Indonesia 2050: Kendaraan Listrik, dan Ambisi Besar Nol Emisi Karbon

Indonesia 2050: Kendaraan Listrik, dan Ambisi Besar Nol Emisi Karbon
info gambar utama

Indonesia menargetkan penjualan mobil dan sepeda motor baru seluruhnya berteknologi listrik mulai 2050. Informasi ini datang dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, seperti dikutip dari Reuters.

Arifin dikatakan menjelaskan bahwa motor yang akan beralih duluan, yakni pada 2040 semua unit baru bertenaga listrik, sedangkan semua mobil baru yang dijual berupa bertenaga listrik mulai 2050. Populasi motor di Indonesia mencapai 112 juta unit dan mobil 15 juta unit pada 2019. Sementara total penjualan motor pada tahun itu sebanyak sekitar 6 juta unit motor dan 1 juta unit mobil.

Berbagai kementerian dan instansi telah memiliki program terkait kendaraan listrik di Indonesia, dimulai dari insentif, proses produksi, uji kelaikan, unit mobil dinas, hingga pelat nomor khusus dengan strip biru.

Menteri Arifin juga menegaskan, jika rencana menjual mobil listrik dan motor listrik dalam waktu kurang dari 29 tahun ke depan adalah upaya menggantikan kendaraan yang ditenagai mesin bakar konvensional.

Namun apakah ketika saatnya tiba nanti berarti tidak boleh lagi ada kendaraan bermesin bakar yang diperjual belikan? Menteri belum menjelaskan secara rinci soal itu. Namun menurut Dadan Kusdiana, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI, sampai saat ini pihaknya baru sebatas memberikan insentif terhadap pembeli mobil listrik.

5 Lokasi Harta Karun Nikel di Indonesia, Masa Depan Pasokan Baterai Mobil Listrik Dunia
Volta electric motorcycle / Photo credit: Volta
info gambar

"Kami tidak memiliki kebijakan untuk menghentikan penggunaan mesin pembakaran, saat ini penggunaan kendaraan listrik hanya bisa kami berikan dengan insentif," kata Dadan.

Para Agen Pemegang Merek juga sudah mulai menjual mobil dan motor listrik sebagai tahap awal membiasakan diri pada teknologi nol emisi ini. Misalnya Gesits, Hyundai Ioniq EV, Tesla Model S, dan lainnya.

Pebisnis transportasi online terbesar di dalam negeri, Gojek, juga sudah menyatakan pada April bahwa perusahaan bakal menggunakan sepenuhnya mobil dan motor listrik pada 2030.

Rencana ambisius pemerintah Indonesia itu didukung oleh ketersediaan bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik berupa nikel dan kobalt yang cukup tinggi.

Saat ini ada beberapa perusahaan besar yang berniat berinvestasi di Indonesia untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik. Sebut saja satu di antaranya perusahaan asal Korea Selatan, LG.

Dalam waktu dekat ini, pabrik baterai kendaraan listrik milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG akan melaksanakan pemasangan tiang pancang (groundbreaking). Lokasi pabrik berada di Kota Deltamas, Karawang, Jawa Barat.

Pembangunan akan terbagi dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, pabrik ini memiliki kapasitas produksi baterai mencapai 10 gigawatt hour (GWh), yang nantinya akan dipakai untuk kendaraan listrik dari Hyundai.

“Setelah melalui proses panjang, kami bersyukur proses groundbreaking ini akhirnya akan segera dimulai. Pekerjaan ke depan akan semakin besar untuk membangun industri baterai yang terintegrasi di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan memohon dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan industri baterai listrik di Indonesia yang terintegrasi dan berorientasi ekspor,” ungkap Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, belum lama ini.

PT Industri Baterai Indonesia dibentuk oleh empat BUMN yaitu Mining and Industry Indonesia (Mind Id), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Semuanya memiliki mandat khusus untuk mengelola ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, konsorsium LG terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO dan Huayou Holding. LG Energi Solution merupakan salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia.

Mimpi Panjang Mobil Listrik Indonesia yang Kini Dirajut Kembali

Gencar Pembangunan SPKLU

Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) pertama di Kota Padang (foto: Humas Pemko Padang)
info gambar

Sebagai upaya mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik, Kementerian ESDM terus membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah.

Berdasarkan data terakhir, April 2021 tercatat ada 122 unit SPKLU yang sudah dibangun. Titik SPKLU tersebar di 83 lokasi seperti SPBU, SPBG, perkantoran, perhotelan, pusat perbelanjaan, area parkir, maupun rest area di sepanjang jalur tol.

Pemerintah menargetkan sekira 3.861 SPKLU sudah beroperasi pada 2025. Sedangkan untuk Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) diharapkan dapat terbangun 17.000 unit di tahun yang sama, seperti dikutip dari Carmudi.co.id.

Jakarta Juga Berambisi Jadi Kota Bebas Karbon di Dunia

Rencana pemerintah Indonesia beralih pada konsumsi mobil listrik dan motor listrik juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Termasuk diantaranya keinginan Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang menargetkan Ibukota sebagai salah satu kota bebas karbon di Indonesia.

Ini mengingat sejumlah kota besar di dalam negeri seperti Jakarta, telah puluhan tahun bergulat dengan polusi udara. Kemacetan di ruas-ruas jalan pada jam-jam tertentu, menjadikan Jakarta masuk daftar kota-kota tercemar di dunia.

Ini mengingat sejumlah kota besar di dalam negeri seperti Jakarta, telah puluhan tahun bergulat dengan polusi udara. Kemacetan di ruas-ruas jalan pada jam-jam tertentu, menjadikan Jakarta masuk daftar kota-kota tercemar di dunia.

Keberadaan mobil listrik iharapkan menjadi salah satu upaya mencapai net-zero carbon emissions. Beberapa negara diharapkan bisa mencapai penghapusan emisi karbon itu pada 2050.

Dilansir dari Green Car Reports belum lama ini, pencapaian target itu tentu membutuhkan sejumlah upaya. Oleh karena itu, International Energy Agency (IEA) menilai perlu dilakukan dua skenario demi mencapai tujuan tersebut.

Jajaran Perusahaan Kunci di Balik Pabrik Baterai Mobil Listrik Pertama RI
Tesla model 3 | unsplash.com
info gambar

Kedua skenario ini sendiri bertujuan untuk mendorong pertumbuah electric vehicle (EV). Karena, agar target pada 2050 itu mampu tercapai, maka market share EV pada 2030 harus berada pada level 60 persen.

IEA menilai, terdapat dua skenario yang dapat dilakukan yakni Stated Policies Scenario dan Sustainable Development Scenario. Stated Policies Scenario sendiri merupakan skenario yang dilakukan dengan optimalisasi kebijakan yang telah ada saat ini.

Sedangkan Sustainable Development Scenario adalah skenario yang lebih fokus dalam memangkas emisi dengan mengacu pada Paris Climate Agreement.

Untuk skenario pertama, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menambah EV untuk transportasi umum. Hal ini memiliki peran yang signifikan karena transportasi umum merupakan kendaraan dengan durasi operasional harian yang cukup lama.

Sedangkan skenario kedua dapat dilakukan dengan terus memperluas jaringan charging station dan meningkatkan kapasitas baterai pada EV. Dengan cara ini, maka masyarakat akan semakin tertarik untuk beralih pada EV karena kendaraan tersebut dinilai cukup praktis.

Dengan penerapan seluruh skenario itu, maka diyakini target market share 60 persen pada 2030 dan target net-zero carbon emissions pada 2050 mampu tercapai.

100 Tahun Mobil Listrik Dunia, dari Tesla hingga Tucuxi Dahlan Iskan

======

Sumber dan referensi:

Fanny Potkin, Fathin Ungku. “Ride-Hailing Giant Gojek to Shift to Electric Vehicles by 2030.” Reuters, Thomson Reuters, 30 Apr. 2021, www.reuters.com/business/sustainable-business/ride-hailing-giant-gojek-shift-electric-vehicles-by-2030-2021-04-30/.

Fanny Potkin, Fathin Ungku. “Ride-Hailing Giant Gojek to Shift to Electric Vehicles by 2030.” Reuters, Thomson Reuters, 30 Apr. 2021, www.reuters.com/business/sustainable-business/ride-hailing-giant-gojek-shift-electric-vehicles-by-2030-2021-04-30/.

“Indonesia Ditargetkan Cuma Jual Mobil Dan Motor Listrik 2050.” Teknologi, 18 June 2021, www.cnnindonesia.com/teknologi/20210618133152-384-656191/indonesia-ditargetkan-cuma-jual-mobil-dan-motor-listrik-2050.

“Indonesia Hanya Akan Jualan Mobil Listrik Di 2050, Populasi Mobil Mesin Konvensional Siap Dihentikan.” AutoFun, www.autofun.co.id/berita/indonesia-hanya-akan-jualan-mobil-listrik-di-2050-populasi-mobil-mesin-konvensional-siap-dihentikan-29159.

Murdaningsih, Dwi. “Butuh 60 Persen Pangsa Mobil Listrik Demi Nol Emisi Di 2050.” Republika Online, Republika Online, 31 May 2021, www.republika.co.id/berita/qtz7dk368/butuh-60-persen-pangsa-mobil-listrik-demi-nol-emisi-di-2050.

Sirait, Santo, et al. “Indonesia Ditargetkan Hanya Menjual Motor Dan Mobil Listrik Pada 2050.” Carmudi Indonesia, 16 June 2021, www.carmudi.co.id/journal/indonesia-ditargetkan-hanya-menjual-motor-dan-mobil-listrik-pada-2050/.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
MI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini