Indonesia Jadi Negara Pertama yang Didatangi Johnny Depp dan Robert Pattinson Melalui ''Waiting for the Barbarians''

Indonesia Jadi Negara Pertama yang Didatangi Johnny Depp dan Robert Pattinson Melalui ''Waiting for the Barbarians''
info gambar utama

Kawan GNFI, Indonesia menjadi menjadi negara pertama di dunia yang didatangi Johnny Depp dan Robert Pattinson melalui film drama “Waiting for the Barbarians”.

Meski film drama ini dirilis secara serentak pada, Jumat (7/8/2020), di dunia, melalui tayangan streaming di Mola TV, Indonesia menjadi negara pertama yang menayangkannya secara eksklusif.

Film drama berlatar abad ke-19 di wilayah Asia ini menggambarkan bagaimana imperialisme dan kolonialisme mengubah tatanan kehidupan manusia, dan menggambarkan tragedi kekejaman terbesar yang pernah ada.

Dengan setting pegunungan dan padang pasir yang spektakuler, semua isu yang di angkat pada film ini yakni tentang tentang ras dan pekerjaan sangat relevan dengan apa yang dialami dunia masa kini.

Pendek kata, ini adalah kisah alegori yang terjadi di Timur Tengah, Kongo, dan bagian lain di dunia pada saat ini.

Selain dibintangi nama-nama besar seperti Johnny Depp, Robert Pattinson, dan Mark Rylance, film ini dibesut oleh sutradara asal Kolombia, Ciro Guerra, yang pernah mendapatkan nominasi Academy Award kategori Best Foreign Language Film.

Film drama ini juga merupakan film adaptasi yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya pemenang hadiah Nobel, J.M. Coetzee.

Mengambil lokasi syuting di Maroko, sinematografer peraih piala Oscar, Chris Menges, memperlihatkan beragam adegan menawan. Jadi tak heran jika film berdurasi 102 menit ini mampu memberikan reaksi visual yang menstimulasi pancaindra penontonnya.

Tayangnya film Waiting for the Barbarians di Mola TV bersamaan dengan perilisan internasionalnya adalah salah satu cara layanan hiburan dari Mola TV untuk terus menghadirkan tayangan berkualitas bagi para pecinta film di tanah air.

Penayangan perdana internasional di Indonesia ini juga mendapatkan respons dari para sineas di Indonesia, sebut saja Nia Dinata, Chicco Jericho, Marsha Timothy, Lukman Sardi, dan Rio Dewanto.

Selanjutnya, pada September mendatang, Mola TV juga akan menghadirkan film Iron Mask yang diperankan Jacky Chan dan Arnold Schwarzenegger dan pada Oktober akan dilanjutkan dengan film Professor and The Mad Man untuk melihat Mel Gibson dan Sean Penn beradu akting di sana.

Mola TV belakangan juga dikenal sebagai platform streaming dengan tayangan berkualitas film-film internasional dan serial televisi untuk keluarga.

Lain itu, layanan streaming olahraga juga menjadi bidikan besar, sebut saja Liga Inggris, World Superbike (WSBK), Formula 1, dst.

Lonjakan penonton streaming di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang mengalami lonjakan akses layanan streaming semasa pandemi Covid-19. Hal ini terjadi karena masyarakat tetap mencari bentuk hiburan yang bisa diakses dengan mudah dari rumah.

Boleh jadi, ini yang membuat beberapa vendor penyedia layanan streaming untuk semakin meningkatkan layanan dalam menyajikan konten berkualitas bagi seluruh anggota keluarga.

Lonjakan penonton streaming juga berdampak pada pertumbuhan permintaan Smart TV di Inodnesia. Seperti yang dirilis Nielsen Media pada Maret 2020, bahwa terdapat peningkatan akses internet melalui smart TV sebanyak 17 persen pada 2019 di Indonesia, melesat sejak tahun 2017 yang hanya 7 persen.

Selain soal harga smart TV yang belakangan semakin terjangkau, ada beberapa alasan masyarakat pindah dari perangkat TV konvensional ke smart TV. Di antaranya adalah;

  • Bisa menonton streaming film, serial, dan musik favorit secara instan,
  • Dapat mengunduh ragam aplikasi layaknya ponsel,
  • Mampu menampilkan layar ponsel--ke smart TV--tanpa kabel melalui fitur Screen Mirroring,
  • Penggunaan yang lebih mudah dengan perintah suara, dan
  • Desain yang lebih elegan.

Lonjakan penonton streaming juga tak lepas dari dominasi pengguna, yakni generasi produktif terhadap teknologi berbasis internet.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019, generasi milenial dan generasi Z--yang merupakan generasi produktif--adalah pengguna internet terbanyak di negeri ini. Angkanya mencapai 46,7 juta dan 44 juta pengguna.

data pengguna internet di indonesia

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini