Daftar Ponsel Android dan iPhone Paling Gampang Rusak

Daftar Ponsel Android dan iPhone Paling Gampang Rusak

Ilustrasi ponsel rusak dengan layar pecah | Shutterstock

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI, Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna ponsel terbanyak di dunia (urutan ke-6), tentu tak lepas dari para pengguna yang masih menggunakan ponsel buatan 3-5 tahun terakhir.

Meski begitu, ada laporan dari riset yang dilakukan beberapa lembaga, bahwa pengguna ponsel di Indonesia cenderung cepat bosan dan mengganti perangkat mereka dalam kurun 6-12 bulan sekali.

Dua sistem operasi (OS) ponsel terpopuler di dunia saat ini, yakni Android dan iOS tentu terus melakukan pengembangan dan perbaikan sistem, menyesuaikan dengan jenis ponsel dan teknologi yang disematkannya.

Lembaga riset Counterpoint mencatat bahwa pada periode 2017-2018, Samsung menjadi produsen paling aktif dengan mengapalkan ponsel paling banyak ke seluruh penjuru dunia.

ponsel paling laris 2017-2018

Pada 2017 catatannya mencapai 20 persen market share, namun menurun pada 2018 dengan 19 persen market share. Sementara ponsel besutan Apple, iPhone, berhasil mencatatkan 14 persen market share, baik pada 2017 maupun 2018.

Pada posisi ke-3 ada Huawei yang berhasil mengapalkan dengan membukukan 10 persen market share pada 2017, dan meningkat menjadi 14 persen market share pada 2018.

Kemudian Oppo, Vivo, dan Xiaomi, masing masing mendulang market share dengan angka 8 persen, 6 persen, dan 6 persen pada 2017. Lalu pada 2018 jumlahnya meningkat menjadi 8 persen, 7 persen, dan 8 persen.

Ponsel Android dan fiturnya yang paling bermasalah

Namun di tengah persaingan pasar ponsel tersebut, sepertinya para produsen ponsel harus mulai memperhatikan kekuatan produk buatannya. Pasalnya, jumlah kegagalan produk ketika tiba di tangan konsumen ternyata cukup tinggi dan sering terjadi.

Tingkat kegagalan dari ponsel ini diteliti oleh sebuah penyedia layanan keamanan data, Blancco Technology Group. Perusahaan ini melaksanakan riset untuk menentukan produk serta merek ponsel yang paling banyak rusak pada periode 2017 dan 2018.

ponsel android bermasalah 2017-2018

Jika membicarakan ekosistem ponsel berbasis Android, Blancco mencatat Samsung adalah merek ponsel Android dengan tingkat kegagalan tertinggi, yaitu mencapai 34 persen pada Q4 2017, dan 27,4 persen pada Q1 2018.

Setelah Samsung, peringkat kedua ditempati oleh Xiaomi dengan tingkat kegagalan sebesar 13 persen pada Q4 2017, dan meningkat menjadi 14,2 persen pada Q1 2018.

Selain Samsung dan Xiaomi, ada juga Motorola dengan catatan 9 persen dan 9,6 persen (Q4 2017-Q1 2018), LG dengan 7 persen dan 4,7 persen (Q4 2017-Q1 2018), Huawei dengan 4 persen dan 8,4 persen (Q4 2017-Q1 2018).

Peringkat merek ponsel bermasalah selanjutnya adalah;

  • Lenovo, 6 persen dan 2,7 persen (Q4 2017-Q1 2018),
  • Nokia, 4 persen (Q4 2017),
  • OnePlus, 3 persen dan 2,5 persen (Q4 2017-Q1 2018), dan
  • ZTE, 2 persen (Q4 2017).

fitur android paling bermasalah

Selain ponselnya yang bermasalah, ternyata pada periode yang disebutkan di atas, kerusakan juga terjadi pada sistem atau fitur yang disematkan pada ponsel android.

Performa ponsel mengambil porsi paling besar sebagai masalah yang paling menghantui ponsel Android. Persentasenya mencapai 27 persen dan 34 persen (Q4 2017-Q1 2018).

Lalu ada juga soal isu kinerja kamera yang pada 2017 tercatat 5 persen lalu pada 2018 melejit menjadi 14 persen. Padahal, 2018 merupakan waktu para produsen untuk mengembangkan fitur kamera dengan lebih optimal dengan menanamkan kecerdasan buatan (AI) pada ponsel.

Hal lainnya yang disoroti terkait kinerja fitur atau komponen ponsel adalah soal mikrofon. Pada 2017 catatan kerentanannya mencapai 4 persen, kemudian naik menjadi 9 persen pada 2018.

Selain mikrofon, persoalan kerentanan audio juga mendera komponen headset yang pada 2017 tercatat sebesar 4 persen. Belakangan, produsen ponsel pun mulai menghilangkan ketersediaan headset pada box penjualan. Lalu, lambat laun jack audio 3,5 mm juga mulai dihilangkan.

Lau ada isu spal kurang optimalnya kinerja spiker yang tercatat 3 persen pada 2017 dan melesat menjadi 7 persen pada 2018.

Sementara soal kerentanan charger baterai merupakan isu yang tak kalah santer pada 2018. Angkanya mencapai 7 persen.

iPhone pun tak lepas dari masalah

Selain ponsel Android, ponsel berbasis sistem operasi iOS atau iPhone juga nampaknya tak lepas dari rundungan masalah.

Blancco mencatat setidaknya ada 10 model iPhone yang memiliki masalah serius yang tercatat pada periode 2017. iPhone 6 series menjadi pemuncak dengan memiliki segudang masalah.

daftar ponsel iphone yang bermasalah 2017

Lihat saja pada infografik di atas, varian dari iPhone 6, 6s, 6s+, dan 6+, berada pada 5 besar ponsel iPhone yang rentan akan masalah. Persentasenya mencapai 26 persen (iPhone 6), 14 persen (iPhone 6s), 9 persen (iPhone 6s+ dan 6+).

Selain varian dari 6 series, iPhone 7 series juga tak lepas dari rundungan problem. Berada pada urutan ke-4 dan ke-6, iPhone 7 series mencatatkan skor masalah mencapai 9 persen (iPhone 7+) dan 8 persen (iPhone 7).

Model lainnya yang juga kerap memiliki masalah adalah varian 5 series (iPhone 5s dan 5), iPhone SE, dan iPhone 8+.

Tak hanya masalah dari perangkat saja yang kerap mendera ponsel besutan Apple tadi, tapi juga masalah fitur yang ditanamkan pada ponsel. Sebut saja bluetooth, wi-fi, headset, mobile data, dan receiver.

Baca juga:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga7%
Pilih SedihSedih13%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli44%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi11%
Pilih TerpukauTerpukau15%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Hari Ini (2 Agustus 1997) - Pertama di Asia, Museum Timah Indonesia Sebelummnya

Sejarah Hari Ini (2 Agustus 1997) - Pertama di Asia, Museum Timah Indonesia

Mantap! Cadangan Devisa Indonesia Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah Selanjutnya

Mantap! Cadangan Devisa Indonesia Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Mustafa Iman
@mustafa_iman

Mustafa Iman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.