Ada 4 di Papua, Inilah 10 Gunung Tertinggi di Indonesia

Ada 4 di Papua, Inilah 10 Gunung Tertinggi di Indonesia
info gambar utama

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki bentang alam yang indah dan kaya. Mulai dari pantai-pantai yang eksotis, air terjun, aliran sungai, dan gunung-gunung tinggi yang menjulang megah menjadi bagian dari kekayaan alam yang ada di Nusantara.

Selain itu, wilayah Indonesia yang berada di jalur pertemuan dua lempeng benua membuatnya banyak memiliki banyak gunung. Dua lempeng tersebut yaitu Lempeng Benua Asia di bagian barat, dan Lempeng Benua Australia di bagian timur.

Untuk kawan GNFI yang berjiwa petualang, tentu ada banyak sekali destinasi menantang di Indonesia yang bisa djelajahi, termasuk gunung-gunung tinggi untuk ditaklukan.

Berikut 10 gunung paling tinggi di Indonesia, 4 dari 10 gunung berada di Tanah Papua.

Baca juga: Pesona 5 Gunung Indonesia yang Mendunia

1. Puncak Jaya (4.884 mdpl)

Puncak Jaya dinobatkan sebagi gunung tertinggi di ndonesia, puncak ini sering dikenal dengan Cartenzs Pyramid. Merupakan barisan pegunungan Sudirman di Kabulaten Puncak Jaya, Papua. Gunung ini memiliki ketinggian 4.884 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Gunung Puncak Jaya menjadi kawasan Situs Warisan Dunia dari UNESCO. Selain itu, gunung ini juga menjadi salah satu Seven Summit di dunia. Di puncak gunung ini terdapat glestser atau padang salju yang tidak dimiliki gunung lainnya di Indonesia. Salju ini dimabarkan menjadi salju abadi di puncak gunung.

2. Mandala (4.760 mdpl)

Masih berada di tanah Papua, tepatnya di Kabupaten Bintang. Posisi kedua sebagai gunung tertinggi di Indonesia ditempati oleh Gunung Puncak Mandala. Gunung ini merupakan jajaran dari pegunungan Jayawijaya.

Nama lain dari Puncak Mandala adalah Juliana Top atau Puncak Juliana yang terkenal di saat penjajahan Belanda. Gunung Puncak Mandala memiliki ketinggian 4.760 mdpl. Puncak gunung ini dulunya ditutupi oleh salju, namun karena pemanasan global yang terjadi dibeberapa waktu terakhir membuat salju itu menghilang.

3. Trikora (4.750 mdpl)

Posisi ketiga ditempati oleh Gunung Puncak Trikora, gunung yang terletak di Provinsi Papua Barat ini memiliki ketinggian 4.750 mdpl. Memiliki nama lain Gunung Wilhelmina, gunung ini memiliki beberapa kawasan hutan seperti Hutan Montane, Hutan Ericaceous, dan Hutan Dipterokarp Atas. Titik awal pendakian gunung ini adalah di kota Dani di Lembah Baliem Wamena.

4. Ngga Pilimsit (4.717 mdpl)

Masih di tanah Papua, posisi keempat diisi oleh Gunung Ngga Pilmsit. Secara geografis, letaknya berada Provinsi Papua teapt di barisan Pegunungan Maoke.

Gunung yang memiliki nama lain Gunung Idenburg (zaman kolonial) ini memiliki ketinggian 4.717 mdpl. Puncak gunung yang terdekat dengan gunung ini adalah puncak Cartenzs Pyramid dengan jarak sekitar 13 mil di barat laut.

5. Kerinci (3.805 mdpl)

Gunung Kerinci terletak tepat di perbatasan antara Sumatera Barat dan Provinsi. Gunung ini termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan TNKS sendiri merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan di Pulau Sumatera.

Dengan ketinggian mencapai 3.805 m di atas permukaan laut, Gunung Kerinci dinobatkan sebagai gunung tertinggi ke-5 sekaligus gunung berapi tertinggi di Indonesia. Pengunjung yang berhasil mendaki menuju Kawasan puncak dapat melihat pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu, bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas.

6. Rinjani (3.726 mdpl)

Secara administratif Gunung Rinjani berada dalam wilayah tiga kabupaten yakni Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha.

Menempati posisi keenam sebagai gunung tertinggi di Indonesia, Gunung Rinjani memiliki ketinggian mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena menawarkan keindahan alam yang menakjubkan.

7. Semeru (3.676 mdpl)

Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut dengan puncaknya yang begitu terkenal bernama “Mahameru”. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Di area puncak Gunung Semeru terdapat kawah Jonggring Saloko yang menghasilkan aliran lahar yang berbahaya, selain itu di sisi sebelah selatan puncak Mahameru juga terdapat Gas beracun yang dikenal dengan sebutan “wedhus gembel.”

8. Sanggar (3.564 mdpl)

Posisi kedelapan diisi oleh Gunung Sanggar, gunung ini disebut sebagai gunungtertinggi kedua di Nusa Tenggara Barat setelah Gunung Rinjani.

Memiliki ketinggian mencapai 3.564 mdpl. Gunung ini masih berada di gugusan pegunungan Rinjani dengan keindahan alam yang luar biasa indah. Sejauh ini, belum banyak orang datang ke gunung Sanggar sehingga suasananya masih sangat alamid dan terjaga.

Baca juga: Cerita Mistis Dibalik Pesona Indah 5 Gunung di Jawa

9. Latimojong (3.478 mdpl)

Menempati posisi kesembalian sebagai gunung tertinggi di Inodnesia, sekaligus gunung tertinggi di Pulau Sulawesi. Rasanya, belum banyak orang yang mengenal Gunung Latimojang.

Secara administratif, gunung ini terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Enrekang. Memiliki ketinggian 3.478 mdpl, gunung Latimojong memiliki puncak yang terkenal dengan nama Rante Mario.

10. Slamet (3.428 mdpl)

Gunung Slamet terletak di antara lima kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang di Jawa Tengah.

Memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut, Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.

Gunung ini cukup populer sebagai sasaran pendakian meskipun medannya dikenal sulit. Pendakian Gunung Slamet dikenal cukup sulit karena hampir sepanjang rute pendakian tidak ditemukan air. Pendaki disarankan untuk membawa persediaan air yang cukup dari bawah. Faktor penyulit lain adalah kabut yang sangat mudah berubah-ubah dan pekat.

==

Sumber Refrensi : Berita Papua | Kompas.com | Traveloka

Baca juga:

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini