Jajaran Ahli Teknologi Indonesia dengan Kemampuan yang Diakui Dunia

Jajaran Ahli Teknologi Indonesia dengan Kemampuan yang Diakui Dunia
info gambar utama

Bicara soal teknologi dalam berbagai bentuk, terutama layanan yang dapat mempermudah dan memfasilitasi segala kebutuhan manusia rasanya memang tidak akan ada habisnya. Diliputi oleh cakupan yang luas baik dari segi perangkat, sistem, dan konektivitas, rasanya akan selalu ada topik menarik dari teknologi yang selalu memiliki bagian penting untuk diketahui banyak orang.

Terlepas dari teknologi yang hadir untuk memenuhi kebutuhan manusia, tidak dimungkiri kalau keberadaan teknologi justru bisa muncul atas kehendak dan penemuan manusia itu sendiri.

Bisa dikatakan, kalau keberadaan teknologi sejatinya hadir dari, oleh, dan untuk manusia. Adapun pihak atau orang yang memiliki keahlian dalam hal ini acap kali dikenal sebagai ahli teknologi, atau kekinian bahkan secara lebih spesifik disebut sebagai programmer.

Jika membahas lebih jauh, kehadiran berbagai teknologi yang ada di tanah air tentu tidak semata-mata hanya memanfaatkan teknologi yang mayoritas diciptakan atau merupakan hasil temuan dari pihak asing.

Nyatanya, Indonesia juga memiliki deretan ahli teknologi atau programmer yang memiliki kemampuan mumpuni, bahkan keahliannya diakui dunia dan memberikan kontribusi yang mengagumkan lewat berbagai teknologi yang berhasil dibuat.

Baca juga Program Ciptaan Anak Bangsa Ini Berhasil Curi Perhatian Para Programmer Kelas Dunia

Tidak terlalu sering dipublikasi padahal memiliki kemampuan mengagumkan di industri teknologi dunia, berikut deretan ahli teknologi atau programmer tanah air yang patut diketahui.

Khoirul Anwar

Khoirul Anwar
info gambar

Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, ini memiliki keahlian dan spesialisasi di bidang komunikasi nirkabel dan teori informasi. Ketertarikannya pada teknologi dan sains sudah dimiliki saat ia masih di bangku sekolah dengan sering membaca buku tentang teori Albert Einstein dan Michael Faraday.

Keterbatasan ekonomi tidak membuat Anwar urung mewujudkan impiannya menjadi seorang ahli di bidang teknologi, dirinya berhasil menempuh pendidikan Teknik Telekomunikasi di Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui beasiswa dan lulus dengan predikat cumlaude di tahun 2000.

Perjalanannya masih panjang, Anwar mengenyam pendidikan Magister dan Doktor di Universitas yang sama di Jepang, tepatnya Nara Institute of Science and Technology (NAIST). Selesai menyelesaikan pendidikan, dirinya bekerja sebagai asisten profesor di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), sebuah institusi penelitian dan pengembangan lanjutan dalam sains dan teknologi.

Jika melakukan pencarian nama Khoirul Anwar, akan banyak pemberitaan yang menyebutkan bahwa dirinya adalah penemu teknologi 4G LTE. Nyatanya, Anwar menampik hal tersebut dan menyatakan bahwa dirinya bukan ‘penemu’ 4G, melainkan membuat konsep dasar dua Fast Fourier Transform (FFT) berpasangan, yang dipakai dalam 4G uplink, teknologi ini mampu memecahkan masalah yang biasa terjadi pada transmisi nirkabel layaknya GSM (2G), CDMA (3G), termasuk jaringan 4G yang masih baru pada saat itu.

Berkat konsep teknologi yang dibuatnya tersebut, Anwar diganjar penghargaan dari IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006 di California. Jika melihat pada laman profesional LinkedIn miliknya, Anwar saat ini kembali berkarir dan membangun industri teknologi tanah air dengan menjadi profesor di The University Center of Excellence for Advanced Intelligent Communications (AICOMS) milik Telkom.

Baca juga Telkom Perkenalkan Satellite On The Move sebagai Solusi Mobilitas TNI

Ryan Gondokusumo

Ryan Gondokusumo, pendiri crowdsourcing sribulancer
info gambar

Pernah mendengar atau barangkali aktif mengakses situs pekerja lepas (freelance) bernama Sribulancer? Jika iya, sosok satu ini yang ada di balik platform tersebut. Ryan Gondokusumo merealisasikan minatnya di bidang teknologi dengan menempuh pendidikan Teknik di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.

Sepak terjangnya dalam membangun Sribulancer dimulai dari ketertarikan yang ia miliki di bidang crowdsourcing saat masih menjadi tenaga kerja profesional di Distribution Service Technologies LLC, perusahaan layanan IT ternama di AS yang sudah berdiri sejak tahun 1986.

Melihat peluang besar dalam bisnis crowdsourcing untuk diterapkan di tanah air, dirinya mendirikan Sribulancer.com sebagai situs yang mempertemukan antara perusahaan pemilik project dengan tenaga kerja perorangan, situs tersebut menjadi yang pertama kali hadir di Indonesia di bidang crowdsourcing pada tahun 2011.

Memiliki performa gemilang, Sribu akhirnya mendapatkan pendanaan dari East Ventures dan Infoteria Jepang. Barulah sejak tahun 2014, Sribulancer.com menjadi situs penghubung antara pekerja lepas dengan pihak perusahaan yang mebutuhkan jasa profesional perorangan tidak hanya dalam cakupan Indonesia, namun juga para profesional secara global.

Baca juga Pemuda asal Medan, Petinggi di Situs Pekerja Lepas di Australia

Jim Geovedi

Jim Geovedi
info gambar

Sosok satu ini berhasil membuktikan bahwa seseorang mampu menekuni suatu hal dengan serius secara mandiri dan memiliki prospek yang menjanjikan, walau tidak menempuh pendidikan secara formal.

Jim merupakan seorang pakar keamanan teknologi informasi ternama asal Indonesia yang berfokus pada penemuan celah keamanan komputer dan jaringan, dengan kekhususan sistem telekomunikasi maupun satelit.

Pria kelahiran Bandar Lampung ini pertama kali mendalami industri teknologi secara otodidak dan berakhir menjadi konsultan keamanan teknologi informasi baik bagi perusahaan swasta maupun pemerintah di beberapa negara.

Di Indonesia sendiri, Jim pernah menggawangi perusahaan yang bergerak di layanan keamanan komputer dan jaringan di NOOSC Global dan Xynesis International. Dirinya juga pernah menjadi bagian dari perusahaan keamanan Selexa Security dan Belua Systems yang keduanya berbasis di London.

Satu peristiwa yang membuat Jim banyak dikenal publik tanah air yaitu saat dirinya diminta mencari pelaku peretas situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menjebol pusat data dan penghitungan suara pada tahun 2004.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi dan radio Jerman, Deutsche Welle, Jim mengaku dapat mengendalikan jaringan internet di seluruh Indonesia, mengamati lalu lintas data yang keluar masuk, dan memodifikasi semua transaksi keuangan, namun hal tersebut tentu bukan merupakan tujuan dari kemampuan yang ia miliki.

Ungkapan tersebut nampaknya jelas bukan hisapan jempol belaka, mengingat kemampuan Jim yang pernah diminta untuk menguji sistem keamanan kontrol satelit milik China, dan berujung menunjukan kerentanan yang ada lewat keberhasilan peretasan yang ia lakukan dengan menggeser orbit satelit tersebut.

Jim juga menginisiasi teknologi jurnalisme modern berbasis robot (jurnalisme robot), melalui algoritma kecerdasan buatan (AI) dalam merangkai data untuk kemudian diterbitkan dalam bentuk editorial. Teknologi tersebut bisa dinikmati/dibaca pada laman situs Lokadata.id melalui kanal Robotorial.

Saat ini Jim diketahui tinggal di London dan masih aktif dalam bidang keamanan satelit, keamanan perbankan, dan penegakan hukum.

Baca juga Siap-siap. Indonesia Akan Bangun Satelit Terbesar di Asia

Borrys Hasian

Borrys Hasian
info gambar

Borrys Hasian menambah daftar anak bangsa yang sukses berkiprah di industri teknologi internasional melalui bidang User Interface (UI) dan User Experience (UX). Dirinya bahkan didapuk sebagai pakar Google (Google Expert) UI/UX pertama dari Indonesia.

Sepak terjangnya dalam bidang UI/UX terasah dengan berbagai jenjang karir yang sudah dimiliki di berbagai perusahaan negara tetangga, beberapa di antaranya DiGi Telecommunication Malaysia, layanan ride-hailing Grab di Singapura, dan perusahaan telekomunikasi Singtel Singapura.

Dirinya juga pernah menjadi Global Mentor Product Design yang memberikan pengarahan dan bimbingan kepada berbagai perusahaan rintisan atau startup terkemuka dunia di Silicon Valley, di bawah program Google Launchpad Accelerator.

Tidak lupa memberi kontribusi untuk industri teknologi di tanah air, Borrys juga menjadi mentor bagi deretan perusahaan rintisan di Indonesia melalui berbagai program inisiatif Google, di antaranya Google Launchpad Build dan Google Launchpad Week.

Baca juga Resmi Sudah, Google Buka Data Center di Indonesia

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini