Indomie Rajanya Mi Instan, Kuasai Pasar Lokal Hingga Pasar Global

Indomie Rajanya Mi Instan, Kuasai Pasar Lokal Hingga Pasar Global
info gambar utama


Indomie, pertama kali diproduksi pada 1972 dengan rasa Kaldu Ayam, saat ini diproduksi oleh Grup Salim melalui PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Selain mi instan, perusahaan memiliki lima segmen bisnis utama yaitu produk susu dan olahannya (dairy), makanan ringan (snack), penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman.

Selain Indomie, beberapa merek mi instan lain yang diproduksi ICBP adalah Supermi, Sarimi, Pop Mie, Sakura, Pop Bihun, dan Mi Telur Cap 3 Ayam.

Meskipun angka produksi tidak ditunjukkan secara detail, sejak 2016, perusahaan yang saat ini dipimpin oleh Anthoni Salim tersebut memproduksi sebesar 18 miliar bungkus mi instan per tahun, angkanya terus bertambah seiring ekspansi dan pengembangan perusahaan.

Perusahaan didukung oleh keberadaan 17 pabrik dengan 12 lokasi. Ke-12 kota lokasi pabrik mi instan perusahaan adalah di Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Malaysia.

Selain itu, Indomie juga diproduksi beberapa perusahaan di luar ICBP dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tetapi dikuasai Grup Salim dan memproduksi mi instan tersebut. Dua di antaranya yang terkenal adalah di Nigeria yaitu De United Foods Industries Ltd (Dufil dan Dufil Prima Food Plc) yang bahkan membuat masyarakat Afrika meyakini Indomie adalah produk dari benua tersebut, serta Pinehill Arabia Food Ltd (PAFL) di Saudi Arabia.

Selamat Indomie Dinobatkan sebagai Mie Instan Terenak di Dunia

Indomie jadi produk yang paling banyak dipilih oleh konsumen Indonesia

10 merek paling diincar di Indonesia © Kantarturtle.co
info gambar

Kantar Indonesia merilis Brand Footprint edisi 2021 yang mengukur seberapa luas merek-merek FMCG (Fast-Moving Customer Goods) dapat menjangkau konsumen. FMCG sendiri adalah produk sehari-hari dengan volume penjualan tinggi dan harga relatif rendah, seperti roti, minuman ringan, pasta, produk sanitasi, baterai, susu, dan beberapa produk makanan.

Berdasarkan data yang dirilis Kantar, Indomie menempati posisi pertama sebagai merek yang paling banyak dipilih di Indonesia dan peringkat ketujuh di tingkat global. Untuk 7 merek paling banyak dipilih secara global, Indomie menjadi satu-satunya produk mi instan yang masuk daftar. Itu artinya, Indomie bisa dibilang sebagai produk mie instan paling populer dan banyak di cari di dunia.


"Bulan lalu kami merilis peringkat global dan yang harus kita banggakan adalah Indomie, yang terpilih menjadi peringkat pertama Most Choices Brand di Indonesia, juga terpilih sebagai peringkat tujuh di ranking global," ungkap General Manager Kantar Indonesia Wordpanel Division, Venu Madhav, dalam keterangan resmi, Kamis (17/6).

Lebih lanjut Venu menyebut Indomie merupakan satu-satunya perusahaan non-multinasional yang berada peringkat 10 besar Most Choices Brand Global. Di Indonesia, Indomie konsisten menjadi merek FMCG yang paling banyak dipilih sejak 2019.

Pada 2020, Indomie berhasil mendapat skor Consumer Reach Points (CRPs) tertinggi dengan 2,190. Di bawah Indomie, ada So Klin yang mencatatkan skor CRPs sebesar 1,867.

Sementara itu, kompetitor utama Indomie, Mie Sedaap, menempati peringkat ketiga sebagai brand paling diincar konsumen di Indonesia. Mie Sedaap berhasil mendapatkan skor CRPs sebesar 1,799.

Adapun peringkat keempat dan selanjutnya diisi oleh Royco (1,243), Roma (1,209), Kapal Api (1,101), Masako (955), Lifeboy (925), Frisian Flag (897), dan peringkat kesepuluh diisi oleh Sunlight dengan skor CRPs sebesar 826.

Dari sektor makanan, posisi lima besar diduduki oleh Indomie, Mi Sedaap, Royco, Roma, dan Masako. Kemudian, sektor minuman dikuasai oleh Kapal Api, Kopi Luwak, Good Day, Kopi ABC, dan Aqua.

Lalu, sektor kebutuhan rumah tangga didominasi oleh So Klin, Sunlight, Downy, Daia, dan Molto. Kemudian sektor kebutuhan personal dikuasai oleh Lifebuoy, Pepsodent, GIV, Pantene, dan Nuvo.

Terkahir, dari sektor susu posisi lima besar ditempati oleh Frisian Flag, Indomilk, Dancow, Aice, dan Ultra Milk.

Indomie Masuk 10 Besar Merek Paling Banyak di Beli di Dunia

Produk Indomie membanjiri pasar global

Produk Indomie di Arab Saudi © Kusma FR/Shutterstock
info gambar

Dengan 17 pabrik utama, sebanyak 15 hingga 20 miliar bungkus Indomie diproduksi setiap tahunnya. Tidak hanya di Indonesia, Indomie pun diekspor ke lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Pasar-pasar kunci ekspor Indomie antara lain Australia, Irak, Papua Nugini, Hong Kong, Timur Leste, Yordania, Arab Saudi, Amerika Serikat, Selandia Baru, Taiwan, dan negara-negara lainnya di Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

Bahkan di Afrika, Indomie menjadi primadona dengan menyabet penghargaan sebagai mi instan yang paling banyak dipilih oleh konsumen. Mengutip The Guardian Nigeria, di Afrika, Mi Instan yang diproduksi oleh Dufil Prima Foods Plc. berhasil dinobatkan sebagai produk mi instan yang paling banyak dipilih di Afrika, berdasarkan pemeringkatan yang dibuat oleh Kantar Worldpanel bertajuk Brand Footprint. Indomie berada pada peringkat teratas dalam kategori FCMG di Afrika.

Dalam pemeringkatan itu, Indomie memperoleh nilai tertinggi dalam CRPs. Ini adalah metrik yang menghitung penetrasi sebuah merek dan frekuensi pembelian, berdasarkan 1 miliar keputusan pembelian oleh konsumen kategori FMCG di seluruh wilayah Afrika Barat, Tengah, dan Timur.

Bagaimana Indomie Menjadi Sungguh Populer di Nigeria

Varian rasa Indomie

Mie instan rasa rendang dari Indomie.
info gambar

Salah satu hal yang membuat Indomie begitu populer dan digandrungi masyarakat adalah karena banyaknya varian rasa yang tersedia, sehingga konsumen bisa memilih sesuai selera masing-masing. Saat ini, Indomie memiliki banyak pilihan rasa yang mampu memanjakan lidah konsumen. Selain itu, juga terdapat beberapa pilihan rasa Indomie yang tersedia di wilayah tertentu.

Indomie Goreng

Indomie Goreng pertama kali diproduksi pada tahun 1982. Saat ini, Indomie Goreng tersedia dalam berbagai pilihan rasa, meliputi:

  • Mi Goreng Spesial,
  • Mi Goreng Pedas,
  • Mi Goreng Rasa Cabe Ijo,
  • Mi Goreng Rasa Iga Penyet,
  • Mi Goreng Rasa Rendang,
  • Mi Goreng Rasa Sambal Matah,
  • Mi Goreng Rasa Sambal Rica-Rica, dan
  • Mi Goreng Kriuk.

Selain itu juga tersedia Indomie Goreng jumbo tersedia dalam pilihan rasa Mi Goreng Spesial dengan pelengkap bawang goreng dan saus cabai dalam ukuran 129 gram, dan Mi Goreng Rasa Ayam Panggang dengan pelengkap sayuran kering dan saus cabai dalam ukuran 127 gram.

Indomie Kuah

Indomie Kuah pertama kali diproduksi pada tahun 1972. Saat ini, Indomie Kuah tersedia dalam berbagai pilihan rasa, mulai dari:

  • Rasa Ayam Bawang,
  • Rasa Ayam Spesial,
  • Rasa Kaldu Ayam,
  • Rasa Kari Ayam,
  • Rasa Soto Mie, dan
  • Rasa Soto Spesial (Ekstra Koya Gurih).

Selain itu juga tersedia Rasa Kaldu Udang yang hanya tersedia di wilayah provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Indomie Kuliner Indonesia

Indomie Kuliner Indonesia pertama kali diproduksi pada tahun 2002. Saat ini, Indomie Kuliner Indonesia tersedia dalam berbagai pilihan rasa, mulai dari:

  • Mi Goreng Aceh (Khas Aceh),
  • Mi Goreng Rasa Cakalang (Khas Sulawesi Utara),
  • Mi Rasa Cakalang (Khas Sulawesi Utara),
  • Mi Celor (Khas Sumatra Selatan)
  • Rasa Coto Makassar (Khas Sulawesi Selatan),
  • Rasa Empal Gentong (Khas Jawa Barat),
  • Rasa Mi Kocok Bandung (Khas Jawa Barat),
  • Rasa Soto Banjar Limau Kuit (Khas Kalimantan Selatan),
  • Rasa Soto Lamongan (Khas Jawa Timur), dan
  • Rasa Soto Padang (Khas Sumatra Barat).

Selain itu juga tersedia Rasa Soto Banjar yang hanya tersedia di wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Rasa Soto Medan yang hanya tersedia di wilayah provinsi Sumatra Utara.

Indomie Hype Abis

Indomie Hype Abis tersedia dalam pilihan rasa, mulai dari Mi Goreng Rasa Ayam Geprek (diproduksi sejak tahun 2019), Mi Kuah Rasa Seblak Hot Jeletot (diproduksi sejak tahun 2020) dan Mieghetti Rasa Bolognese yang baru saja diproduksi pada awal 2021.

Indomie Premium Collection

Indomie Premium Collection pertama kali diproduksi pada tahun 1992. Saat ini, Indomie Premium Collection tersedia dalam berbagai pilihan rasa, di antaranya:

  • Mi Keriting Goreng Spesial,
  • Mi Keriting Rasa Ayam Panggang,
  • Mi Keriting Goreng Rasa Telur Asin,
  • Real Meat Mi Keriting Ayam Jamur, dan
  • Mi Keriting Ayam Lada dengan daging ayam asli.
Tangan Terampil di Balik Varian Rasa Indomie

Pendapatan Indomie

Ilustrasi gedung kedutaan Indonesia di Beograd, Serbia yang dihiasi logo Indomie © Facebook Embassy Indonesia
info gambar

Berdasarkan laporan yang dirilis pada 2019, ICBP sebagai perusahaan induk dari Indomie membukukan pendapatan Rp32,79 triliun, di mana Rp21,66 triliun di antaranya disumbangkan oleh divisi mi instan, termasuk Indomie. Angka penjualan mi instan perusahaan naik 12,25 persen dari Rp19,3 triliun pada 9 bulan pertama 2018.

Sementara itu berdasarkan data yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/3/2021), Untuk periode 2020, penjualan neto mie instan mengambil andil terbesar dari kenaikan laba bersih ICBP mencapai Rp31,97 triliun. Besaran tersebut lebih dari setengah penjualan neto 2020 atau tepatnya 68,55 persen.

Adapun penjualan neto perseroan terdiri atas penjualan kepada pihak ketiga dan pihak berelasi. Penjualan pihak ketiga tercatat Rp13,70 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp9,95 triliun dan penjualan berelasi tercatat Rp32,93 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp32,34 triliun.

Penjualan neto tersebut juga disumbang oleh Dairy yang mencapai 8,31 triliun serta makanan ringan Rp2,93 triliun. Adapun penjualan neto penyedap makanan serta nutrisi dan makanan khusus masing-masing adalah Rp2,87 triliun dan Rp999,07 miliar. Sedangkan untuk minuman mencatat penjualan neto sebesar Rp1,26 triliun.

ICBP mencatatkan adanya kenaikan beban pokok penjualan di kuartal IV-2020 menjadi Rp29,41 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp27,89 triliun. Beban penjualan dan distribusi juga mengalami kenaikan menjadi Rp5,54 triliun dari sebelumnya Rp5 triliun. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp2,55 triliun dari sebelumnya Rp2,11 triliun. Itu artinya, meskipun dalam kondisi pandemi covid-19, penjualan Indomie justru tumbuh dan mengalami peningkatan.

Dari segi aset, Indofood CBP Sukses Makmur mencatatkan liabilitas sebesar Rp53,27 triliun dan ekuitas Rp50,31 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp103,58 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp38,70 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthony Salim mengatakan, catatan positif Perseroan didukung oleh kekuatan merek-merek produk, model bisnis terintegrasi yang tangguh serta jaringan distribusi yang luas.

"Dalam menghadapi tantangan dan peluang baru ke depannya, kami akan mempertahankan keunggulan kami, serta tetap waspada dalam menjaga kesehatan karyawan kami," ujar Anthony.

Mi Instan Indonesia, Jepang dan Korea, Dimana Letak Perbedaannya?

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Iip M. Aditiya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Iip M. Aditiya. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini