal di rumah aja dengan produksi layaknya sebuah film, Kawan GNFI pantengin terus kanal Youtube Indonesia Kaya karena setiap ceritanya akan ditayangkan pada Kamis setiap pekannya, mulai tanggal 23 Juli 2020 nanti, pukul 20.00 WIB.

Setelah nonton, jangan lupa untuk berdonasi, ya!

--

Baca Juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Mustafa Iman

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Realme Siapkan Smart TV untuk Pasar Indonesia Sebelummnya

Realme Siapkan Smart TV untuk Pasar Indonesia

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon Selanjutnya

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon

Dini Nurhadi Yasyi
@dininuryasyi

Dini Nurhadi Yasyi

fiksidini.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.